FF I HAVEN’T ANY CHOICE PART 7

TITLE : I HAVEN’T ANY CHOICE (PART 7)
AUTHOR : Nila
Fb : http://www.facebook.com/nila.siiuletnangka
Twitter :@NyieLa
GENRE : romance, komedi (?)
CAST :
1. Choi Yong Won
2. Lee Donghae
3. Cho KyuHyun
4. Kim Jong Woon
5. Kim Heechul
6. other super junior’s member
LENGHT : series
RATING : PG 15
DISCLAMER : ALL OF THEM is my special cast, especially Kim Jong Woon,nae nampyeon😀

NB : terima kasih buat para reader yang menyempatkan diri untung membaca FF abal-abal ini, ini adalah FF series pertama, soalnya author nggak pede. Biasanya Cuma buat oneshot atau twoshot. Takutya kalo series otak author macet ditengah jalan. jadi di mohon kritik dan sarannya.

HAPPY READING……

Yongwon pov-

“babo! Babo! Babo!” meruntuki diri sendirilah yang dapat ku lakukan sekarang.

“ya! Kau memang babo! Tak perlu kau sebar luaskan ke semua orang!” omel seseorang di sebelahku. Saatku buka mataku dan memandang ke arahnya… aku berusaha mengenali orang ini di balik maskernya. Lalu beberapa saat aku sadar siapa dia.

“neo! Kenapa kau ada disini?!” tanyaku histeris.

Kyuhyun pov-

Aku sedang mengelilingi dorm dengan tidak jelas. Bosan sekali… donghae hyung belum pulang juga. Padahal tadi ia hanya bilang ingin menonton pertunjukkan seseorang. Siapa? Entahlah… lalu saat ku telfon yongwon, heechul hyunglah yang mengangkat telfonnya. Mengatakan bahwa yongwon meninggalkan tasnya begitu saja, aku ingin bertanya lebih lanjut, telfon dimatikan.

Aish… bosaaaaaaan! Aku ingin pergi saja. Aku mengecek uang di dompetku. “mwo? Hanya segini?” Uangku mulai menipis, sebelum membeli makanan, aku akan mengambil uang dulu di ATM di belakang gedung apartemenku.

Aku memutuskan untuk berjalan kaki karena letaknya dekat. Tak lupa aku memakai alat penyamaranku. Aku tak ingin mengadakan jumpa fans secara gratis… ahahaha.

Setelah mengambil sejumlah uang, aku melihat taman yang tidak terlalu ramai dan terkesan romantis. Aku jadi teringat yongwon. Yeoja itu datang lagi. Ah sudahlah, aku kan ingin membeli makanan di supermarket. Namun sebelum beranjak lebih lanjut, aku melihat siulet yeoja yang sedang aku pikirkan. Yongwon. Apa yang dia lakukan disini? Mengenakan piyama. Dasar babo! Dalam cuaca dingin begini malah keluar dengan menggunakan piyama saja.

Aku menghampirinya dan mendengarnya mengomel. “babo! Babo! Babo!” ia meruntuki dirinya sendiri.
“ya! Kau memang babo! Tak perlu kau sebar luaskan ke semua orang!” omelku. Ia membuka mata dan memandang ke arahku… kulihat dia berusaha mengenaliku di balik masker. Lalu beberapa saat dia sadar siapa aku.

“neo! Kenapa kau ada disini?!” tanyanya histeris.

“kau pikir apa?” tanyaku sewot. Lalu aku mengambil tempat disebelahnya.

Aku merasa dia mulai memperhatikanku. Aku salah tingkah. “neo…” dia memulai pembicaraan. Apa? Apa? Apa aku tampan malam ini? Jelas… ayo cepat lanjutkan bicaramu chagi…

“menguntitku ya?” tanyanya separatis. Gubrak! Ku kira dia akan mengatakan apa, ternyata..

Aku menjitak kepalanya. “babo! Untuk apa menguntit yeoja babo sepertimu! Keluar dengan mengenakan piyama saja! Kau pikir kau seksi?” sahutku. Ani… bukan itu yang ingin ku katakan..

“appo! Neo! cho kyuh-“ dia terdiam sejenak. “maksudku Mr.Cho,” oh aku tahu maksudnya. Jika dia meneriakkan namaku penyamaranku akan terbongkar.

