SERIES :: Sorry, But I Love Him [Part 1]

TITLE : Sorry, But I Love Him (Part 1)

AUTHOR: Nila

LINK FB: http://www.facebook.com/nila.siiuletnangka

TWITTER : @NyieLa

TYPE: SERIES

GENRE: Romance, Family, Comedy

RATING: PG 15

CAST:

1. Cho Kyu Hyun
2. Kang Kyon Dae
3. Kang Dae Na
4. Lee Hyuk Jae

DISCLAIMER : ALL OF THEM is my special cast, especially Kim Jong Woon,nae nampyeon :D(plak!) and this story is MINE! PLAGIAT? Mind to go? *kejam?!* Well, mungkin. Tapi aku udah pernah berurusan sama plagiat dan aku nggak mau berurusan lagi* DON’T COPY PASTE WITHOUT PERMISSION *capslock keinjek ddangkoma*

Hahaha. Author come back setelah mencoba hiatus tapi nggak bisa! Aish… gregetan banget pengen nulis. Hoho. Ini utang ff yang dipesen chingudeul dari dulu, ff yang main castnya kyu, nah akhirnya ini nih hasilnya! Aaaargh? Eotthe? Comment, comment, comment… butuh perbaikan nih kayaknya…

HAPPY READING….

PROLOGUE

Cho Kyuhyun:

“Jangan berikan pilihan yang begitu sulit untukku…”

Kang Kyondae :

“Tolong jangan mempersulitku…”

Lee Hyukjae :

“Aku menunggumu. Disini..”

Author pov-

seorang yeoja bertubuh tinggi langsing sedang berada di tempat fan signing idolanya. Boyband terkenal Super Junior. Namun ternyata ia terlambat. Terlihat sudah begitu banyak antrian penggemar disana. Sejenak ia memandang kerumunan itu dan mulai melenguh.

“aigoo~hyukjae-ah… eotteokhae? Kenapa barisanmu sangat padat?” keluh yeoja yang bernama Kyondae itu. “aish… kenapa tingkat kepopuleranmu bertambah? Sainganku jadi semakin banyak…” keluhnya.

Dia mulai berdecak sebal dan memanyunkan bibirnya. Sejenak ia tercenung. Terlihat antrian fans di tempat evil magnae sedang senggang. Apalagi letaknya tepat di sebelah eunhyuk. Tiba-tiba di otak kyondae muncul ide liar yang gila. Kyondae berjalan ke antrian kyuhyun. Sambil melirik-lirik ke sebelah kanannya melihat apa ada ‘lowongan’ di barisan eunhyuk. Namun sial, ia belum juga menemukan jewels yang lengah sehingga ia bisa masuk diam-diam ke dalam barisan. Akhirnya tinggal 2 orang lagi di depan kyondae.

Terdengar yeoja di depannya berkata kepada kyuhyun, “oppa….! Kau sangat, sangat tampan dan sexy hari ini…” sahut yeoja itu setengah berteriak.

Kyuhyun, yang sedang menunduk kea rah poster bergambar dirinya menjawab tanpa menoleh, “arrayo…” helanya bangga sambil menempatkan tanda tangannya di atas poster tersebut.

Kyondae yang mendengarnya tersentak. Aish… namja sombong. Sexy apa? Aku akui dia tampan. Tapi sexy? Aigoo… abs pun dia tak punya. Coba lihat hyukjae-KU! Apa ada abs seseksi miliknya? (author : ada, SIWON #plak!)

Entah karena kyondae menyuarakan isi pikirannya tanpa sadar atau kyuhyun yang mulai lelah menunduk, mengangkat kepalanya tepat saat kyondae berdiri di depannya.

Dengan santai kyuhyun mengambil poster dari tangan kyondae yang malah memperhatikan namja ramah di samping kyuhyun.

