FF I Haven’t Any Choice Part 8

TITLE : I HAVEN’T ANY CHOICE (PART 8)
AUTHOR : Nila
Fb : http://www.facebook.com/nila.siiuletnangka
Twitter :@NyieLa
GENRE : romance, komedi (?)
CAST :
1. Choi Yong Won
2. Lee Donghae
3. Cho KyuHyun
4. Kim Jong Woon
5. Kim Heechul
6. other super junior’s member
LENGHT : series
RATING : PG 15
DISCLAMER : ALL OF THEM is my special cast, especially Kim Jong Woon,nae nampyeon😀
NB : terima kasih buat para reader yang menyempatkan diri untung membaca FF abal-abal ini, ini adalah FF series pertama, soalnya author nggak pede. Biasanya Cuma buat oneshot atau twoshot. Takutya kalo series otak author macet ditengah jalan. jadi di mohon kritik dan sarannya.

HAPPY READING……

Kyuhyun pov-

Pikiranku kacau. Aku hanya terdiam memikirkan apa yang terjadi kemarin? Apa hubungan donghae hyung dan yongwon? Aaaargh! Bahkan psp ku tak kusentuh sedikitpun! Mengapa kau membuatku gila seperti ini yongwon?!
Sungmin hyung yang melihatku murung mendekatiku. Jangan mendekat hyung… aku sedang tidak berselera untuk berbicara dengan siapapun.

“kyu, kau kenapa? Sakitkah?” tanyanya khawatir.

“ani… aku baik-baik saja…” jawabku sekenanya membuatnya tambah khawatir.

“jawab aku kyu, aku tahu kau sedang ada masalah. Kau anggap aku apa?” bentaknya. “ceritakan padaku sekarang!” perintahnya.

Haaaah… dengan berat hati aku menceritakan semuanya. Pertama-tama dia terlihat terkejut. Namun lama-kelamaan raut wajahnya melembut, dia mengelus kepalaku.

“aku tahu kau sedang kalut kyu, kau menyukai yeoja itu kan?” dia bertanya padaku. Aku hanya bisa mengangguk. Dia tersenyum. “kau harus lebih jujur pada dirimu sendiri kyu…” ujar sungmin hyung lalu mengajakku keluar kamar untuk makan. Aku mengikutinya. Setidaknya bebanku sedikit terangkat setelah bicara padanya.

Tanpa kusadari, ada sepasang mata yang terbelalak menatapku. Dia mendengar semua yang kutumpahkan ke sungmin hyung. Tangannya mengepal keras. Namun matanya membendung kabut air mata…

“oh tidak…” sahutnya getir.

***

Donghae pov-

Hari ini aku sudah memutuskan untuk mengajak yongwon keluar. Tujuanku hanya satu. Membawanya ke Mokpo dan mengenalkan pada eomma. Semoga eomma menyukai yongwon.

Aku menjemputnya di apartemennya yang berada 1 lantai dari dorm kami. Meskipun dia mengatakan untuk menunggunya di tempat parkir, aku tetap menjemputnya.

TING TONG! Kupencet bel apartemennya. Lalu beberapa detik kemudian pintu terbuka. “ne?” sahut yeoja manis didepanku. Dia menatapku kaget sejenak. “oppa! Bukankah sudah kukatakan untuk menungguku dibawah saja?” tanyanya.

Aku hanya terkekeh. Lalu dia mempersilahkan aku untuk masuk. “aku sudah sangat ingin melihatmu. Dan kau masih mau menahanku?” protesku manja.

“eh?!” dia terlihat salah tingkah dan mukanya memerah. Aku lalu mengacak rambutnya gemas.

“bersiaplah chagi… atau kita akan terlambat.” Suruhku.

Dia hanya mematung. Lalu menyentuh kepalanya yang kusentuh tadi. Hampir saja dia terhuyung ke belakang kalau aku tak sigap menangkap tubuhnya. Jarak wajah kami hanya beberapa centimeter saja sekarang. Dapat kulihat pipi seperti tomat itu. kemudian dia memekik, “omona! Omona! Jantungku!” sambil meremas jantungnya.

Aku melepaskan tubuhnya sambil terus tergelak. Yeoja ini, memang belum berpengalaman. Dia langsung berlari ke dalam kamarnya. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala.