“baguslah kau sadar Mrs.Cho,” ucapku santai. Hei, apa yang ku katakan barusan? Apa dia mendengarnya? Ku lirik dia membulatkan matanya. Aigoo.. sepertinya dia tahu. Apa yang akan kukatakan? Apa aku harus mengatakan, ‘yongwon-ah… bagiku kau memang Mrs.Cho…’ aish! Bukakah itu sama saja aku mengungkapkan perasaanku padanya?

Namun sepertinya pikiranku dan imajinasiku terlalu luas. Dia memang membulatkan mata namun perlahan ia memandang ke depan. Mungkin ia mengira kupingnya salah menangkap perkataanku tadi. Syukurlah… (namun aku sedikit kecewa).

Kami terdiam selama beberapa lama. Kulihat dia sibuk dengan pikirannya sendiri.

Setelah 10 menit berlalu tanpa percakapan, aku berinisiatif untuk memulai. Namun belum sempat aku angkat bicara, yongwon mengeluarkan suaranya. Terdengar parau. “kyu-ah… bagaimana jika ada seseorang yang sudah kau anggap saudara. Namun tiba-tiba dia mengutarakan perasaannya padamu?”

Aku menelan ludah. Apa yongwon tahu perasaanku? Apa dia ingin mengetesku? “umm.. memangnya kenapa?” tanyaku galau.

“aku hanya ingin tahu jawabannya darimu,” ucapnya sambil menunduk. Apa katanya? Jawaban dariku? Dia tidak sedang ‘menembakku’ kan?

“a-aku… aku,…” jujur, aku tak dapat berkata apapun saat ini.

Dia menghela napas. “aku bingung. Dia menyatakankan padaku dengan suara yang begitu lembut, entah apa yang aku rasakan sekarang,”

Tunggu dulu, “dia? Maksudmu?” aku mulai mencerna ucapannya.

Dia mengangguk. “dia, orang yang sudah ku anggap saudara, menyatakan perasaannya padaku, eottokhe?”

Kepalaku mendadak kosong. Seseorang, telah menyatakan perasaannya pada yongwon. Berarti aku punya saingan. Siapa dia? Apakah dia tampan? Jangan-jangan dia teman kuliahnya. Oke ku akui yongwon yeoja yang menarik. Saat pertama melihatnya, aku yakin orang-orang akan mengagumi fisiknya. Ia mempunyai mata bulat yang seperti boneka. Kulitnya berwarna kuning langsat khas Indonesia. Bibir merah mudanya yang mungil. Lalu, aaaargh! Aku frustasi!

“bagaimana dia mengatakannya?” kuharap dia tidak menyiapkan sesuatu yang data membuat yeoja melayang. Seperti makan malam yang romantis dengan seribu lilin dan kelopak bunga mawar yang bertebaran dimana-mana?

Yeoja itu menerawang. “dia menarikku setelah pementasan berakhir,” tunggu, pementasan apa? Kulihat dia tersenyum dan menjelaskan,”pementasan yang di bantu donghae oppa. Maksudku saat kau salah paham waktu itu,” aku mengangguk. Ia melanjutkan lagi. “ia membawaku ke ruang kelas kosong,”

Glek! Kelas kosong? Kedengarannya ini tidak baik, kelihatannya namja itu begitu…

“ya, kurasa dia begitu nekat. lalu, dia memelukku sampai aku sesak.” Cukup yongwon. Aku tidak ingin mendengarnya lagi.

“dia membisikkan kata itu di telingaku. ‘sarangh-‘” aku memotong ucapannya segera. Aku memeluknya.
Dia bingung dengan perlakuanku. “kau kenapa kyu-ah?” namun membalas pelukanku.

Aku tetap memeluknya. 5 menit berlalu. Perlahan ku lepaskan pelukanku. Dia menatapku dengan pandangan bertanya. Dengan terbata aku menjawab. “aigoo…” aku menatap kesana kemari. Kulihat kakinya polos tak berlapis sandal. Bertelanjang kaki. “kulihat kau sangat kedinginan! Makanya aku memelukmu! Kau lihat? Kaupun tak memakai sandal!” omelku.

Dia memandang kakinya yang gemetar. “kau benar, aku kedinginan…”

Segera kulepaskan sepatuku. Aku memakaikan sepatu itu dikakinya. “bagaimana? Hangat tidak?”

Dia menjitak kepalaku. “ya! Appo!”

“kenapa kau begitu baik?” ujarnya. Dia menatapku sendu. Karena aku menyukaimu yongwon-ah… matanya membulat. Apa aku telah tidak sengaja menyuarakan isi hatiku?

“kau ini. Jangan-jangan sepatu ini bau. Makanya kau mau meminjamkannya. Lihat saja wajahmu yang sedang tersenyum bahagia itu, cih!”

