FF I HAVEN’T ANY CHOICE PART 6

TITLE : I HAVEN’T ANY CHOICE (PART 6)
AUTHOR : Nila
Fb : http://www.facebook.com/nila.siiuletnangka
Twitter :@NyieLa
GENRE : romance, komedi (?)
CAST :
1. Choi Yong Won
2. Lee Donghae
3. Cho KyuHyun
4. Kim Jong Woon
5. Kim Heechul
6. other super junior’s member
LENGHT : series
RATING : PG 15
DISCLAMER : ALL OF THEM is my special cast, especially Kim Jong Woon,nae nampyeon😀
NB : terima kasih buat para reader yang menyempatkan diri untung membaca FF abal-abal ini, ini adalah FF series pertama, soalnya author nggak pede. Biasanya Cuma buat oneshot atau twoshot. Takutnya kalo series otak author macet ditengah jalan. jadi di mohon kritik dan sarannya.

HAPPY READING……

Yesung pov-

Aku tersenyum, “dia… cantik,” jawabku singkat. ryeowook terlihat tak puas dengan jawabanku itu.

“jadi? Siapa dia?” tanyanya penasaran.

“nanti juga kau akan tahu,” sahutku sambil keluar dari kamar. Tak lama aku berbalik, “tapi kau harus membantuku satu hal,” dia terlihat bingung, namun sedetik kemudian dia mengangguk.

“ne hyung…”

Aku berjalan keluar. Aku merencanakan akan mengutarakan perasaanku padanya. Persetan jika umurku dan umurnya terlampau jauh. Persetan apa dia menyukaiku atau tidak. Persetan dia sudah memiliki kekasih atau tidak. Aku… hanya ingin perasaan ini tersampaikan… meskipun mungkin kenyataannya, jika dia menolakku, hatiku akan sangat sakit. Namun resiko apapun, aku akan tetap melakukannya.

Tunggulah aku, yongwon-ah…

***

Sementara itu…

Kyuhyun pov-

Setiap melakukan apapun, wajah yang kulihat adalah yongwon. Saat makan, di piringku ada yongwon. Saat di talk show, wajah hostnya menjadi wajah yongwon. Dan parahnya, saat bermain psp, karakter gamenya berubah menjadi yongwon semua! Andwae….!

Yongwon… yongwon… yongwon…

Nama itu terus mengitari kepalaku. Aish! Yeoja babo!

Sebelum aku menjadi gila dan tanpa sadar berlari ke apartemennya dan mengatakan bahwa aku rindu padanya, aku mengiriminya pesan.

To : yongwon babo

Ya! Babo! Kau Babo, babo, babo!

Message send!

Ya! Apa yang telah ku ketik? Kalimat apa itu? Dia akan segera merajangku seperti daging! Huwaaaaa… andwae!

Tiba-tiba ku dengar suara berisik di luar kamarku. Siapa itu? Suara yeoja? 2 orang yeoja? Segera ku menengok apa yang terjadi. Ku lihat eomma yesung hyung datang membawa kantung plastic besar. Apa yang di bawanya? Lalu ku lihat yeoja yang satu lagi. Dia adalah yeoja yang sedang merajai pikiran seorang cho kyuhyun. Choi yongwon!

“yongwon-ah! Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku sambil menghampirinya.

“ah, kyuhyun-ah, ahjumma menyuruhku datang kemari. Dan-kau! Apa maksud pesanmu tadi?” omelnya saat mengingat pesanku.

Aku hanya menyengir tak jelas. “hehehe. Mian. Hanya ingin mengganggumu saja,” ucapku meminta maaf.

Saat dia hendak mengomel lagi, ahjumma memanggilnya. “yongwon-ah.. cepat kemari,” memanggil yongwon dan menyuruhnya masuk ke kamar mandi? Ahjumma itu ada-ada saja.

Akupun mengambil air di dapur. Aku haus.

Ku lihat donghae hyung, heechul hyung, dan yesung hyung baru datang.

Yesung hyung berteriak yang membuat kami bingung, mengapa ia begitu bersemangat? “danyeo watseumnidaaaa (aku pulang)!”

Heechul hyung berdecak sebal. Donghae hyung hanya menggeleng-geleng sedangkan ryeowook menyambut couplenya itu dengan ucapan, “jal gatta wasseoyo…(selamat datang)”.

