FF I HAVEN’T ANY CHOICE PART 9

TITLE : I HAVEN’T ANY CHOICE (PART 9)
AUTHOR : Nila
Fb : http://www.facebook.com/nila.siiuletnangka
Twitter :@NyieLa
GENRE : romance, komedi (?)
CAST :
1. Choi Yong Won
2. Lee Donghae
3. Cho KyuHyun
4. Kim Jong Woon
5. Kim Heechul
6. other super junior’s member
LENGHT : series
RATING : PG 15
DISCLAMER : ALL OF THEM is my special cast, especially Kim Jong Woon,nae nampyeon😀
NB : terima kasih buat para reader yang menyempatkan diri untung membaca FF abal-abal ini, ini adalah FF series pertama, soalnya author nggak pede. Biasanya Cuma buat oneshot atau twoshot. Takutya kalo series otak author macet ditengah jalan. jadi di mohon kritik dan sarannya.

HAPPY READING……

Yongwon pov-

Tiba-tiba saja sebuah lengan kekar menyentuh pinggangku, lalu beralih ke perutku dan melingkarinya sehingga kami berada di dalam posisi back hug. Donghae oppa.

“oppa… lepaskan. Eunhyuk oppa sudah menelfonmu terus. Kajja kita kembali!” ajakku.

“arraseo. Tapi biarkan seperti ini dulu… “ pintanya manja. Aku hanya tersenyum.

Donghae oppa mencium puncak kepalaku dan berbisik, “saranghamnida yongwon-ah…” lalu membalikkan badanku. Pandangannya menyiratkan sebuah permintaan atas pernyataannya tadi.

Dengan gugup namun pasti, aku berkata, “nado… saranghandago oppa…”

Dia kembali memelukku. Kali ini erat, bahkan sangat erat sehingga aku tidak dapat bernapas. Ah… aku suka wangi tubuhnya.

Tuhan… bisakah terus seperti ini?

***

Sesampainya diapartemen, donghae oppa keluar dari mobil dengan telah mengenakan penyamarannya. Selanjutnya yang dia lakukan malah menggandeng tanganku.

Hei-ini tempat umum. Bisakah kau tidak membuatku malu sebentar saja?

Seakan bisa mendengar pikiranku, donghae oppa menghentikan langkahnya tiba-tiba dan berbalik menghadapku. Hampir saja aku menabrak badannya yang penuh dengan otot-otot yang tersusun sempurna.

“jangan berpikir macam-macam. Ingat, kau itu yeojachinguku mulai sekarang. Jangan merasa malu. “ ujar donghae oppa lembut.

Aku tertohok. Mengapa dia sangat mengerti apa yang kurasa? Apa dia paranormal bersertifikat atau semacamnya?

Belum sempat aku berpikir lebih jauh, tangannya menarik tanganku dan berjalan menuju lift.

Ketika pintu lift hampir menutup, kulihat ada tangan yang menghalanginya. Sesosok tubuh masuk ke dalam lift dan menatapku. Yesung oppa. Entah mengapa meskipun dia masih memakai masker, aku dapat melihat wajahnya sedang muram. Sorot matanyapun terlihat sedih. Oppa, wae gurae?

Lalu kurasakan tangan donghae oppa mulai menyusup di punggungku. Merangkul tubuhku untuk lebih mendekat padanya.

Lalu pandangan yesung oppa berpindah. Awalnya dia memandangiku, lalu entah kenapa dia kemudian memandang langit-langit lift. Suasana hening tercipta. Ada apa ini?

Saat sudah sampai di lantai 12, kulihat yesung oppa melepas maskernya dan tersenyum padaku. “annyeong yongwon-ah…” pamitnya. Saat pintu lift menggeser tertutup, baru kusadari bahwa donghae oppa masih merangkulku.

“ya! Oppa! Bukankah kau ada pekerjaan? Mengapa kau tidak keluar?” seruku kaget.

Bukannya menjawab, donghae oppa malah menarikku ke dalam pelukannya dan dapat kurasakan hembusan napasnya ditelingaku. Membuatku merinding. “bogoshipoyo chagiya…” ungkapnya penuh perasaan.

Aku melepaskan pelukannya dan tersenyum. “nado oppa…”

Sejenak kami terdiam, donghae oppa malah mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aigoo… jangan katakan bahwa dia akan-

TINK!