Aku hanya tersenyum mendengar itu. Aku mengacak rambutnya. “kajja! Kau kedinginan kan? Kemarikan tanganmu!” aku menarik tangannya dan memasukkannya ke dalam saku jaketku. Aku menggenggam tangannya didalam kantung jaket itu. Dia terkejut dengan perlakuanku. Namun, dengan percaya diri aku menariknya pulang. (author : kyu sadarlah… kau sedang nyeker, kyu : bodo! Demi cinta gitu loh…)

***

Author pov-

Keesokan harinya yongwon pergi kuliah dengan perasaan yang tidak menentu. Ia masih memikirkan ucapan donghae kemarin. Bagaimana ia harus bersikap di depan namja yang baru saja menembakknya? Aish… dia kesal. Dia memang betul-betul belum berpengalaman.

“yongwon-ah!” panggil seorang yeoja. yoonhee. Yongwon menoleh.

“waeyo?” tanyanya saat melihat raut muka yongwon yang kelabu.

“ani, hanya sedang bingung saja…” jawab yongwon menerewang.

“apa yang kau bingungkan?”

“dengar, mungkin ini terdengar konyol. Namun…”

“namun?” paksa yoonhee tak sabar.

“begini. Kau tau, sebenarnya, aku…” dia menggantungkan kalimatnya. Kelihatan ragu-ragu. yoonhee memutar bola matanya kesal.

“ya!” kesal yoonhee.

“ne,ne… sebenarnya aku belum pernah berpacaran…” terang yongwon.

“mwo?” yoonhee terkejut. Yongwon membelalak gusar mendengar yoonhee berteriak. “neo… yeppeo” nilai yoonhee setelah meneliti yongwon dari ujung kaki ke puncak kepalanya. “badan proporsional. Ani terlalu bagus. Tidak terlalu tinggi dan tidak pendek. Langsing namun tidak kurus. Mata bulat. Kulit kuning. Pintar. Baik. Ramah. Pandai memasak. Style fashion bagus. Pengetahuan teknologi update. Kurang apa?”

“ya! Kepalaku akan melebihi kepala yesung oppa. Kau ini berlebihan!” bantah yongwon. “memangnya kenapa kalau aku belum berpacaran?”

“soal itu, ah sudahlah… bukankah kau sepertinya mempunyai uneg-uneg yang lebih penting?”

“igo… aku… tadi malam….”

“ya,ya,ya?” tanya yoonhee tak sabaran.

“aku di tembak seseorang…” ungkap yongwon tersipu.

“lalu?” yoonhee menjawab seperti meremehkan. Pertanyaan yang setara dengan kenapa kita butuh udara? Aish…

“aku bingung, tidak tahu harus apa? Harus bersikap bagaimana?” tunduk yongwon.

Yoonhee melihat yongwon tersenyum simpul. “aigoo… nae chingu memang belum berpengalaman… baiklah! Kalau begitu, akan ku berikan tips-tips jitu padamu!” seraya menarik yongwon mendekat dan mulai membisikkan sesuatu di telinga yongwon.

***

Selesai jam kuliah, yongwon duduk-duduk di bangku taman fakultasnya. yoonhee berlari-lari kecil menuju tempat yongwon.

“kenapa kau berlari-lari?” tanya yongwon melihat temannya sedang mengatur napasnya.

“aku ingin secepatnya melihat berita si ikan!” seraya mengeluarkan majalah yang baru saja di belinya. Dia membuka halamannya hati-hati. Dan ketika yongwon melihat gambar super besar donghae sedang nangkring di halaman majalah tersebut. Seketika itu juga yoonhee berteriak. “kyaaaaaaaaaaa! Kyeopta!”
Yongwon yang takjub melihat tingkah temannya hanya geleng-geleng. Ia lalu ikut membaca fakta-fakta unik tentang tuan ikan dari Mokpo itu.

Baru membaca fakta 4, yongwon mengerutkan kening.

4. Donghae akan tersipu malu kalau dipanggil pangeran

5. suka sekali anak kecil dan anak anjing.