Saat kyuhyun hampir menandatangani poster itu, dia terdiam. Sejak kapan aku mempunyai gummy smile seperti monyet? Bukankah eunhyuk hyung yang-

“ASTAGA! Bukankah ini eunhyuk hyung?” kyuhyun berteriak dan memelototkan matanya. Kemudian matanya beralih ke yeoja di depannya yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri.

Karena merasa terabaikan, kyuhyun mengguncang pelan lengan yeoja itu, membuatnya tersentak.

“omo! Wae gurae?” seru kyondae sewot.

“ya! Kau meminta tanda tanganku tapi malah memberiku poster monyet!” teriak kyuhyun tak kalah sewot.

“aigoo, aigoo… siapa yang memberimu dan meminta tanda tanganmu? Kau ini percaya diri sekali…” kyondae geleng-geleng kepala.

“ya! Kau ada di antrianku! Untuk apa lagi kau disini selain meminta tanda tanganku?”tanya kyuhyun.

“uhm…ya… itu karena… “ kyondae tergagap sebentar. Namun setelah menemukan kembali suaranya, ia mulai membalas teriakan kyuhyun. “karena aku kasihan padamu! Antrianmu sepi sekali, aigoo…” hela kyondae menunjukkan raut simpati.

Kyuhyun melotot tajam. Mau tak mau hati kyondae sedikit mencelos. Takut lebih tepatnya. Namun bukan kang kyondae namanya jika tak berani membalas, apalagi ini hanya melotot.

“waeyo? takut padaku?” ujar kyondae saat kyuhyun hanya diam memandang matanya. Namun pandangannya berubah dari tujuan awal yang ingin mengintimidasi, menjadi pandangan lembut dan hangat.

Kyuhyun tetap bergeming. Kyondae melirik ke samping dan menemukan tinggal seorang yeoja gemuk di antrian eunhyuk. Tanpa pikir panjang kyondae meraih poster eunhyuk di tangan kyuhyun dan melompat ke kanan. Tepat di belakang yeoja itu.

“oppa… saranghae!” ujar yeoja gemuk itu yang membuat kyondae mendengus kesal.

“nado…” jawab eunhyuk ramah dengan senyum lebar di wajahnya.

Kyondae gondok setengah mati. Namja playboy!

Saat yeoja gemuk itu mulai melangkah pergi, kyondae menatap eunhyuk tak suka. Melihat hal itu, eunhyuk tersenyum lebar dan bertanya.

“yeoja manis, kenapa kau cemberut? Siapa yang membuatmu seperti ini?” tanya eunhyuk.

“tak usah sok manis playboy! Kau menyebalkan!” kyondae member-lebih tepatnya melempar- poster eunhyuk itu ke atas meja.

Eunhyuk hanya tersenyum simpul. Sedangkan kyuhyun memandang yeoja ini sinis.

“kau, jangan main-main! Beraninya berbuat gaduh disini!” ancam kyuhyun. “jangan-jangan, kau antis?”

Kyondae tidak memperdulikan kyuhyun dan tetap menatap eunhyuk sebal. Oh-tentu kalian tahu bagaimana rasanya tidak di dengarkan bukan? Apalagi jika menyangkut soal kyuhyun. Tentunya magnae ini paling tidak suka diacuhkan.

Jadi kyuhyun bangkit dari kursinya dan mulai berjalan ke arah yeoja itu dan menarik tangannya kasar. untungnya fan signing sudah sepi dari para fans. Kalau tidak entah apa reaksi mereka.

Kyuhyun membawa kyondae ke ruang make up. Spanjang perjalan kyondae meringis pelan-oh, oke. Meringis keras- sambil mencoba menendang-nendang kyuhyun yang menariknya paksa.

“ya! Namja evil sialan! Mau apa kau?” teriak kyondae setengah panic.

Kyuhyun melepas genggaman tangannya dan mengabaikan rasa hangat yang menjalar dari tangannya yang menggenggam tangan kyondae.

Setelah menetralkan detakan jantungnya, kyuhyun mulai bicara, “michiyoseo? Kau membuat masalah dengan 2 member super junior di tempat fan signing yang tentunya di padati oleh ELF,” ucap kyuhyun pelan.