5 detik kemudian aku mendengar suara ribut dari heechul hyung. Ada apa lagi? Kapan aku bermain dengan tenang?

“omona… uri yeppeo agasshi, neo, neomu neomu neomu yeppeoya…” pujinya. Siapa pula yang di puji?

Karena penasaran, akupun ikut melihat. Olala! Benar apa yang di katakan heechul hyung. Dia benar-benar cantik. Yongwon. Ahjumma memakaikannya hanbok berwarna kuning di bagian atas, dan pink di bagian bawahnya. Rambut yongwon yang panjang di kepang rapi. Aish…. Neomu yeppeo…

Yongwon yang mendapat pandangan terpesona dariku, heechul hyung, dan donghae hyung hanya menunduk karena wajahnya memerah. Dan sekarang, di tambah dengan yesung hyung bersama ryeowook hyung.

“hyung benar, dia cantik…” bisik ryeowook kepada yesung hyung.

Yesung hyung hanya tersenyum. Apa maksud perkataan ryeowook hyung tadi?

***

Donghae pov-

Aku melihatnya keluar dengan menggunakan hanbok yang di berikan oleh kim ahjumma. Penampilannya yang begitu sederhana, namun… kecantikannya terkesan amat mewah. Bahkan hanya untuk di pandang. Mataku tak lepas dari sosoknya saat yang lain memujinya dan membuat pipinya memerah. Aigoo… kenapa ada yeoja yang begitu cantik?

“nah… bagaimana ini? Aku jadi semakin ingin menjadikanmu menantuku,” seru kim ahjumma yang membuyarkan lamunan indahku.

“ANDWAE!” teriakku, heechul hyung, dan kyuhyun bersamaan. Heechul hyung langsung mengatakan dengan tegas, “ah-jum-ma!” katanya penuh penekanan. Sepertinya dia mengalami siksa batin.”uri yongwon masih terlalu muda, sebaiknya jangan mengganggu kuliahnya,” kulihat dia seperti sedang memberi tahu anak-anak mengapa manusia tidak bisa terbang.

“kenapa kau melarangnya?” yesung hyung memotong. “lagipula, dia kan bukan anak kandungmu, heebongie hyung?” ujarnya horror.

Heechul hyung memanyunkan bibir. “aku baru saja merasakan jadi seorang appa, tapi sekarang uri agasshi sudah mau meninggalkanku dan menikah dengan pria pilihannya,” sayatnya.

Yongwon yang sedari tadi diam mulai menggerakkan bibirnya, “appa, jangan bicara seperti itu, ahjumma hanya ingin memberikanku hanboknya dulu, karena menurutnya ini sudah tak muat…” yongwon berhenti berbicara saat heechul hyung tambah memanyunkan bibir.

Yongwon jadi serba salah, “mak-maksudku, ahjumma kan tidak punya anak perempuan, jadi dia memberikannya untuk-“ yongwon menelan ludah melihat heechul hyung mendelik sebal, “-ku” lanjutnya. Lalu dengan secepat kilat, dia menarik heechul hyung keluar dari dorm. Tanpa pikir panjang, aku mengikuti mereka.

***

Ternyata yongwon membawanya ke atap. Aku mengintip tapi-tidak menguping (meskipun sangat jelas kalau suara mereka pasti akan terdengar juga).

“appa, waeyo?” tanya yongwon pada hyung yang berjalan ke pinggir gedung yang dibatasi pagar.

“aniyo, hanya saja, aku masih belum rela” sahut heechul hyung menggeleng lemah.

“appa, aku kan memang belum ingin menikah, lagipula, ahjumma hanya bercanda,” hibur yongwon. Heechul hyung mematung. ”appa, aku tidak akan meninggalkan appa dengan menikah cepat-cepat, aku hanya ingin appa bahagia…”

heechul hyung terlihat ingin menangis. “jinjja?” pintanya seperti anak kecil.

“eo!” jawab yongwon pasti.

“kalau begitu, appa mau kau berjanji pada appa, yongie…” pintanya lagi. “mwo?” tanya yongwon.

“jangan menikah dengan pria lain selagi aku masih lajang, kau tahu bagaimana perasaan appa? Anak appa yang masih berusia 20 tahun sudah mau menikah, sedangkan appa yang sudah berumur 25 ke atas(rupanya takut menyebutkan umur) belum menikah,” histerisnya. ” bahkan! Punya yeojachingu saja tidak! Andwae!” lanjutnya.