11. Kalau ada yang bilang Donghae pendek… donghae cepat-cepat pergi online buat dapetin cara buat nambahin tinggi badan dan banyak-banyak minum susu

23. Donghae mudah sekali menangis… apalagi kalau udah ngomongin ayahnya.. dia juga sering nangis kalau sedang menelepon keluarganya

50. Donghae paling takut gelap dan takut sendirian makanya dia enggak pernah matiin lampu saat tidur.

yongwon tersenyum. Banyak sekali fakta yang baru ia ketahui tentang donghae. Donghae mirip anak kecil. Kalau ia akan tersipu di panggil pangeran, yongwon berniat akan membuatnya tersipu. Sepertinya ia akan mempunyai hobi baru. Membuat donghae tersipu. Ia sudah lupa kejadian tadi malam…

***

heechul pov-

“yongwon-ah….!” Teriakku saat berada di depan apartemennya.

“aish… appa! Kenapa berteriak-teriak? Tinggal memencet bel apa susahnya?” protes yongwon saat membukakan pintu.

Aku langsung menarik tangannya. “kajja! Kita selesaikan salah pahammu dengan donghae!” dia terlihat bingung. Apalagi aku tidak memberikannya kesempatan untuk berbicara.

Saat di depan dorm dan hendak membuka pintu, aku baru memperhatikan penampilan yongwon. Masih memakai celemek, rambut di roll, dan pipinya yang belepotan tepung. Aigoo… berantakan sekali! Ah sudahlah… tidak ada waktu lagi.

“annyeong… aku datang bersama uri yeppeo agasshi…” teriakku menggema di ruangan dorm. Ku dengar yongwon mendelik. Oke. Dia memang tidak menyukai panggilan uri-yeppeo-agasshi-milikku.

Lalu ku dengar suara derap kaki terburu-buru keluar dari kamar masing-masing. Donghae yang sedang menggendong bada, yesung yang menggendong kkoming, dan kyuhyun yang sedang menggendong (?) psp.

“yongwon!” teriak ketiga namja babo itu secara bersamaan. Yongwon sampai bingung di buatnya.

“aah… annyeong…” yongwon sedikit membungkukkan badannya.

Kyuhyun maju dan melihat yongwon dari atas ke bawah. “kau-berantakan-sekali!”

Yongwon memanyunkan bibir. “appa menarikku kesini tiba-tiba tanpa komando!” jawabnya.

Aku hanya tersenyum. “donghae-ah… kemarilah…” lalu aku membawa donghae masuk ke kamar dengan tetap menarik tangan yongwon. Yesung mengerutkan dahi. “ada apa hyung?”

“tunggu sebentar…” aku menutup pintu kamar dan memulai pembicaraan dengan mereka berdua.

***

Donghae pov-

Aku sedang bermain bersama bada serta yesung hyung dengan kkoming saat ku dengar suara nyaring heechul hyung menggema di ruangan dorm.

“annyeong… aku datang bersama uri yeppo agasshi…” hatiku mencelos. Yongwon. Sudah lama aku tidak melihat wajahnya. Ya… memang hanya 3 hari. Tapi… aku merindukannya.

Segera saja aku berlari keluar. Kulihat yesung hyung dan kyuhyun pun keluar dari kamar.

“yongwon!” teriakku. Ternyata kyuhyun dan yesung hyung memanggil yongwon bersamaan denganku. Yongwon sampai kebingungan .

“aah… annyeong…” yongwon sedikit membungkukkan badannya.

Kyuhyun maju dan melihat yongwon dari atas ke bawah. “kau-berantakan-sekali!”

Yongwon memanyunkan bibir. “appa menarikku kesini tiba-tiba tanpa komando!” jawabnya.

Heechul hyung tersenyum dan melirikku. “donghae-ah… kemarilah…” lalu aku di bawa heechul hyung masuk ke kamar dengan tetap menarik tangan yongwon. Yesung hyung mengerutkan dahi. “ada apa hyung?”

“tunggu sebentar…” heechul hyung menutup pintu kamar dan memulai pembicaraan dengan kami berdua.

Heechul hyung membuka pembicaraan. “nah, begitulah…”

Aku dan yongwon saling menatap. Bingung. Apanya yang begitulah? Bukannya dia belum berbicara apapun?

“appa, apa maksudnya ‘begitulah’? memangnya kita sudah membicarakan apa?” tanya yongwon.

“aigoo… aku tahu di antara kalian ada ‘sesuatu’, jadi silahkan berbicara dari hati ke hati. Maaf kemarin aku mengacaukannya.” Katanya dengan senyum penuh arti. “aigoo! Sudah jam segini? Aku harus kembali! Aku hanya izin sebentar saja! Aku pergi… pai pai…” sahutnya tanpa memberikan kami waktu untuk menjawab atau membantah. Aish… dia masih saja suka memerintah.