“apa kau ingin mati?!” kali ini kyuhyun berteriak. “jika kau antis, tolong cari tempat yang paling tidak, tidak terlalu beresiko. Yi yeojaga jinjja….” Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.

“HELLO, antis? Are you crazy? Siapa yang antis?” sahut kyondae tak percaya.

Kyuhyun tercenung. “eh-oh… kau… bukan?” kyuhyun malu.

CEKLEK. Terdengar pintu terbuka dan muncullah eunhyuk dengan senyumnya yang memikat.

“aigoo~ nappeun yeoja. Wae gurae?” tanya eunhyuk lembut.

Kyondae yang sedang bad mood melengos, menghindari pandangan hyukjae. “dasar playboy!” sahutnya pelan.

Perlahan eunhyuk mendekati yeoja itu dan mulai merengkuhnya kedalam dadanya yang bidang. Membuat evil magnae terkejut.

“kyondae-ah…” panggil eunhyuk.

***

Kyuhyun pov-

Tunggu, tunggu… kenapa ini? eunhyuk hyung mengenal yeoja ini? kalau tidak, mengapa dia dengan mudah memeluk yeoja cantik-eh maksudku galak ini?

Aku melihat dalam pelukan eunhyuk hyung yeoja ini sedikit memukul pelan bahu eunhyuk namun tak kuasa menolak pelukannya. Dan 6 detik kemudian dia membalas pelukan itu. aigoo… permainan drama apa ini? dan lagi, kenapa dalam hati aku berdoa agar mataku menjadi minus 10 agak tidak dapat melihat pemandangan menyesakkan ini?

Oh Tuhan… aku benar-benar berada dalam ambang batas kewarasan.

Karena aku lelah di acuhkan, aku mulai bernyanyi lagu rock. Kalian tahu lagu Super Junior KRY coagulation? Lagu ballad ASLI itu ku gubah menjadi lagu rock yang benar-benar tidak dapat di toleransi telinga manusia. Bahkan suara merduku tidak dapat memperbaiki lagu ‘rock’itu.

Mendengar lagu ‘abalku’, kedua pasang manusia itu melepas pelukannya dan menatapku aneh. Yeoja itu melotot dan ternganga tidak percaya melihatku bernyanyi. Eunhyuk hyung hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan menatap yeoja itu. sedetik kemudian aku melihat tangannya di silangkan di depan keningnya.

Hei-aku tahu tanda apa itu. eunhyuk hyung seperti mengatakan pada yeoja itu ‘dia-aku maksudnya-gila’. Tapi bagaimana ini? aku tak bisa menghentikan aksiku.

“ya,ya… kyuhyun-ah… geumanhaja!” komando eunhyuk hyung padaku.

Oh-aku pikir ini saatnya untuk berhenti. “jadi?” tanyaku konyol.

“jadi apa?” eunhyuk mengerutkan dahi. “kau sedang membicarakan apa kyu?”

Aku memutar bola mata kesal. “apa sebenarnya hubunganmu dengan yeoja gal-ah maksudku yeoja ini?” hampir saja aku menyebutnya galak. Kalau tidak, habislah aku…

“yi yeojaga? Menurutmu dia siapa buatku?” eunhyuk menyuruhku menebak. Aish… aku sedang tidak mood. Ayolah… jangan buat aku penasaran!

“oppa!” teriak yeoja itu akhirnya.

Eunhyuk tersenyum puas, “Adik kecilku ini sangat manja kyuhyun. “ dia tertawa. “Lihat, dia mulai memanyunkan bibirnya. Dia cantik bukan?” lanjutnya lalu menatapku meminta jawaban.

Dengan cepat-oh, bahkan sangat terlalu cepat aku menjawab dengan setengah berteriak. “Tidak. Sama sekali tidak.”

Duk! Yeoja itu tiba-tiba menendang kaki ku. Tepat di tulang keringku… “ah… appo!” rintihku.