DOENK!

Yongwon ternganga, begitu pula aku. “ja-jadi… itu alasan appa melarangku menikah?” kata yongwon memastikan.

“wae? Kau berencana menikah?” tanyanya sinis. Yongwon menggeleng cepat.

Aku mendengar suara cekikikann yang-sayangnya-cukup keras. Ku lihat kyuhyun dan ryeowook di belakangku. Sejak kapan? Entahlah… yang jelas persembunyianku sudah di ketahui heechul hyung. Dan dia siap-siap menelan kami bertiga. “kalian?! Beraninya! Ya! Jangan lari!” heechul hyung mengamuk dan mengejar kami. Yongwon di belakang tertawa terpingkal-pingkal.

***

Author pov-

Hari ini adalah hari pementasan drama yongwon, dia sangat gugup. Apalagi nantinya heechul dan donghae berkata akan datang menonton. Ia gugup. Apalagi pasangannya yang akan memerankan Lee donghae adalah salah satu sunbae yang terkenal di sekolah. Namanya Park Hyun Min. pria yang tampan dan baik hati. Namun tetap saja, yongwon merasa gugup bila berakting dengannya. Meski nyatanya ia lebih banyak latihan dengan Hyunmin, ia merasa lebih nyaman saat belajar dengan donghae. Sudah pukul 6. Dan pementasannya pukul 7. Tinggal 1 jam lagi, dan sekarang ia sedang berada di ruang make up.

Selesai make up, ia mengintip lewat celah gorden di atas panggung. Terlihat 2 orang yang berpakaian aneh. Sangat tertutup, menggunakan masker, kacamata dan syal tebal, tak lupa topi hitam bertengger di kepala keduanya. Lebih terlihat seperti perampok. Batin yongwon. Namun dengan begitu ia mengenali mereka berdua.

“bagaimana kalau aku gagal? Pelajaran yang telah di berikan donghae oppa padaku akan sia-sia…dan aku akan di gantung oleh appa…” keluh yongwon.

Drrrrt…

Handphone yongwon terasa bergetar. Terlihat 2 pesan masuk sekaligus. Dari heechul dan donghae. Ia membuka pesan dari heechul terlebih dahulu.

From : nae yeppeo appa

Ya! Appa tidak mau tahu! Penampilanmu harus bagus! Atau appa akan menggantungmu setelah ini!

Benar saja…appa akan menggantungku, eottokhe? Batinnya tak tenang. Membuatnya makin gugup saja. Lalu ia membuka pesan kedua dari donghae.

From : LDH oppa

Neo! Jangan sampai menyia-yiakan latihan yang menguras waktu dan tenagaku dengan menampilkan drama yang mengecewakan! Ingat itu!

“kenapa mereka berdua malah mengancamku? Membuatku semakin kalut saja” protes yongwon.

Namun tiba-tiba, Mr.Zeansmith datang dengan terburu-buru, kemudian menyuruh kami semua berkumpul. “What’s wrong sir?” tanya yoonhee.

“Oh, it’s so unpredictable. I never think that it will happen. But, unfortunately, we must cancel the drama.” Ucapnya dengan kecewa. Semua orang mengeluh, kemudian yongwon bertanya, “Why? Sir you must have a reason. After our hard working in a few month, it can’t be canceled without reason” ujarnya meminta penjelasan.

Dengan napas berat, Mr.Zeansmith mulai menjelaskan, “Our lead man, Park hyunmin, got an accident when he came out from his house and he was brought into the Seoul hospital now,”

Semua yang mendengar terkaget-kaget, kecewa, dan prihatin. Dan tentu saja, tanpa adanya pemeran utama pria, cerita ini tidak akan berlangsung. Yongwon langsung mengirimkan pesan pada kedua calon penontonnya. Mengatakan bahwa pertunjukkannya batal.

Lalu yongwon hendak membereskan barang-barangnya. Namun, belum seperempatnya, Mr.Zeansmith datang dengan tergopoh-gopoh.

“We might not cancel this drama. Gotcha! I have a new lead man. This is Mr. LDH, he is yongwon’s brother and he told that yongwon always practice the drama with him every day, so he have known a lot of lead man’s dialogue!” teriaknya cerah.

Tunggu dulu, Mr.LDH? saudaraku? Siapa dia? Apa mungkin… andwae! Tanya yongwon dalam hati. “oppa?” panggilnya untuk memastikan.