Aku merasa canggung. Karena, seperti yang kalian tahu, aku baru saja mengatakan perasaanku padanya dan dia belum menjawab peryantaanku itu. Akhirnya kuputuskan memulai percakapan.

“yongwon-ah…” panggilku sambil meliriknya.

“Nde prince oppa?” tanyanya sambil menahan tawa. Mwo? Prince? Aish… kenapa dia memanggilku begitu? Aku- bukannya aku tidak suka, tapi panggilan itu sangat… aish… aku malu. Pasti wajahku memerah. Gadis ini membuatku menunduk dan membungkam.

“ya! Prince oppa! Wae? Kau memanggilku tadi,” ujarnya pura-pura merajuk. Padahal aku yakin dia memang berniat menggodaku.

“prince oppa, prince oppa,prince oppa…” panggilnya berulang-ulang. Aish… mukaku kian memanas.

Akhirnya tepat saat ke 25 kali dia memanggilku begitu, aku langsung menoleh tepat ke depan wajahnya. Jarak kami hanya 5 cm. otakku mulai bekerja tidak benar. Aku mendekatkan jarak diantara kami namun…

“prince oppa, wae? Kenapa mukamu merah?” tanyanya polos.

Aish… yeoja ini. Aku lupa dia belum berpengalaman sama sekali. Aku yang tadinya ingin membuat dia berdebar-debar malah kalah, karena sekarang akulah yang berdebar-debar. Aku tidak kuat, jangan memandangku seperti itu yongwon-ah… aku bisa menerkammu. Apa kau sadar itu?

Akhirnya aku memeluknya sangat erat hingga kami terhuyung ke belakang. Tepat di atas kasur dengan posisi aku menindihnya. Sepertinya dia terlihat akan kehabisan napas. Tapi aku tidak juga melepas pelukanku malah aku semakin mengeratkannya. Yang ada dalam pikiranku saat ini adalah membuat jarak antara aku dan dia menjadi semakin dekat. Dan membuktikan bahwa aku serius menyukainya.

“o-oppa… sesak…” rintihnya. “leherku… aku tidak bisa bernapas..”

Aku tetap memeluknya. Untung saja pintu kamar ku kunci. Jadi tidak ada yang bisa menggangguku.

“oppa! Hentikan! Kau membuat jantungku sakit!” niatnya ingin berteriak, dia hanya berseru lemas.

“ah ne, mian yongwon-ah…” kataku sambil mendudukkannya. “kenapa jantungmu?” tanyaku panic. Apa sesak bisa membuat jantung sakit?

“jantungku, omona! Jantungku!”

“wa-wae?” aku takut memeriksa jantungnya. Karena.. err.. ya kalian tahu sendiri…

“jantungku cepat sekali… seperti sehabis berlari… pipiku juga panas, apa yang terjadi padaku oppa?” tanyanya polos. Olala… aku tahu maksudnya.

“apa itu sakit?” tanyaku sambil tersenyum. “ani…” ia menggeleng.

“kalau begitu,” sambil menaruh tangannya tepat di dada kiriku. “apa jantungmu seperti ini?” dia menekan dada kiriku. Matanya membulat seketika.

“oppa! Kau juga sakit?”

“aniyo yongwon-ah… jantungku berdebar karena aku sedang bahagia..” jelasku.

“bahagia? Aku tidak mengerti…” dia memiringkan kepalanya.

“sudah, nanti oppa jelaskan. Sebaiknya kau mandi dan bersiap-siap. Aku akan mengajakmu pergi.” Aku
berlalu dan segera membuka pintu kamar. Tapi… BRUKKKK!

Beberapa badan namja besar berjatuhan seketika. Mereka menyenderkan badan mereka ke pintu kamarku untuk..untuk apa lagi kecuali menguping. Mereka terlihat malu dan beranjak berdiri. BRAAAKKK! Aku kembali menutup pintu kamar dan berjalan kearah yongwon.

CHU ~

Aku mengecup keningnya. Dia terpana. Lalu aku membisikkan kata. “saranghae yongwon-ah….”

Aku kembali membuka pintu dan menemukan namja-namja tukang gosip kembali menguping. Aku memandang mereka satu persatu. Ku rasakan angin saat sesosok tubuh berlari melewatiku. Yongwon.

***

Kyuhyun pov-

Saat heechul hyung keluar dari kamar donghae hyung, aku langsung menempelkan telingaku di pintu. Berusaha menangkap pembicaraan di dalam kamar. Yesung hyung yang telah menaruh kkoming di kamarnya segera mengikutiku.