Mataku beralih dari kakiku kea rah wajah yeoja yang telah memasang tampang ‘malaikatnya’. “Yeoja galak!” ucapku lantang.

Yeoja itu tersenyum sinis yang-uhm- cukup menarik, ah! Maksudku menakutkan. “Namja setan!” balasnya.

“oh-dan kau ratu setan begitu?” sahutku sinis.

“neo! setan yang sesetan-setannya setan adalah dirimu! apa kau tak pernah bercermin?” runtuknya. (author : btw, kalimat setan yang sesetan-setannya setan maksudnya apa…-.-“. *plak! lupakan)

“yeoja galak! Lihat kelakuanmu! Aish… namja mana yang tahan kelakuanmu?” seruku.

Eunhyuk hyung mendelik. “Ya! Berhenti bertengkar!”

Kami berdua yang sedang panas berseru bersamaan. “Diam kau! Monyet yadong!”

Eunhyuk kaget mendapat kudeta dari kedua dongsaengnya itu. “Ya! Siapa kalian berani meneriakiku?”

Aku menjawab segera dan tak tahu jika yeoja itu juga akan menjawab bersamaan denganku. Jawaban kami terdengar seperti,

“Aku kyu-“

“Aku kyon-“

Eunhyuk tersenyum simpul. “Kenapa terdengar seperti kyukyon?” sahutnya geli. “ Hehe. Seperti pasangan saja! Kyukyon couple!” karangnya. Monyet ini ada-ada saja.

“Tidak!” bantah yeoja ini. mungkin karena lelah berdebat, ia berkata.” Aish… oppa aku pulang.” Pamitnya.

“Ya! Jangan marah. Aku hanya bercanda.” Larang eunhyuk hyung,

Namun pandangan yeoja itu melembut, “Oppa, eomma dan eonni menungguku.” Sahutnya lembut. Cih! Berbeda 180 derajat dari perangainya beberapa menit yang lalu.

“Arraseo.” Eunhyuk hyung mengangguk. “ Nanti aku akan ke rumahmu.”

Mata yeoja itu membulat. Terlihat lucu. “Untuk apa?”

“Untuk menemuimu.” Rayu monyet itu. lalu mengapa aku kesal? Sesange! Apa yang sedang terjadi padaku? Apa yang terjadi reader? (author: kyu malah nanya reader… -.-“)

“Uhm… ada urusan apa?” ujar yeoja itu malu-malu. Membuatku susah bernapas melihatnya dan ingin muntah karena mengetahui kepada siapa di tujukan ekspresinya itu.

“Aigoo mau tau saja. Pulanglah” usul eunhyuk hyung.

“Arra, arra…” tukas yeoja itu mengangguk. Mengikuti perintah eunhyuk hyung.

***

Kyondae pov-

Kalian tahu? Sekarang aku sedang merasa sangaaaaaaaat… senang!

Pertama, tadi hyukjae memelukku! Kalian dengar? MEMELUKKU! Sesange! Aku bahkan bisa merasakan abs-nya menyentuku meskipun ia sedang memakai jas. Omo! Berikan aku time mechine agar bisa kembali ke waktu itu!

Kedua, hyukjae bilang ia akan ke rumahku. Sesange! Dia bilang untuk menemuiku! Yah.. meskipun aku kedatangan sosoknya yang sering tiba-tiba datang di rumahku tanpa di undang, aku tetap senang. Bahkan saat dia berkata ia mampir hanya untuk memakan masakan eommaku yang notabenenya teman lama eommanya.

Dan-oh aku rasanya ingin mencakar tembok. Satu hal yang membuatku mual. Berdebat dengan seorang cho kyuhyun akan membuat harimu rusak sepanjang hari. Dia sungguh menyebalkan.

Ah! Bagaimana jika aku membelikannya susu stroberi? Hyukjae pasti sangat senang! Aku tersenyum senang dan melangkah riang memasuki sebuah supermarket.