Pintu lift bergeser pelan. Tanda bahwa kami sudah sampai di lantai 13. Dia melenguh panjang tanda dia sebal. Aku mulai melangkahkan kakiku keluar namun tanganku ditariknya. Aku memandangnya lembut dan dia mulai melepas tangannya.

“annyeong oppa…” pamitku. Sebelum dia sadar apa yang terjadi, kucium pipinya cepat dan keluar dari lift yang pintunya bergeser menutup.

Namun sebelum pintu lift benar-benar tertutup, aku melihat donghae oppa yang terkejut dan mengelus pipinya yang kucium tadi. Aku tersenyum melihat tingkahnya.

Aku berjalan menuju apartemenku dan hendak memencet tombol-tombol angka yang membentuk password apartemenku.

“annyeong haseyo…” sapa seseorang di belakangku.

Aku berbalik dan mendapati seorang berseragam kurir sedang membawa rangkaian bunga besar.

“ah… ye. Annyeong haseyo ahjussi.” Aku menyapanya.

“apakah anda Choi Yongwon-ssi?” tanya ahjussi itu hati-hati.

Aku mengangguki. “ne. ahjussi.”

Ahjussi itu tersenyum. “ah. Choi yongwon-ssi. Ada paket untukmu.” Sahut ahjussi itu. “tolong tanda tangan untuk penerima disini.”

Aku yang masih bingung hanya melakukan apa yang ahjussi itu perintahkan.

Lalu satu buket besar bunga mawar itu beralih ketanganku. Berat. Aku memasukkan password apartemenkupun kesusahan. Aigoo… siapa yang mengirimkan bunga ini?

Saat telah berhasil masuk dengan selamat, aku menaruh bunga itu dipintu depan, menaruh tas dan jaket yang ku kenakan. Mataku kemudian beralih kea rah kertas kecil yang diselipkan diantara tangkai bunga mawar merah itu. saat mengambilnya, kurasakan ada duri yang mengiris kecil jariku.

“auch!” ujarku meringis kesakitan. Ku buka lipatan kertas itu dan mulai membacanya.

“dear, yongwon. Oh-pertama-tama aku ingin memperingatkanmu untuk hati-hati terhadap duri. Bisa-bisa jarimu tertusuk atau semacamnya,” aku diam sejenak. “peringatanmu telat tuan pemberi bunga, nyatanya jariku sudah tertusuk.”

Dear yongwon, Oh-pertama-tama aku ingin memperingatkanmu untuk hati-hati terhadap duri. Bisa-bisa jarimu tertusuk atau semacamnya, aku mengirimkan bunga ini karena aku ingin kau menjadi mengerti perasaan seseorang.
Ttd,

Teman dari seseorang yang menyukaimu .

Siapa pula orang ini? nama pengirimnya tak jelas. Aigoo…

***

Someone pov-

Kuharap yongwon menerima bunga pemberianku. Mulai sekarang, aku akan melakukan semua ini. aku tahu ini bukan salah yongwon. Tapi tetap saja aku harus melakukan ini, mianhae yongwon. Jika kau tidak membuat semua orang yang kusayangi menjadi menyukaimu, mungkin kita akan menjadi teman akrab.
Sekali lagi, mianhae…

***

Kyuhyun pov-

Kemana donghae hyung? Aku harus menanyakan sesuatu padanya. Sebelum semua terlambat.

Kulihat eunhyuk hyung sedang mondar mandir di ruang tamu. Aku menghampirinya. “ya, monyet! kau kenapa?” panggilku dengan sedikit berteriak.

Dia terkejut. Lalu dengan gelagapan dia menjawab, “oh, kyuhyun. A-aku… ah…” dia seperti kehilangan kata-katanya. Aku jadi curiga. Mengapa dia tak marah aku memanggilnya dengan sebutan monyet?

Kemudian terdengar pintu depan terbuka. “danyeo watseumnida… (aku pulang)” sahut yesung hyung lemas.

“wae gurae hyung?” aku mendekatinya dengan hati-hati.

“geunyang (hanya)…” dia melihat ryeowook hyung yang melintas dan langsung melangkah pergi mengikutinya.

Aish… kenapa dengan semua orang hari ini? kemana monyet itu? bukankah aku ingin menanyakan donghae hyung, namun dia malah menghilang.

Aku berjalan pelan ke arha dapur untuk minum. Lalu terdengar suara berbisik-bisik milik ryeowook hyung dan yesung hyung.

“…ya… mereka sedang pergi ke mokpo…” suara bisikan ryeowook hyung terdengar pilu.

