When Love Meets You (Chapter 2)

Chapter 2:

Saran seorang sahabat

Yesung tidak dapat berkonsentrasi sepanjang sisa hari itu. di kelas komposisi, Ia hampir lupa akan komposisi lagunya yang baru selesai setengahnya. Pikirannya disibukkan oleh senyuman seorang yeoja sampai akhir kelas komposisi.

Dan di kelas vocal, kelas terakhirnya hari itu, ketika Cho seonsaengnim menyuruh mereka untuk berlatih tentang melatih relative pitch, (yakni pelajaran tentang melatih kemampuan siswa untuk membandingkan pitch satu dengan lainnya sehingga dapat tercipta harmonisasi pitch yang baik. (*pitch adalah titik nada)) yesung sedang memikirkan tentang cara yeoja itu tertawa. Tawa yang sebenarnya, bukan tawa yang dibuat-buat seperti tawa siswi dari divisi drama saat sedang memainkan perannya di atas panggung. Dan tawanya tidak ada sangkut pautnya dengan penampilannya yang aneh dan culun… atau perkiraannya salah?

Saat ia sedang berpikir tentang hal itu, dia tiba-tiba meneriakkan pitch yang salah dan membuat Cho seonsaengnim melotot ke arahnya. Itu tidak hanya membuatnya mendapatkan hukuman, namun juga berbagai macam cacian yang tertahan dari mulut Cho seonsaengnim. Hal itu tergambar jelas dari mata Cho seonsaengnim yang seakan-akan melancarkan sinar radiasi berbahaya.

Tidak ada yang menyadari bahwa yesung sedang berkelakuan aneh. Tidak seorangpun, kecuali, Kim Ryeowook.

Ryeowook membawa yesung ke sudut ruangan setelah pelajaran Cho seonsaengnim berakhir dan meminta penjelasan tentang kelakuannya yang diluar kebiasaan. Biasanya yesung akan sangat antusias bila menyangkut kelas vocal. Yah, mungkin kecuali tentang pengajarnya yang terkenal evil, yakni cho kyuhyun seonsaengnim.

“nah hyung, apa yang terjadi? Neon isanghada hyung (kau aneh hyung).” ryeowook bertanya dengan tampang takut-takut melihat yesung duduk didepannya saat makan siang. Yah.. pada akhirnya ryeowook mengajak yesung berbicara empat mata dikantin. Meskipun kenyataannya aka nada banyak orang di kantin siang hari itu, siswa siswi di sekitar mereka tidak akan peduli tentang duo cupu dari kelas music bicarakan.

Yesung bergerak risih ditempat duduknya, ia tahu jika ryeowook sedang khawatir padanya. Dia tidak akan berhenti sampai ia mendapatkan jawaban dari mulut yesung.

“mu-musun s-seuriya?” ujar yesung ketakutan, takut bahwa ryeowook akan tahu cepat atau lambat.

Tapi ryeowook tidak dapat dikelabuhi hanya dengan acting yesung yang pas-pasan. “Oh hyung, jebal, jangan remehkan intuisiku. Kau biasanya mendengarkan seluruh kata-kata yang keluar dari mulut Cho seonsaengnim. Hajiman, oneul (tapi hari ini) kau sama sekali tidak memperhatikannya. Dan kau hampir membunuh cho seonsaengnim dengan nada G5 atau yang lebih tepat di sebut teriakan! Omo! Jigeum, daedabwaejwo! museun iriya sasil? (sekarang, tolong jawab! Ada apa sebenarnya?)”

Yesung memperlihatkan raut wajah yang tersiksa, yang sebetulnya tidak terlihat benar-benar real. Yesung mengisyaratkan agar ryeowook mengecilkan suaranya. Dan  ryeowook mengerti. Kemudian dengan berbisik, ia berkata, “museun iriya hyung? Gwaenchanda?”

Yesung mengangguk.

“jadi, ada apa?” ryeowook tetap memaksa. “apakah cho seonsaengnim mengancam akan memberimu D?”

Yesung menggelengkan kepalanya.

“apakah dia mengubah kertas jawabanmu menjadi surat berdarah?”

Yesung kembali menggeleng. Kali ini dengan sedikit tatapan tidak percaya mendengar imajinasi ryeowook yang berlebihan.

“atau-apakah ini masalah yeoja?”

BLUSH! Yesung merona dan dia tiba-tiba tertarik melihat makanan didepannya. Hal itu semata-mata hanya untuk menghindari tatapan ryeowook. “uhm… aniya?” kata-kata yesung yang keluar lebih terdengar sebagai pertanyaan dari pada respon.

Ketika yesung mengangkat kepalanya, dia melihat ryeowook tersenyum, tepatnya tersenyum bangga karena tebakannya tepat. “jadi? Apakah hyung berencana memberitahuku namanya?”

Yesung mempertimbangkan ini. ryeowook selalu ada untuknya. Yesung mempercayai ryeowook selama 2 tahunnya di sekolah Seoul International Art High School dan yesung selalu meminta bantuannya. Ryeowook adalah teman pertamanya disekolah ini dan dialah yang berteman dengannya tanpa memandang siapa dirinya. Yesung memutuskan.

“Hotaru Ai, namanya Hotaru Ai,” sahut yesung cepat, dengan mata tertutup.

Ryeowook menahan senyumnya ketika melihat yesung mulai membuka matanya. “divisi?”

“Tari.”