Tanpa kusadari sepasang kaki jenjang terus mengikuti langkahku.

***

Author pov-

Seorang namja dengan raut wajah sebal kembali melirik arloji mahal ditangannya. Ini sudah kelima kalinya dia berdecak dalam 5 menit terakhir.

“aish! Yeoja babo! eodieseo!” ujarnya setengah geram.

Lalu setelah memastikan orang yang ditunggunya tak kunjung datang, namja itu mulai melangkahkan kaki menjauh dari kerumunan orang-orang yang memenuhi jalanan kota seoul. Yup. Namja tinggi bernama Cho kyuhyun itu sudah tak ingin menunggu lagi. Ia sudah sangat terlambat.

Tadi, saat kyondae berpamitan pulang, kyuhyun yang sudah tidak ada jadwal secara iseng mengikuti kyondae (Kyu : reader baca yang teliti dan tekankan kata ISENG!). ia melihat kyondae masuk ke dalam sebuah supermarket sambil bersiul pelan.

Baru saja kyuhyun ingin masuk, ia melihat poster dirinya di depan pintu supermarket dengan ukuran yang lumayan besar. Melihat poster dirimu di pajang super besar membuatmu merasa sedikit aneh. Dan-errrr… malu. Setidaknya itu yang di rasakan kyuhyun. Meskipun ia memakai pelindung (?) lengkap agar jati dirinya tak di ketahui, tetap saja ia aneh. Ia merasa seseorang akan mengetahui penyamarannya. Maka dari itu, dia memutuskan untuk diam di luar supermarket.

Belum 10 detik keputusannya untuk menunggu di luar, ia merasakan handphonenya bergetar.

Leeteuk hyung calling…

Kyuhyun mengangkat telfonnya sambil berjalan pelan. “waeyo hyung?………”

“……”

“ye? Ah… eo. Aku akan pulang sekarang.” Klik. Leeteuk memutuskan sambungan.

Kyuhyun sedikit sebal karena ia harus pulang. Dan dengan sedikit mengumpat, ia berjalan menjauh dari supermarket itu dan mulai menendang semua barang yang ia lewati.

Duk! Sungguh sial. Kaki kyuhyun yang panjang ternyata mengenai kaki seorang yeoja, membuatnya tersandung dan oleng.

Bruk! Yeoja itu terjatuh dan mengaduh kesakitan. Kyuhyun segera meminta maaf dan kaget karena lutut yeoja itu mulai mengeluarkan darah.

***

Kyuhyun pov-

Aigoo… apa yang kulakukan?

“aghassi! Gwaenchanda?” tanyaku khawatir.

Yeoja itu mengangguk lemah dan mencoba berdiri. Namun kemudian ia terjatuh lagi. Nampaknya kakinya terluka cukup parah.

“kajja! Aku antar ke rumah sakit!” tawarku.

“aniyo…” tolaknya. “antarkan aku pulang saja, eomma-ku seorang perawat, jadi sudah pasti bisa mengobatiku.”

“ah… guraeyo? Ne… kajja!” lalu aku memapahnya dengan lenganku.

***

Kyondae pov-

“danyeo watseumnida!” teriakku saat membuka pintu depan. Aku mencium wangi masakan eomma yang menggoda dan kaget saat melihat hyukjae sudah ada di depanku.

“aigoo! Oppa! Neo watseo? Cepat sekali?” ujarku tak dapat menyembunyikan kekagetan.

Dia hanya tersenyum lebar dan aku pun membalas senyumannya. Hyukjae-ah… berhenti tersenyum dan menularkan virus senyum itu padaku…

“ah! Eomma! Aku ingin membeli susu coklat, namun di supermarket hanya ada susu stroberi! Eottheokhae?” aku melirik hyukjae sekilas.

Aku mulai merajuk pura-pura. “aigoo… haruskah aku membuangnya?” sambil mengangkat-angkat kotak susu itu tinggi-tinggi.