“,… baguslah. Aku bertemu dengan mereka di lift.” Yesung oppa menyahut.

Suara ryeowook hyung tidak terdengar. Lalu yesung hyung berbicara lagi. “dia benar-benar memberitahuku dengan kode itu. mereka telah berpacaran.”

“apa? Mereka berpelukan? Di depanmu?” tanya ryeowook hyung. Chankkaman. Siapa yang berpelukan?

“ani… donghae merangkulnya. Dia merangkul yongwon….” Aku terdiam mendengar ucapan yesung hyung. Setelah kalimat itu, aku tidak dapat mendengar apapun lagi.

donghae merangkulnya. Dia merangkul yongwon…. Merangkul yongwon…

andwae, andwae, andwae! Kenapa kalimat itu uterus mengiang-ngiang ditelingaku? Aku segera berlari keluar. Keputusanku salah. Karena saat itu aku melihat donghae hyung yang berjalan keluar dari lift.

donghae merangkulnya. Dia merangkul yongwon….

Aku tak bisa berpikir jernih. Saat ini yang aku lakukan adalah mendekati donghae hyung dengan langkah limpung, donghae merangkulnya. Dia merangkul yongwon….

Aku menatapnya bengis. Berani sekali dia merangkul yongwon. Yongwonku!

“kyu-ah… “ dia menyapaku, lalu kubalas dengan menjatuhkan diri di atas badannya. Menahan badannya dan mulai memukulnya. Dia terlihat bingung namun dia tidak melawan.

“kenapa kau diam saja? Ya!! Lee donghae ! ayo berkelahi denganku!” tantangku. Dia hanya diam. Mengira aku sedang mengerjainya seperti biasa.

Amarahku memuncak. Ini pertama kalinya aku ingin membunuh seorang Lee donghae.

Bruk! Aku memukul rahangnya.

Bruk! Aku memukul perutnya. Menendang kakinya, menghantam dadanya.

Bruk! Aku mengenai ulu hatinya. Dia terlihat kesakitan. Aku tertawa mengerikan.

“ya…. Lee donghae! Lihatlah dirimu! Itulah akibat yang kau terima karena telah merebut milikku!” teriakku sepanjang koridor apartemen kami.

Suara kaki berhamburan keluar dari dalam apartemen. Aku tak dapat mengenali siapapun. Aku hanya ingin menangis. Ya… menangis. Mengapa…. Mengapa?

“Ya! Kyuhyun! Michiyeoso?!” teriak-entah siapa.

Aku hanya tertunduk dan menangis tersedu-sedu. Seseorang memegang pundakku. Eunhyuk hyung. “ya! Monyet! Urus saja ikan mokpo kesayanganmu itu! jangan pedulikan aku. Benar akulah yang memukulnya. Lihat apa yang kulakukan padanya.” Ucapku lemah. Air mata mulai turun mengaliri pipiku.

Grep! Apa yang monyet ini lakukan? Mengapa dia malah memelukku? Aku mendorongnya. “Ya, ya… apa yang kau lakukan? Kau tidak lihat sahabatmu menderita?”

“ne, ne… arrayo…” dia kembali memelukku. Matanya sudah banjir dengan air mata.

“aku yang memukulnya hyung…” dia mengangguk dan mempererat pelukannya.

***

Author pov-

Ryeowook sedang merawat donghae yang terluka di kamarnya. Dan karena perintah lee soo man, dokterlah yang datang ke apartemen super junior. Demi menghindari paparazzi yang mungkin akan menemukannya dalam keadaan parah karena pemukulan yang dilakukan oleh dongsaengnya di super junior.

Yesung masuk ke kamar donghae. “bagaimana keadaannya?” tanyanya khawatir.

“seperti yang kau lihat hyung…” ucap ryeowook pasrah melihat donghae yang belum sadar.

“sebenarnya apa yang ada di dalam pikiran kyuhyun sampai-sampai ia menghajar donghae sampai seperti ini…” yesung mulai bergumam. Ryeowook yang duduk di samping ranjang donghae terdiam. Haruskah ia memberitahu semuanya?

Tiba-tiba suara di luar terdengar ribut. Ternyata lee soo man sajangnim datang untuk mengeksekusi kyuhyun.

Semua member duduk di depan sooman sajangnim. “nah. Cho kyuhyun. Bisakah kau jelaskan apa yang terjadi?” matanya menatap kyuhyun tajam.