5 menit kemudian, si monyet mesum datang. “hya! Kalian, sedang apa di depan kamarku? Aku mau masuk…” yesung hyung segera menariknya hingga jatuh. Dengan tatapan yang masih bingung, dia mengikuti kegiatanku dan yesung hyung.

10 menit berlalu tanpa percakapan sedikitpun. Si monyet sudah mulai jengah. Dia hampir saja berdiri dan mengatakan ‘aku mau masuk’ kalau saja aku-yesung hyung tidak menyuruhnya diam.

“sh! Ribut!” bisik kami.

“yongwon-ah…” tiba-tiba terdengar suara donghae hyung yang memanggil yongwon.

Aish… kenapa berisik sekali? Aku tidak dapat menangkap apa yang di katakan setelahnya. Saat aku mendelik kasar kearah eunhyuk hyung, ternyata ku dapati leeteuk hyung, sungmin hyung, dan ryeowook hyung ikut menguping. Dan merekalah sumber keributan tersebut.

Ku dengar yongwon memanggil donghae hyung oppa, tapi aku tidak yakin. Saat ingin mendengar lebih jelas terdengar suara BRUUUK!

“eh, eh apa itu?” tanya leeteuk hyung.

“jangan-jangan mereka….” Eunhyuk hyung menyambung.

PLETAK!

Yesung hyung menjitak kepala eunhyuk hyung. “jangan biarkan pikiran yadongmu itu mempengaruhi kita semua,”

Si monyet mesum hanya memanyunkan bibir.

“o-oppa… sesak…” rintih yongwon. “leherku… aku tidak bisa bernapas..”

Mwo?! Apa yang di lakukan donghae hyung? Jangan-jangan dia membanting lalu mencekik yongwon hingga tak bisa bernapas. Aku segera meraih kenop pintu tapi sial! Terkunci! Saat aku ingin mendobraknya….

“oppa! Hentikan! Kau membuat jantungku sakit!” aku lemas. Jangan bilang donghae hyung sedang menikam jantung yongwon. Andwae! Andwae! Andwae!

“ya! Kyuhyun! Hentikan kegilaanmu atau ku bungkam kau!” yesung hyung mengancam. Aku diam. Lemas memikirkan keadaan yongwon di dalam…

Aku sudah tidak bisa berpikir apapun. Yongwon-ah….

Saat aku hampir putus asa, pintu kamar terbuka. Dan tubuh kami-aku dan hyungku- ambruk kelantai karena menopangkan tubuh di pintu… BRUKKKK!

Hyung-hyungku terlihat malu dan salah tingkah. Namun aku menatap donghae hyung tajam. BRAAAKKK! Ia kembali menutup pintu kamar.

Entah apa yang dia lakukan dan saat kami hendak menguping lagi, pintu menggeser terbuka. Dan kami jatuh lagi untuk kedua kalinya.belum sempat mengeluarkan pertanyaan apapun, yongwon keluar tergesa.

***

Author pov-

Yongwon berlari menuju lift. Saat pintu lift hampir menutup. Ada sebuah tangan yang menahannya. Yesung.

Ia segera masuk ke dalam lift dan menatap yongwon. Yesung membawa yongwon keatap untuk berbicara.

Setibanya di atap, yongwon diam. Menatap gedung-gedung sekitarnya dengan kosong.

“yongwon-ah…” panggil yesung. Yeoja itu bergeming. Akhirnya yesung duduk di samping yeoja itu. Membuatnya tersentak.

“ada apa?” tanya yesung lembut.

“oppa…..” seru yongwon seraya memeluk yesung. Yesung hanya diam. Berharap yongwon akan menceritakannya sendiri padanya tanpa memaksa yeoja itu berbicara.

Cukup lama mereka dalam posisi seperti itu. Akhirnya…

“gomawo oppa,” seraya melepas pelukannya.

“cheonma…”

“pelukan oppa sangat hangat, membuat jantungku yang sakit menjadi sembuh, “ tutur yongwon.

“memangnya jantungmu kenapa?”

“ani… tadi saat donghae oppa memelukku, jantungku tiba-tiba aneh, debarannya terlalu cepat. Pipiku memanas. Padahal aku tidak sedang berolahraga…” terang yongwon.

Yesung tersentak. Ia menyadari sesuatu namun ia hanya tersenyum pahit. Dia mengerti. ia sudah pasti di tolak bahkan sebelum menyatakan perasaannya pada yeoja itu.

“lalu, kalau pelukanku?” tanya yesung lemah. Meskipun ia sudah mengetahui jawabannya.