Dalam hitungan detik, terdengar derap kaki terburu-buru datang ke arahku dan secepat kilat kotak susu di tanganku amblas (?). dan beralih ke tangan hyukjae.

Aku hampir tertawa melihat ekpresinya yang seperti anak kecil. Aku mengelus pelan puncak kepalanya. “Lihatlah, siapa sebetulnya yang pantas menyandang sebutan dongsaeng?” tanyaku.

“kau!” jawabnya cepat.

Aku menggeleng-gelengkan kepala dan mengajaknya keluar ke halaman menuju spot favorit kami. Bangku taman di halaman rumahku sebelah barat. Tepat dibawah pohon mahoni yang rindang.pohon ini di tanam almarhum appaku bahkan sebelum aku dan dongsaengku lahir.dan sekarang sudah tumbuh selebat ini…

“oppa…” panggilku saat kami sudah duduk di bangku taman.

“wae?” dia menjawab bahkan tanpa melihat ke arahku. Terlalu sibuk dengan gelas susu di tangannya.

“neo arro?” aku mulai berbicara. “aku dari dulu tidak suka susu stroberi.”

Dia sedikit mendongak ke arahku. Aku melanjutkan, “hajiman, aku meminumnya karena kau meminumnya. Karena kau menyukainya. Karena…” aku kehilangan kata-kata saat melihat mata hyukjae tepat dibola mataku.

“waeyo kyon-ah?” serunya lembut.

“nae-naega…” aku tergagap. Dia mulai menatapku intens. “sa-sa-sarang…”

TIN TIN!

Tiba-tiba ada klakson mobil sialan yang menghentikan ucapanku. Sesange! Tinggal sedikit lagi…

Mengapa mengutarakan perasaan sangat sulit?

Ah… sudah cukup! Aku tidak mau dihantui rasa ini lagi. Aku ingin mengutarakannya. Sekarang juga.

“oppa…” panggilku lagi. Dengan memantapkan hati aku berkata, “saranghae…”

Dia terlihat terkejut namun kemudian tersenyum. kenapa? Hatiku menjadi hangat…

“nado…” jawabnya. Seketika itu juga aku merasakan dorongan kuat untuk melompat-lompat. Namun aku berusaha mengendalikan diriku.

Dia mulai melanjutkan perkataannya. “eotthe? Kau sudah senang sekarang?” tunggu dulu. Aku sedikit curiga. Mengapa seperti ini. jangan katakan kalau…

“aigoo… nae yeodongsaeng memang sangat manja. Katakan saja kalau kau ingin di belikan susu coklat. Arra, arra…” sahutnya sambil memegang puncak kepalaku. Lalu dia berjalan pelan masuk ke dalam rumahku. Dorongan yang tadi aku rasakan berubah. Sekarang aku merasakan dorongan air mataku yang ingin meluncur turun. Eomma… mengapa dia tak mengerti perasaanku? Eottheokhae?

Aku merasakan air mataku mulai menetes. Oh-tidak. Jangan menangis kyon-ah… jangan menangis….

***

Eunhyuk pov-

Oh Tuhan… aku melihat punggung kyondae bergetar hebat. Aku tahu dia akan atau bahkan sedang menangis. Eomma… aku membuat seorang yeoja menangis. Eottheokhae? Nae yeodongsaeng…

Mianhanda kyon-ah… bukannya aku tak mengerti perasaannya. Aku tahu itu. bahkan sejak 14 tahun yang lalu. Namun, aku tak ingin membuatnya terluka lebih dalam. Lebih baik dia berpikir aku tak menyadari perasaannya dari pada dia mengetahui aku menolak perasaannya karena telah mempunyai yeoja yang mengisi hatiku. Mianhae saengie…

Belum sempat berpikir lebih jauh, aku mendengar rintihan yeoja di luar. Aku kaget. Mengira kyondae terluka atau semacamnya. Namun saat ku membuka pintu kulihat seorang namja berpakaian serba hitam memapah yeoja yang sangat ku kenal. Yah… bagaimana tidak. Itu yeoja yang telah memporak-porandakan hatiku dan mengambilnya.