“jawab! Kau mau di peti es kan seperti kangin dahulu?” bentak sooman karena kyuhyun tak juga menjawab.

“aku…” kyuhyun mengeluarkan suara.

“aigoo sajangnim. Tenanglah dahulu, kyuhyun pasti sedang bercanda, benar kan kyuhyun-ah?” tanya leeteuk.

“ah.. ye… anda tahu kan jika kyuhyun senang mengerjai hyungnya?” tambah yesung.

“tapi kali ini sudah bukan terhitung sebagai candaan! Ini criminal!” bentak sooman. “ adegan kyuhyun menghajar donghae terekam cctv apartemen ini! kami membeli rekaman itu dan mencoba meredam beritanya. Namun nyatanya banyak yang curiga! Apalagi resepsionis mengatakan donghae pulang bersama seorang yeoja sebelum terjadi pemukulan! Ada apa ini?” bentak sooman.

“aku… mencintai yeoja yang donghae hyung pacari…” aku kyuhyun akhirnya.

“MWORAGO?!” yesung dan semua member berteriak kecuali ryeowook, eunhyuk dan sungmin.

“kau menyukai yongwon?” sahut heechul.

“yongwon? Nugu ya?” tanya sooman.

Leeteuk sang leader menceritakan awal perjumpaan hingga perjalanan persahabatan mereka dengan yongwon…

***

Someone pov-

Dear yongwon, jebal. Pergilah jauh-jauh dari kehidupan kami. Aku tidak ingin masa indah kami berganti menjadi masa suram. Kumohon pergilah dari kehidupan kami…
Ttd,
Teman dari seseorang yang menyukaimu .

***

Yongwon pov-

Aku kembali mendapat bunga dan surat dari seseorang itu. apa maksudnya? Ah… molla.

Aku sedang membersihkan apartemen ketika imo datang dengan tergopoh-gopoh membawa selusin majalah.

“yongwon! Igo bwa! (lihat ini)” jerit imo sambil mengatur napasnya.

“mwol bwa? (lihat apa?)” tanyaku.

“semua surat kabar memberitakan kyuhyun menghajar donghae hingga pingsan! Semua menjadi headline surat kabar! Dan-lebih parahnya lagi, di sebut-sebut yeoja bernama choi yongwon sebagai penyebab perkelahian tersebut.”

Aku merosot jatuh. Perkelahian? Donghae? Kyuhyun? Pingsan? Bagaimana keadaannya? Aku segera berlari menuju lantai 12. Aku berlari melewati tangga. Namun belum sempat aku sampai, sebuah tangan menarikku kembali.

Yesung oppa.

“kajima hajimara! Ada banyak wartawan disana! Jika mereka menemukanmu dan memotret dirimu, kemungkinan besar elf akan berbondong-bondong kemari dan mencakarmu atau apapun untuk menyiksamu. Neo arro?!” bentak yesung oppa.

“hajiman… donghae oppa…” sahutku lemah.

“dia baik-baik saja. Dia sedang makan ditemani ryeowook dan eunhyuk.” Jelasnya.

Aku menghembuskan napas lega. Paling tidak dia sudah sadar. Aku menatap yesung oppa. Meminta penjelasan. Lalu dia menggiringku kea tap.

***

Yesung pov-

Aku sudah tidak tahan lagi. Hari ini semua harus selesai. Aku akan memberitahu yongwon semua. Persetan apakah memberdeul akan mengecam perbuatanku.

“yongwon-ah…” aku memulai percakapan. “kau tahukan bagaimana perasaan donghae padamu?’

Dia mengangguk. “lalu…” aku mencari kata-kata yang tepat untuk menjelaskan padanya. “kyuhyun… kyuhyun juga merasakan hal itu padamu. Hal yang sama dengan apa yang dirasakan donghae padamu..” akhirnya aku mengatakannya!

“mwoya?’” dia terlihat terkejut namun aku tak punya waktu lagi. “mian, aku harus pergi. Kurasa sooman sajangnim akan memutuskan akan memeti eskan kyuhyun apa tidak hari ini.” aku segera berlari ke pintu keluar.

Namun saat aku sudah membuka gagang pintu hendak keluar, aku berbalik dan berteriak. “kau tahu yongwon-ah? Bukan mereka saja yang merasakan hal itu. AKU juga merasakan hal yang sama padamu. AKU MENCINTAIMU!” lalu aku pergi dan berlari turun ke lantai 12.

TBC….

Ah… nggak pake lama deh! RCL yo!

*bow*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s