Ryeowook mulai mengetuk-ngetuk meja dengan jari tangannya, tampak berpikir. “Hotaru Ai?” ulangnya, lebih kepada dirinya sendiri. “Hmmm… kenapa terdengar sangat familiar, hajiman aku tidak berpikir pernah bertemu dengannya.” Dia bangkit dan mulai berjalan mondar mandir sambil bergumam, “Hotaru Ai…”

Yesung menatap piringnya, merasa ragu akan apa yang telah ia lakukan. Memberitahu ryeowook tentang seorang yeoja yang mungkin ia sukai…

 ***

Ketika yesung berjalan pulang melewati gerbang, dia melihat ryeowook sedang berbicara dengan Im Yoona, salah satu hoobae mereka di divisi tari. Yesung ingin berbalik dan menjauh, namun ryeowook menangkap siuletnya.

“hyung!” ryeowook berteriak ke sebrang lapangan, tempat yesung berada.

 Yesung sudah sangat ketakutan sepanjang hari akan hal ini. dia-memungkinan akan duduk manis dan berbicara tentang perasaannya kepada Hotaru. Dia bahkan tidak yakin perasaan macam apa yang ia rasakan! Tapi, itu adalah ryeowook. Dia tidak akan bisa lari darinya. Akhirnya yesung berjalan lunglai menuju pintu gerbang, bersiap menerima introgasi..

“coba tebak, hyung?” tanya ryeowook ketika mereka duduk dibangku taman sebelah UKS. Ryeowook tidak menunggu jawaban yesung dan langsung berkata, “Yoona tahu siapa Hotaru Ai!”

Sedikit berita tersebut membuatnya hampir terjungkal dari kursinya. “jeongmalyo?” tanya yesung, dengan sedikit terkejut, bingung, dan kagum melihat seberapa cepat ryeowook mencari informasi.

“ne,” seru Yoona. “Dia seangkatan denganku. Aku berbicara dengannya kadang-kadang, tidak terlalu sering, tapi aku pernah. Dia tipe yeoja yang cool, tetapi sedikit aneh dan nyentrik. Hajiman, dia sangat keren ketika sedang melakukan dance. “

Cairan asam diperut yesung bergejolak, saat Yoona mengatakan Hotaru aneh. Dia tidak bisa tinggal diam begitu saja. Dia merasa seperti berteriak pada Yoona, berkata padanya, “dia tidak aneh! Itu hanya kesalahpahaman!” setelah ia dapat mengendalikan kembali emosinya, dia berkata, “Oh, ok.”

“ngomong-ngomong, kenapa kalian tertarik pada dancing monster Ai?” tukas Yoona, dan kemudian melihat alis mata yesung sedikit terangkat. “yesung sunbae?” Yoona melanjutkan, “apakah ada yang kau sembunyikan dariku?”

Yesung merunduk dan menggumamkan kata yang terdengar seperti, “Mungkin….”

Yoona memandang yesung penasaran dan mengguncang tangan yesung. Meminta jawaban. “mwo? mwoya?”

Yesung tidak merasa akan menjawab, namun bersyukurlah karena ryeowook menyelamatkannya dari situasi ini.

“yesung hyung…sedang merasakan… perasaan tertentu untuk, uhm, yeoja tertentu.”

“Oh…,” angguk Yoona, seakan mengerti sesuatu. Lalu ia mulai tersenyum jahil. “kau seharusnya hanya tinggal memberitahuku sunbae.”

Yesung ingin mengatakan kepadanya bahwa itu tak semudah yang ia ucapkan, namun Yoona tetap melanjutkan.

“neo arro? Aku bisa pergi berbincang dengannya. Aku dapat mencarinya dan menanyakan beberapa pertanyaan.” Yoona tersenyum dan melihat kea rah ryeowook dan yesung. “ide yang bagus bukan? eotthe?”

Yesung sudah sangat bosan dengan percakapan ini. dia hampir menyerah dan menanyakan kepada kedua temannya apa yang sebaiknya ia lakukan. Tapi itu hanya sampai ia memikirkan kemana rencana ini akan berlangsung.

“andwae, andwae, andwae!” tolak yesung. Ia lalu meraih segala sesuatu yang dapat menutupi wajahnya yang memerah. Dia bergumam tak jelas dari balik tas yang ia pakai untuk menutupi wajahnya, gumamannya terdengar seperti “apa yang harus kulakukan?”

Ryeowook bertukar senyum dengan Yoona, dan kemudian berujar, “itu sangat mudah hyung. Kau hanya perlu menjadi dirimu. Hotaru pasti lebih menyukai dirimu yang sebenarnya.”

“ne,” sahut Yoona, sepaham dengan Ryeowook. “aku pernah bertemu dengannya sunbae, dan dia bukanlah tipe yeoja yang susah didekati.”

Dengan suara sedikit teredam, Yesung menanggapi, “bagaimana itu bisa membantu?”

Yoona mengedipkan sebelah matanya pada Ryeowook dan berseru, “dia akan berusaha mengetahuimu lebih baik, geokjeongma (jangan khawatir) aku mempunyai firasat bahwa dia akan mengetahui siapa dirimu secepatnya.”

Yesung menatap mereka tulus, berpikir bahwa ketika Tuhan menciptakan seorang sahabat, Tuhan seharusnya menulis instruksi untuk selalu bersama mereka.

 

TBC…

wkwk. aneh bener nih FF. nggak yakin juga deh sama nih gaya FF. berasa berat amat ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s