5 menit kemudian, aku mulai merasa resah. Kenapa dia tak keluar-keluar? Apa dia terjatuh? Lalu pingsan? Kepalanya berdarah? Lidahnya kelu? Lalu dengan segenap tenaga yang ia punya ia mencoba berteriak tapi suaranya tidak kudengar? Andwae! Dari pada otakku mulai berhalusinasi macam-macam, aku lebih baik melihatnya saja.

Namun baru saja aku mengangkat kepalaku dan memandang pintu kamarnya, aku melihat kepala yongwon mengintip keluar. Aish… ternyata dari tadi dia mengintipku ya?

“ya! Sejak kapan kau disitu?” rajukku.

“eh? Sejak 3 menit yang lalu….. mungkin?” jawabnya polos.

“lalu kenapa kau tak memanggilku?”

“uhm… entahlah… jantungku sedang tidak stabil. Bahkan melihat oppa dari jauh saja aku sudah frustasi, maka dari itu aku menenangkan jantungku dulu…” kya! Polos sekali yeoja ini! neomu kyeopta!

Aku hanya tersenyum dan langsung mengamit tangannya. Aku terus mengamit tangannya hingga memasuki lift. “kau tahu? Mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan 5 jari tangan?”

“molla. Memangnya kenapa? Untuk berdoa kah?”

“ani. Itu agar tanganku lebih mudah untuk mengaitkannya dengan tanganmu. Seperti ini.” dia hanya menunduk. Aku mengangkat dagunya menggunakan tanganku yang bebas. “pandanglah mataku yongwon-ah…” aku meletakkan tangannya yang sedang ku genggam di dada kiriku. “gasumi neomu dugundugun dugungeoryeo (jantungku berdetak sangat cepat), saranghae….” Dai terlihat terkejut namun perlahan dia tersenyum.

“sesang modu byeonhaedo (meskipun dunia berubah), naega… neomaneul saranghae (aku… aku hanya mencintaimu seorang).” Lalu ku akhiri dengan kata, “yeongwonhi…. (selamanya)”.

Matanya mulai berkaca-kaca. “uljima. Kenapa kau menangis? Ingat nanti kau akan bertemu eomma. Jangan sampai matamu bengkak.” Dia mengangguk dan aku mengecup kedua matanya. Cukup untuk membuatnya berhenti menangis.

Saat lift terbuka di lantai ground, aku mengajaknya ke mobilku yang terparkir tak jauh dari lift.

***

Author pov-

Sesampainya di Mokpo, donghae langsung membawa yongwon ke rumahnya dan bermaksud mengenalkannya pada eommanya.

“eomma…..!” teriak donghae seraya membuka pintu rumahnya.

“aigoo… nappeun namja. Beraninya datang tanpa kabar sebelumnya! Dan- membawa pulang seorang yeoja!” sahut eommanya.

“annyeonghaseyo ahjumma,” sapa yongwon santun.

“aigoo… neomu yeppeo! Ireumi mwoyeyo? (siapa namamu?)” tanya donghae eomma lembut.

“choi yongwon imnida ahjumma…” jawab yongwon malu-malu.

“nah, nah… ayo masuk dan duduk. Eomma akan membuatkan kalian minuman segar. Tunggu sebentar.” Pamit donghae eomma.

Setelah yakin kalau eommanya sudah tidak dalam jangkauan pendengaran, donghae lalu berbalik menghadap yongwon. “eotthe?”

“mwo?” tanya yongwon. Donghae yang gemas langsung mengacak rambut yongwon lembut. “ya! Oppa! Kau membuat rambutku berantakan. Dan-jangan membuat penyakit jantungku kambuh disaat-saat seperti ini…” keluh yongwon.

“ne, ne chagiya…” donghae mengiyakan. Sepuluh detik kemudian donghae mulai memanggil yongwon. “yongwon-ah…”

“um?” yongwon tidak melirik kearah donghae. Ia sibuk dengan majalah yang sedang ia baca. Donghae yang sebal langsung menarik tangan yongwon. Memaksa yeoja itu untuk menatapnya.

“neomu yeppeo…” rayu donghae.

Yongwon hanya menghela napas. “arrayo…” lalu kembali menatap majalah.