Aku melihat lututnya yang mengucurkan darah segar telah setengah kering. Aigoo… apa yang di lakukan namja brengsek ini pada yeojaku?!

Aku segera berlari. “daena-ah….” Aku menahan napas saat melihat daena pucat. Langsung ku ambil lengannya dari namja itu membuatnya sedikit tersentak.

Aku menatap namja itu sinis namun namja itu malah menyapaku heran, “eunhyuk hyung?”

Aigoo… kenapa suaranya mirip kyuhyun? Apa aku sedang bermimpi? Ah… terserahlah… aku harus membawa daena masuk ke dalam rumah tanpa member kesempatan namja itu bicara.

***

Kyuhyun pov-

Aigoo… apa-apaan ini? eunhyuk hyung ada disini? Apa yang dia lakukan? Terlebih lagi dia menatapku sinis! Aish…

Ah! Tas yeoja itu… aku lupa! Eottheokhae? Apa aku masuk? Tapi jika eunhyuk marah bagaimana? Karena akan sangat jarang kau melihatnya marah. Eottheokhae?

aku yang sedang bingung harus melakukan apa, lalu mendengar suara isakan yang tertahan di sebelah barat rumah ini. yah… aku sedikit penasaran.

Lalu aku melangkah pelan menuju sumber suara. Aku menatap punggung yeoja yang sedikit berguncang. Kurasa ia sedang menangis.

Kenapa ini? mendengar tangisannya membuat sudut hatiku kelu. Tuhan,,, tangisannya membuatku tak tahan untuk tidak memeluknya. Entah karena angin apa, aku mendekatinya dan berlutut di depannya.

“uljima saengie…” ujarku tanpa bisa ku cegah.

Yeoja yang tadinya menunduk mulai mengangkat wajahnya. Aku melihat air matanya terus mengalir. Namun matanya melebar mendengar-atau melihatku ada disini.

Melihat dia tidak berontak, aku menatapnya lembut dan berkata lagi, “uljima saengie… uljima…” aku kemudian mendekap tubuh yeoja itu ke dalam pelukanku. Berharap memberikannya kehangatan dan menjalar lewat pelukan hangatku.

***

Author pov-

Kedua orang itu berpelukan hampir sepuluh menit. Kyuhyun berusaha menyelami isi hati kyondae. Bertanya-tanya mengapa yeoja galak ini bisa menangis seperti ini. kyuhyun-entah mengapa menikmati pelukan mereka tersebut. Namun rasa pegal dan kesemutan yang menjalar dari kakinya yang sedari tadi dijadikan sebagai tumpuan membuatnya sedikit oleng dan terpaksa melepaskan pelukannya. Sambil terus meruntuki kakinya dalam hati ia memandang kyondae yang sudah sedikit tenang. Paling tidak ia tidak menangis lagi.

“ya! Namja setan! Apa yang kau lakukan disini?” tanya kyondae seakan baru sadar siapa yang ada di depannya.

“ya! Mengapa kau menyebutku namja set-“ kyuhyun terdiam. Mencoba menerka sesuatu. “chankkaman! Bagaimana kau tahu jika ini aku? Aku bahkan belum membuka masker dan kacamata hitamku!”

Kyondae tersentak. Ia memiringkan kepalanya dan menerawang. Aneh… kenapa aku bisa tahu kalau itu dia? Kenapa? Aku tidak mengenalnya. Bahkan jika hyukjae yang mengenakan penyamaran seperti ini, aku belum tentu bisa mengenalinya. Aku hanya tahu kalau dia itu cho kyuhyun. Aku tak tahu mengapa. Aku… hanya tahu saja. Mataku mengenalinya. Hanya tak tahu mengapa.

Kyondae terdiam tak bisa menjawab. Namun dengan cepat ia mengalihkan pembicaraan. “molla! Hajiman, kau sedang apa di rumahku?”