“jantungku kembali normal, kau adalah penyelamat yang baik oppa!” puji yongwon.

Yesung mendesah dan menerawang. “aish oppa! Aku harus kembali ke apartemen. Imo pasti sudah marah-marah karena aku terlalu lama meninggalkan masakanku! Pai pai oppa! Gomawoyo!” sahut yongwon sambil berlari meninggalkan yesung.

Yesung menatap sendu kepergian yongwon. Ia berbisik, “saranghae… yongwon-ah…” ia berharap desir angin dapat menyampaikan perasaannya.

***

donghae pov-

aku tersenyum. Yah… aku sudah tersenyum dari-kurasa-3 menit terakhir ini. eunhyuk sedari tadi melihatku dengan tatapan aneh, namun aku tak juga membuka suara. Akhirnya dia mengalah dan bertanya, “donghae-ah.. kau kenapa? Apa kau sedang terbang ke planet mars sekarang? Kumohon, kembalilah ke bumi…” racaunya.

“hya! Hyukkie! Aku masih dibumi. Kau ini bicara apa?” delikku kepadanya. Dia hanya terkekeh.

“habis, yang kau kerjakan hanya tersenyum saja. Oh-biar kutebak. Karena yeoja kemarin kan? Hahaha. Siapa namanya?”

“choi yongwon,” jawabku. Aku meliriknya. “menurutmu, yeoja itu bagaimana?” aku menanyai pendapatnya.

Dia terlihat menerawang. Mencoba mengingat yongwon. Lalu dia tersenyum simpul. Aku jadi semakin penasaran dengan pendapatnya. “dia seksi.”

Mwo? Apa yang di katakannya? “aku tidak menanyakan itu hyuk jae… aish…” aku mengacak rambutku. Kelakuannya memang begini.

“wae? Dia memang seksi. Meskipun memakai pakaian tertutup, aku dapat mengenali tubuh-tubuh seksi.” Belanya.

“ne,ne,ne…” sepertinya aku menanyakan pendapat pada orang yang salah. Aku berhambur keluar kamar.

Kulihat yesung hyung sedang duduk melamun. Sepertinya dia cukup dekat dengan yongwon. Tidak ada salahnya kan aku bertanya padanya? “hyung…” sahutku saat menghempas tubuhku dikursi sampingnya.

“hm?” sahutnya dingin. Apa dia sedang marah? “kau kenapa hyung? Gwaenchanda?” tanyaku.

Dia melihatku. Lalu menggeleng. “nan gwaenchanda donghae-ah…” ujarnya meyakinkanku.

Aku tersenyum. Dengan gelisah aku menggeser posisi dudukku sampai berapa kali. Membuat yesung hyung menatapku dengan pandangan bertanya. “kau kenapa? Bicara saja…” tukasnya yang membuatku terkejut. Dia bukan mind reader kan?

“kenapa menatapku seperti itu? aku kan mengenalmu bukan dalam waktu yang singkat donghae-ah… aku tahu kau ingin bicara kepadaku, katakanlah…”

Aku tersipu. Aish… bagaimana cara mengatakannya? “i-ige.. soal…” kalimatku tergantung.

“soal yongwon kan?” desahnya berat. Hei-dia mengetahui pikiranku lagi. Hyungku satu ini memang daebak!

“ne.. hyung,” baiklah aku tak akan segan –segan lagi. ”aku menyukainya,” kataku yakin. Kulihat dia menghela napas.

“lalu?” dia bertanya.

“ya sudah jelaskan? Aku akan menjadikannya yeojaku. Bagaimana menurut hyung?”

Dia menunduk. Lalu mulai berbicara, “yongwon itu gadis yang baik. Melihat senyumnya yang polos itu, membuat orang ikut tersenyum. Jika dia tertawa, tawanya menggelegar bagai petir namun dia tak peduli. Tapi… anehnya orang di dekatnya bisa ikut tertawa juga. Dia virus yang sangat berbahaya. Jika kau sudah bersamanya, dia akan membuatmu nyaman dengan keberadaannya. Dan membuatmu rindu jika kau tak melihatnya.” Jelasnya panjang lebar. Aku tak menyangka hyung akan menjelaskan yongwon dengan kata-kata seperti itu. namun aku membenarkan apa yang dikatakan yesung hyung. Dia membuat nyaman orang yang berada di sampingnya.

“lalu menurut hyung aku harus bagaimana?”