“chagi…” panggil donghae lagi. Kali ini yongwon hanya menjawab, “mwo?” dan tak lupa memandang donghae sekilas.

“johahae…” rayu donghae lagi.

“kau sudah mengatakannya dua puluh lima kali dalam 2 jam terakhir oppa…” mata yeoja itu hanya menilik sebuah tulisan dimajalah itu.

“uri yeppeo agashi…” panggilnya lagi. Membuat yongwon mendelik dan melipat majalahnya.

“oppa! Bukankah sudah kukatakan, aku tidak suka-“ protes yang dilakukan yongwon terhenti saat donghae mengatakan “saranghae…” padanya dengan senyuman yang sangat yongwon sukai. Senyuman hangat yang begitu lembut, menyiratkan ketulusan.

“na-nado oppa….” Balas yongwon malu-malu. Membuat donghae hampir saja memeluknya. Namun suara donghae eomma yang bergaung, donghae mengurungkan niatnya.

“aigoo, aigoo… uri donghae! Berhentilah merayu yeoja! Kau ini….” donghae eomma hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu tatapannya berpaling kea rah yongwon yang sedang terlihat gugup.

“yongwon-ssi, ani… bolehkah ahjumma memanggilmu yongwon-ah?” pinta donghae eomma.

“mulon imnida ahjumma…” sahut yongwon dengan tersipu. Tetapi donghae eomma malah memotong dengan cepat.

“ani. Ani…. Bukan ahjumma! Eomma! Eo?” serunya sambil menggenggam tangan yongwon lembut.

“eh?” yongwon terlihat kaget dan langsung melirik donghae meminta bantuan. Namun donghae hanya tersenyum dan mengangguk. Menyuruhnya mengikuti apa yang di pinta olah eommanya.

Akhirnya yongwon mengangguk dan mulai memanggil ahjumma menjadi eomma. Pada awalnya, mulutnya terasa sangat aneh memanggil seseorang yang bukan eommanya dengan sebutan eomma. Rasanya seperti sebuah keluarga baru. Seperti saat ia memanggil heechul dengan sebutan appa. ia dapat bermanja-manja dengan heechul, sama seperti papanya di Indonesia.

Hahh… ia kini mulai merindukan keluarganya di Indonesia…..

***

Eunhyuk pov-

Haaah… aku kembali menghela napas untuk kesekian kalinya. Eotteokhe? Apa yang harus kulakukan? Lalu aku memutuskan untuk menghubungi si ikan mokpo.

Beberapa saat kemudian terdengar suara nada tunggu tergantikan suara donghae. “yoboseo?” sahutnya dari sebrang. Anehnya aku mendengar ada suara-suara berisik yang terdengar seperti ombak.

“ya… donghae-ah… eodieyo?” tanyaku curiga. Tidak… jangan sampai tebakanku benar.

“aku sedang berada di pantai bersama yongwon. Kau dengar hyukjae? Aku membawanya ke mokpo! Kekeke~” kekeh donghae bahagia. Oh Tuhan… suaranya terdengar sangat gembira. Haruskah aku merusak kebahagiaan sahabat baikku sendiri?

“lalu? Apa dia sudah bertemu eomma?” aku memang memanggil eomma donghae dengan sebutan eomma. Dalam hati aku menyusun kata-kata yang tepat untuk memberitahunya.

“dangyeonhaji! (tentu saja!)” serunya seraya berteriak senang. Mianhanda donghae-ah…

“geunde, wae johwahaetneunde? (lalu, mengapa menelfon?)” serunya lagi karena aku diam saja.

“aaa…itu, uhm… “aku berpikir dengan susah payah. “ah! Manager hyung mendadak memberitahu tentang jadwal di MBC,” jawabku asal. Aigoo… bukan itu yang ingin ku katakan…

“bukannya itu masih minggu depan?” tanyanya bingung. Memang. Aku membohongimu agar kau cepat pulang dan menjauh dari yeoja itu. mianhae donghae-ah…

“na do molla, bisakah kau pulang sekarang?” pintaku.

Kudengar ia menghela napas. “arraseo hyukie, aku akan segera pulang.” Klik. Sambungan telepon putus. Aku kembali menghela napas. Aku harus menceritakan semuanya. Namun aku tak kuasa menahannya.