“Nde, Uri yeppeo agasshi…” donghae menjawabnya. Membuat yongwon tersentak mendengar suara yang begitu familiar. Segera saja yongwon menarik donghae kearah gudang.

“oppa! Apa yang kau lakukan? Kau akan ikut pementasan? Kau-yang notabenenya adalah superstar hallyu, bagaimana kalau para penggemarmu tahu? Oh ya, teman-temanku adalah fishy. Aku akan digantung sebentar lagi. Dan-bagaimana kau meyakinkan dosen it-” tanya yongwon bertubi-tubi.

Donghae menempelkan jarinya ke bibir yongwon agar yeoja itu berhenti berbicara sejenak. “Akan kujelaskan. Tapi nanti. Aku akan menggunakan topeng, sehingga orang-orang tidak akan mengenaliku. Dan soal dosen itu, itu urusan heechul hyung,” jelasku.

“appa?!” sahutnya tidak percaya. Namun belum sempat ia bertanya lagi, para pemain segera di suruh berkumpul karena pementasan akan segera berlangsung.

“Ya! We have a lot of time to practice. Now, time for show!” teriak Mr.Zeansmith penuh semangat. Rasa gugup yongwon

Oke yongwon. Here we go! Ucap yongwon dalam hati.

***

Pertunjukkan yang mulanya batal mulai berjalan. Setting di mulai saat yongwon yang terjatuh dan di bantu donghae. Disanalah awal perjumpaan manis mereka. Hingga akhirnya mereka makin dekat dan resmi menjadi sepasang kekasih.

Lalu dimulailah adegan saat donghae hanya meninggalkan sepucuk surat untuk yongwon. Memberitahukan kepergiannya. Yongwon yang kalang kabut, langsung mengejar donghae ke bandara, namun naas, di tengah perjalanan yongwon mengalami kecelakaan dan akhirnya koma.

1 tahun berlalu, donghae pulang dengan ceria untuk menemui kekasihnya. Namun, ia mendapati kabar bahwa kekasihnya sedang mengalami koma. Itu semua karena ulahnya!

Setting berubah menjadi kamar rumah sakit. Donghae menangis melihat belahan jiwanya hanya bergantung pada selang infus untuk bertahan hidup.

“yongwon-ah…” terdengar suara donghae memanggil yongwon lembut. “mianhae..”

Donghae mulai menyentuh wajah yongwon. Hanya dengan ujung jari. Seakan yongwon dapat terluka bila mendapat sentuhan kuat. Pelan dan perlahan. Menelusuri mata, hidung, dan bibir yongwon.

Mata donghae yang sendu menatap yongwon penuh kasih. “yongwon-ah…” panggilnya lagi seraya memandang wajah yeojanya itu dengan seksama. “saranghae…”

Lalu perlahan, ia mendekatkan wajahnya ke wajah yongwon,(yongwon memakai oksigen yang dipasangkan di hidung) ia dapat merasakan hembusan napas yongwon yang lemah. Hidung mereka sudah bersentuhan sekarang. “saranghae…” ia mengucapkan itu sebelum menempelkan bibirnya ke bibir yeoja itu.

Entah karena terlalu mendalami peran, donghae benar-benar menempelkan bibirnya pada bibir yongwon. Mengecupnya pelan. Yongwon yang terkejut namun tetap berusaha professional sehingga tetap berakting tertidur dalam mimpi panjang. “yongwon-ah.. mian, saranghae…”

Donghae sebenarnya sedang mati-matian menahan dirinya untuk tetap berakting. Ia dengan sengaja mencium bibir mungil yongwon. Ia ingin memeluk gadis itu. Sekuat tenaga ia mengucapkan dialog-dialog itu. Namun, kata ‘saranghae’ meluncur keluar tanpa beban dari bibirnya.

Tiba-tiba yongwon membuka mata, “oppa…” sahutnya lemah. Lalu mereka berdua menangis dan berpelukan. Gorden di tutup dan terdengar applause yang cukup keras dari penonton. Mungkin memang bukan pertunjukkan yang special, selain ceritanya yang datar, alurnyapun terkesan cepat. Namun, karena totalitas para pemain dalam mementaskan drama itu yang membuat penontong memberikan standing applause pada pertunjukkan itu.
Mr.Zeansmith terlihat puas dan bertepuk tangan paling keras. Ketika ia hendak mengumpulkan pemain, ia tidak melihat yongwon dan ‘kakaknya’ itu. Akhirnya ia mengira kedua pulang.