“kau…” dia melihat wookie masuk dan menghampiri kami. Dia menatapku mantap dan berkata, “kau harus membuatnya yakin akan perasaannya padamu. Aku tahu dia menyukaimu. Hanya menyukaimu…” lirihnya. Lalu dia berdiri dan menghampiri wookie. Mengajaknya masuk ke dalam kamar.

Sepeninggal yesung hyung, aku mulai menetapkan hatiku. Baiklah donghae! Fighting!

***

Yesung pov-

Donghae datang dan menghampiriku. Lalu meminta pendapatku tentang yongwon. Ingin sekali aku berbohong dan mengatakan bahwa yongwon bukan yeoja baik untuknya. Namun yang keluar dari mulutku malah sebaliknya. Tentang yongwon menurut pandangan mataku.

“yongwon itu gadis yang baik. Melihat senyumnya yang polos itu, membuat orang ikut tersenyum. Jika dia tertawa, tawanya menggelegar bagai petir namun dia tak peduli. Tapi… anehnya orang di dekatnya bisa ikut tertawa juga. Dia virus yang sangat berbahaya. Jika kau sudah bersamanya, dia akan membuatmu nyaman dengan keberadaannya. Dan membuatmu rindu jika kau tak melihatnya. ”

Aku tersenyum miris saat melihat binar mata donghae. Aku tidak kuat, setelah memberinya semangat yang malah membuatku jatuh, aku segera menarik wookie masuk ke dalam kamar. Lalu aku menceritakan semuanya. Aku butuh tempat bersandar…

“lalu, apa yang akan hyung lakukan?” tanya wookie setelah aku menyelesaikan ceritaku.

Aku menghela napas. “molla… mungkin aku akan membantu donghae,”

“hyung- michiyeoso? Menyerahkan yeoja yang kau cintai pada orang lain? Apa kau tidak merasa sakit?”

“biarlah… lagipula, yongwon tidak menyukaiku. Aku bisa merasakan sesuatu di antara donghae dan yongwon. Dengan melihatnya bahagia… aku sudah cukup senang.” Putusku.

“hyung-aku-“ dia tak sanggup meneruskan kata-katanya. “terserah kau saja hyung…” seraya menuju pintu kamar.

“wookie tunggu!” aku menghentikannya. Ia berbalik dan menatapku sayu. “tepati janjimu, bantulah aku…” dia masih menunggu lanjutan kalimatku, “a-aku ingin… kita-aku dan kau- membantu donghae dan yongwon bersatu…”

“MWORAGO?! Hyung apa kau sudah gila atau apa? Apa yang ada dalam pikiranm-“ aku memotong omongannya.

“jebal… tepati janjimu…”

Dia menatapku tak percaya.”jebal…” mungkin karena merasa tak tega, dia mengangguk dengan terpaksa. Lalu tanpa kata dia menutup pintu kamar dengan kasar dan pergi.

Maafkan aku ryeowook. Aku namja babo yang melepaskan yeojanya untuk pria lain. Tapi keputusanku sudah bulat…

***

Kyuhyun pov-

Pikiranku kacau. Aku hanya terdiam memikirkan apa yang terjadi kemarin? Apa hubungan donghae hyung dan yongwon? Aaaargh! Bahkan psp ku tak kusentuh sedikitpun! Mengapa kau membuatku gila seperti ini yongwon?!

Sungmin hyung yang melihatku murung mendekatiku. Jangan mendekat hyung… aku sedang tidak berselera untuk berbicara dengan siapapun.

“kyu, kau kenapa? Sakitkah?” tanyanya khawatir.

“ani… aku baik-baik saja…” jawabku sekenanya membuatnya tambah khawatir.

“jawab aku kyu, aku tahu kau sedang ada masalah. Kau anggap aku apa?” bentaknya. “ceritakan padaku sekarang!” perintahnya.

Haaaah… dengan berat hati aku menceritakan semuanya. Pertama-tama dia terlihat terkejut. Namun lama-kelamaan raut wajahnya melembut, dia mengelus kepalaku.

“aku tahu kau sedang kalut kyu, kau menyukai yeoja itu kan?” dia bertanya padaku. Aku hanya bisa mengangguk. Dia tersenyum. “kau harus lebih jujur pada dirimu sendiri kyu…” ujar sungmin hyung lalu mengajakku keluar kamar untuk makan. Aku mengikutinya. Setidaknya bebanku sedikit terangkat setelah bicara padanya.

Tanpa kusadari, ada sepasang mata yang terbelalak menatapku. Dia mendengar semua yang kutumpahkan ke sungmin hyung. Tangannya mengepal keras. Namun matanya membendung kabut air mata…

Tbc…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s