Lalu kulihat ryeowook yang masuk ke kamarku untuk mencari kaset CD-nya yang dipinjam donghae beberapa waktu lalu. Semoga kali ini tidak rusak lagi.

“hyung, wae gurae? Kau terlihat pucat. Apa kau sakit? Apakah perlu kubuatkan bubur?” tanyanya setelah melihat raut wajahku yang tak biasa.

Aku hanya menggeleng. “aniya.. aku hanya, ah mollaseo…”

“hyung, sepertinya kau benar-benar sakit. Bayangkan! Baru kali ini aku mendengarmu menolak makananku!” sahutnya setengah takjub.

Aku hanya tersenyum pahit. melihat wajah khawatir ryeowook, aku memutuskan untuk menceritakan hal itu padanya. Mungkin dia akan membantuku mencari solusi..

***

Ryeowook pov-

Aku baru saja keluar dari kamar eunhyuk hyung. Badanku sedikit oleng. Lalu aku berjalan masuk ke kamarku yang kosong. Yesung hyung sedang ke WHYSTYLE bersama siwon hyung dan sungmin hyung. Eotteokhaeyo? Ku kunci pintu kamarku dan kemudian jatuh terduduk. Kulihat jari-jariku yang sejak tadi kebas karena kugenggam erat. Perlahan kulihat jari-jariku gemetar. Aku kembali teringat perkataan eunhyuk hyung.

FLASHBACK

“wookie-ah… aku sedang kalut, sangat kalut.” Suara eunhyuk hyung mulai memulai ceritanya.

“waeyo hyung?” tanyaku penasaran.

Ia menarik napas lalu melanjutkan, “ini… ini tentang donghae dan kyuhyun.”

Aku mengerutkan alis. “memangnya mereka kenapa?”

Dia terlihat ragu sejenak, namun kembali memantapkan hatinya untuk berbicara. “ kau tahu kan kalau donghae menyukai seorang yeoja bernama choi yongwon?”

Aku mengangguk lalu dia berkata lagi, “ternyata, kemarin aku mendengar pembicaraan kyuhyun dan sungmin hyung…”

“lalu?” ujarku tak sabar.

“kudengar… “dengan suara berat ia berkata, “kyuhyun ternyata menyukai yeoja itu juga”.

JEDAAR! (sound effect petir, author lebay) aku terdiam. Mengepalkan tanganku dengan kuat.

“lalu aku harus bagaimana? Donghae menyukai yeoja itu, oh tidak. Dia tidak menyukainya. Donghae MENCINTAINYA! Apa yang harus kulakukan?” dari sudut matanya aku melihat butiran air mata turun.

Aku ingin mengatakan ‘uljimayo hyung’ namun bibirku tertutup rapat. Secara perlahan aku bangkit dan keluar. Lupa akan kaset CD yang menjadi tujuanku ke kamar eunhyuk hyung.

FLASHBACK END

“yesung hyung… eotteokhae?” rintihku tertahan.

Kenapa beban berat ini kau timpakan kepadaku? ini untuk pertama kalinya, 3 member super junior menyukai seorang yeoja yang sama. Dan aku mengetahui semuanya. Yesung hyung, donghae hyung, dan kyuhyun.

Aku tahu bahwa yesung hyung telah mengiklaskan yongwon untuk donghae hyung. Namun dihatinya masih merasakan perih. Apalagi jika ia mengetahui jika kyuhyun juga menyukai yongwon… siapa yang harus dia utamakan? Donghae? Atau kyuhyun?

Jangan…. Aku tidak boleh mengatakan ini pada yesung hyung, dia sudah terlalu sedih. Aku tidak boleh membuatnya semakin bersedih.

***

Donghae pov-

Aish… lee hyukjae babo! Mengganggu saja!

“wae gurae oppa?” tanya yongwon cemas.

“oh, tadi eunhyuk menelfonku, katanya kami ada jadwal dengan MBC,” jawabku.

Dia langsung mencubit perutku. “aish… apanya yang waktu kosong! Dasar bandel! Kau bisa di marahi manager kalau begini!” dia terus menyerangku dengan cubitan-cubitan ringannya.