Tapi nyatanya…

Donghae menarik tangan yongwon dan membawanya ke sebuah kelas. Napasnya terengah-engah sehabis berlari.

“oppa… kenapa menarikku? Bagaimana kalau appa menca-“ ucapannya terpotong karena donghae memeluknya erat hingga rasanya ia tak bisa bernapas.

“yongwon-ah… yongwon-ah…yongwon-ah…” donghae hanya membisikkan nama yongwon dengan lembut dan terus memeluk yongwon.

Selama 1 menit mereka terus seperti itu. Sampai terdengar suara memanggil mereka berdua. Heechul.

“oppa, appa mencari kita..” tukas yongwon sambil melepas pelukan donghae. Lalu yongwon berjalan kearah pintu. Saat hendak membuka kenop pintu, terasa lengan kekar yang bergelayut di sekeliling pinggangnya. Tangan donghae. Tangan itu gemetar.

“bisakah, bisakah biarkan seperti ini? 1 menit saja…” pintanya memelas walau yongwon tak melihat wajahnya.

“oppa… kau kenapa?” yongwon bertanya tanpa melepas pelukan donghae. Donghae terdiam. Mengatur napasnya dan memejamkan mata. “saranghae…” bisiknya tepat di telinga yongwon.

Ia membalikkan tubuh yongwon menghadapnya. “aku tidak sedang berakting yongwon-ah, jika kau berpikir begitu. Ini adalah perasaanku padamu. Entah sejak kapan aku merasakannya. Namun, telah begitu saja muncul dihatiku tanpa bisa ku hentikan. Saranghae…” terangnya. “dan,” donghae meraba bibir yongwon. Membuat yongwon menelan ludah. “mianhae, karena telah mencuri ciuman pertamamu. Aku ingin menjadi orang yang kau kenang, meski pada akhirnya, aku tidak bisa memilikimu…” lanjutnya.

Yongwon yang terlalu terpana tidak bisa mengatakan apa-apa. Setelah menghela napas, ia berkata, “oppa, aku-“

“ya! Kalian berdua sedang apa?!” heechul muncul dengan suara pintu yang terbanting.

Ia segera mendekati yongwon dan menariknya paksa dari dekapan donghae.

“ya! Neo! Lee donghae! Kau apakan anakku?!” teriaknya terengah-engah setelah berlari mencari mereka berdua.

“appa, ini tidak seperti yang kau pik-“ yongwon berusaha menjelaskan namun heechul terlihat sudah kalap dan memotong ucapannya.

“Choi yongwon! Kau diam saja! Kau masih belum berpengalaman! Berpacaran saja belum pernah!” bentaknya. “kau tidak tahu bagaimana isi otak lelaki, apalagi lelaki playboy macam dia!” heechul menunjuk donghae.
Yongwon yang tidak menyangka appanya akan berteriak dan membentaknya begitu kasar, hanya terdiam. Tak lama, air matanya menetes. “iya appa, aku memang belum berpengalaman, tapi aku bukan yeoja bodoh! Aku bisa menjaga kehormatanku!” tangisnya sambil berlari keluar.

“yongwon-ah!” panggil donghae. Ia hendak mengejar yongwon namun tangan putih pucat itu menahannya.

“lee donghae! Jangan kabur kau! Dasar playboy!” heechul memukul pipi donghae telak. Membuat donghae jatuh tersungkur.

“kau bajingan! Tak tahu diri! Apa kau tega mempermainkan yongwon?!” bentaknya sambil terus memukul donghae di lantai. Sampai heechul lelah memukulinya dan amarahnya mereda.

Donghae yang mulut dan hidungnya berlumuran darah, mencoba berbicara. “Puaskah anda Kim heechul-ssi? Membiarkan yeoja yang anda anggap anak pergi sendiri pada malam hari dengan menangis setelah anda membentaknya?!” ucap donghae lemah namun terkesan tegas.

“diam kau! Kau tak tahu apa-apa! Kau tak tahu betapa khawatirnya aku, aku bukan appa yang baik untuknya!” tumpah heechul.

“kaulah yang tidak tahu apa-apa, karena sebelum tahu persoalan, kau sudah menuduhnya yang bukan-bukan. Sebegitu tak percayanya kau padanya?” lirih donghae.