“jadi ini rumahmu?” kyuhyun membulatkan matanya. “tadi… aku membawa seorang yeoja dan-uhm-“ kyuhyun ragu untuk mengatakan bahwa ia membuat yeoja itu terluka. “dia terluka… jadi… aku membawanya kemari…”

“YEOJA?!” teriak kyondae. “omo! Eonni!” kyondae langsung berlari masuk rumah dan meninggalkan kyuhyun sendiri di taman rumahnya.

Hallo… apakah aku seseorang yang tak kasat mata? Mengapa semua orang meninggalkanku?
Batin kyuhyun (author : pukpuk. Sabar kyu *ngasi permen*)

***

Kyondae pov-

Apa yang ku dengar? Eonni terluka? Aigoo…

Saat akan menaiki tangga, aku melihat eomma keluar membawa kotak obat. “eomma… eonni…” sahutku terengah-engah.

Eomma tersenyum dan mengelus pipiku. “tenanglah… eonni gwaenchana. Dia sudah tidur.” Ujar eomma yang membuatku menghela napas lega.

“hajiman, chagi, matamu kenapa? Apa kau habis menangis?” tanya eomma khawatir.

Aish… kyondae babo! Bagaimana kau bisa muncul di depan eomma dengan keadaan seperti ini? “ani-aniya eomma… aku tadi sedikit kelilipan. Omo! Eomma! Masakan eomma!” alihku.

Eomma terlihat gelagapan. “aigoo… benar juga! Aish… eomma lupa!” kemudian eomma segera berlari ke dapur tanpa menoleh kebelakang lagi.

Fiuh,,,, aku melanjutkan langkahku menuju kamar eonni yang pintuny sedikit terbuka. Samar-samar aku mendengar seseorang sedang berbicara. Sangat pelan. Namun entah mengapa membuatku sesak.

Hyukjae.

Dia sedang duduk di samping kasur eonni dan menggenggam erat tangannya. Sesekali diciumnya tangan itu. ada apa ini?

Aku mendekat. Aku tidak bermaksud mencuri dengar atau semacamnya. Namun aku-

“daena-ah…” aku sedikit tersentak mendengar suara hyukjae. Kenapa suaranya memanggil eonni begitu lembut?

“chagi…” aku membulatkan mataku sepenuhnya saat mendengar hyukjae mengatakan itu. geumanhae hyukjae!

“neo arro? Aku selalu memikirkanmu. Aku selalu khawatir padamu. Aku selalu mencintaimu…”

Bruk! Aku terjatuh. Dan parahnya dengan suara yang cukup keras. Ku rasa hyukjae mendengarnya dan menyadari bahwa ada penguping. Saat mendengar langkah kakinya yang mendekat, aku buru-buru bangkit dan berlari keluar rumah.

BRUK! Aku jatuh untuk kedua kalinya dan kali ini cukup keras karena aku menabrak tubuh seseorang yang jangkung.

Aku kembali harus menahan air mataku agar tidak tumpah di depan kyuhyun untuk kedua kalinya. Aku mencoba bangkit dengan sisa kekuatan yang ada namun aku gagal. Pertahananku runtuh. Aku menangis.

Lalu terdengar suara hyukjae dari dalam rumah memanggilku. Tidak… aku belum siap. Mataku belum siap melihatmu hyukjae. Jebal… jangan kemari…

Kyuhyun yang sedari tadi melihatku cemas mulai menarik tanganku cepat dan membawaku berlari menuju jalanan yang ramai dan menjauh dari rumahku.

***

TBC

Kya! FF apa ini? kenapa aneh begini? Aaaah…. Sudahlah! RCL! Kalo nggak RCL author kutuk nggak ketemu bias *evilaugh*

Kidding ^^

Tetep RCL kan? Tink tink *kedipin mata*

Poppo reader satu-satu, reader muntah berjamaah!

*Bow bareng yeye

2 thoughts on “SERIES :: Sorry, But I Love Him [Part 1]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s