“aw… yongwon-ah… hentikan… hahahaha… ini geli…” aku terjatuh dan tak kuasa menahan tawa. Kutarik ia hingga terjatuh ke dekapanku. Mungkin karena terlalu keras, dia oleng dan tubuh kami bertubrukan. Bruk! Ia jatuh tepat di atas tubuhku.

Kepalanya ada di dadaku. Ia pasti bisa mendengar detak jantungku. Omona… dia mengangkat kepalanya menatap lurus ke mataku. Jaraknya sangat dekat. Perlahan aku mengangkat kepalaku dan menarik tengkuknya halus. Matanya membulat dan dia langsung mengalihkan pandangannya. Namun aku mengamit dagunya dengan tanganku. Memaksanya untuk menatap lurus ke mataku.

Perlahan namun pasti aku mendekatkan wajahku. Sekarang hidung kami bersentuhan. Aku bisa merasakan hembusan napasnya. Bagai tersengat listrik, aku semakin mendekatkan wajahku hingga jarak bibir kami hanya 1 cm. perlahan aku memejamkan mataku. Dia juga ikut memejamkan matanya. Saat bibirku mulai meyapu bibirnya, yang terasa adalah rasa manis. Bibirnya manis seperti buah cery. Aku mulai mengulum bibirnya dan melumatnya. Dia diam saja. Karena bisa ku tebak, dia belum pernah berpacaran dan bisa di katakan ini adalah ciuman pertamanya. Pelan-pelan aku mendorong bibirnya dengan lidahku agar dia membuka sedikit bibirnya. Saat lidahku mengabsen semua giginya, bibirnya mulai bergerak mengikuti irama bibirku. Secara perlahan dan lembut, aku melumat bibirnya. Kemudian menghisap lidahnya hingga akhirnya dia membutuhkan napasnya kembali, aku melepaskan ciumanku dengan lembut.

“hah…. Haaaah… haaah…” dia terlihat ngos-ngosan dan sibuk menghirup napas dalam mengisi paru-parunya. Ia lalu bangkit dan memegang dadanya.

“jantungmu kambuh lagi?” aku juga seraya mengatur napasku.

Dia mengangguk. “ini lebih parah dari pada menaiki roller coaster tertinggi sekalipun!” dia terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya.

“chagi…” aku memanggilnya dan saat ia menoleh ke hadapanku aku kembali memagut bibirnya lembut. Ketika dia dan aku mulai menikmatinya, tiba-tiba suara handphone-ku melesak pendengaran.

“aish…” umpatku kesal.

Setelah kulihat nama yang tertera di layar handphone-ku, aku berdecak kesal. Aish… hyukjae. Aku malas mengangkatnya.

“nuguya oppa?” tanya yongwon penasaran.

“eunhyuk,” sahutku pendek. Aku kembali mendekatkan diriku padanya namun ia sudah bangkit dan berjalan meninggalkanku.

“kajja oppa!” teriaknya.

Aku hanya menghela napas kesal dan berlari mengejar yongwon yang sudah jauh.

***

Yongwon pov-

Aku berlari. Sungguh. Menatap wajah donghae oppa saat ini adalah candu bagiku. Apalagi setelah kami berciuman… aish! Yongwon! Hentikan! Aish… pikiran yadongmu itu aish…!

Tiba-tiba saja sebuah lengan kekar menyentuh pinggangku, lalu beralih ke perutku dan melingkarinya sehingga kami berada di dalam posisi back hug. Donghae oppa.

“oppa… lepaskan. Eunhyuk oppa sudah menelfonmu terus. Kajja kita kembali!” ajakku.

“arraseo. Tapi biarkan seperti ini dulu… “ pintanya manja. Aku hanya tersenyum.

Donghae oppa mencium puncak kepalaku dan berbisik, “saranghamnida yongwon-ah…” lalu membalikkan badanku. Pandangannya menyiratkan sebuah permintaan atas pernyataannya tadi.

Dengan gugup namun pasti, aku berkata, “nado… saranghandago oppa…”

Dia kembali memelukku. Kali ini erat, bahkan sangat erat sehingga aku tidak dapat bernapas. Ah… aku suka wangi tubuhnya.

Tuhan… bisakah terus seperti ini?

***

TBC…

Eotthe? Aneh? Hah… agak terbengkalai juga nih ff… ckckckck

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s