Heechul tertegun. Donghae benar. Tak seharusnya ia membentak yongwon. Lalu menatap donghae yang luka-luka akibat perbuatannya.

“apa kau sudah puas memukuliku hyung? Bangunlah… badanmu berat sekali.” Memang, heechul menduduki tubuh donghae sambil memukulinya.

Heechul bangkit dan kemudian mengamit lengan donghae, membantunya dia berjalan. Donghae menyeletuk, “hyung, ada satu masalah, apa yang harus kukatakan pada leeteuk hyung? Dia pasti tidak suka melihatku babak belur begini..”

“aku akan katakan yang sebenarnya. Aku akan mengatakan bahwa aku yang memukulimu, lalu merasa bersalah karena memukulmu karena aku kalap melihatmu-“ donghae langsung memotong, “err.. hyung, apa kau juga akan memberitahu soal yongwon?”

Heechul hyung menggeleng cepat. “aku tak ingin di diamkan dan musuhi yongwon selama satu bulan,” membuat tawa donghae meledak karena mengingat yongwon pernah mendiami jung noona karena ia mabuk. Namun ia langsung meringis kesakitan saat tertawa.

“kajja! Aku ingin meminta maaf pada yongwon,” ajak heechul. Donghae mengangguk karena mulutnya terasa sakit saat berbicara.

***

Yongwon pov-

Aku menangis dan berlari tak tentu arah dengan masih menggunakan kostum piama rumah sakit. Ake merasa sedih saat appa membentakku dan tidak mempercayaiku. Kenapa?

Aku masih berlari sampai kakiku pegal dan napasku tersenggal-senggal. aku tiba di sebuah taman kota yang berada di dekat ATM. Kuputuskan untuk beristirahat dengan duduk di bangku taman.

Aku ingat, tadi…

Donghae oppa menciumku. Tepat di bibirku.

Lalu dia membawaku ke ruang kelas kosong, lalu… “saranghae…” bisiknya tepat di telingaku. Apa aku bermimpi? Suaranya begitu lembut, dan aku merasakan desah napasnya di telingaku. Tidak, itu nyata. Aku yakin…

Kemudian kulihat appa datang dan berteriak. Menuduhku yang macam-macam. “Choi yongwon! Kau diam saja! Kau masih belum berpengalaman! Berpacaran saja belum pernah!” bentaknya. “kau tidak tahu bagaimana isi otak lelaki, apalagi lelaki playboy macam dia!” appa menunjuk donghae oppa. Entah apa yang ada dipikirannya saat itu.

Dan aku berlari.

Haaaah… aku meninggalkan donghae oppa bersama appa yang sedang salah paham! “Aish… yongwon kau babo! Babo! Babo!”

Bagaimana kalau mereka baku hantam? Aku tak berani membayangkannya. Gara-gara aku…

Sebaiknya aku mengecek keadaannya. Tapi apa aku berani? Aku masih takut dan malu pada mereka berdua. Namun jika aku tidak menghubungi mereka, aku akan mengutuk diriku sendiri secara tak berkesudahan.

Ku raba kantung piyamaku. Lho? Kosong? Tunggu dulu! Aku ingat, sebelum pementasan, aku menaruh handphone dan dompetku di dalam tas. Lalu setelah pementasan… ah! Donghae oppa langsung menarikku! Aish… berarti aku sedang-ada-di-tempat-yang-aku-tak-tahu-dimana? Kenapa aku seceroboh ini? Kenapa peristiwa ini mirip dengan yang terjadi dengan yesung oppa saat hari pertamaku di Seoul. Namun saat itu, dia bertemu denganku dan dapat pulang ke dorm dengan selamat. Namun sekarang? Siapa yang akan membantuku? apa aku bisa berharap dapat bertemu dengan seseorang yang aku kenal disini? Aish… aku-malam-ini, benar-benar bodoh!
“babo! Babo! Babo!” meruntuki diri sendirilah yang dapat ku lakukan sekarang.

“ya! Kau memang babo! Tak perlu kau sebar luaskan ke semua orang!” omel seseorang di sebelahku. Saatku buka mataku dan memandang ke arahnya… aku berusaha mengenali orang ini di balik maskernya. Lalu beberapa saat aku sadar siapa dia.

“neo! Kenapa kau ada disini?!” tanyaku histeris.

Tbc…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s