FF I HAVEN’T ANY CHOICE PART 5

TITLE : I HAVEN’T ANY CHOICE (PART 5)
AUTHOR : Nila
Fb : http://www.facebook.com/nila.siiuletnangka
Twitter :@NyieLa
GENRE : romance, komedi (?)
CAST :
1. Choi Yong Won
2. Lee Donghae
3. Cho KyuHyun
4. Kim Jong Woon
5. Kim Heechul
6. other super junior’s member
LENGHT : series
RATING : PG 15
DISCLAMER : ALL OF THEM is my special cast, especially Kim Jong Woon,nae nampyeon😀
NB : terima kasih buat para reader yang menyempatkan diri untung membaca FF abal-abal ini, ini adalah FF series pertama, soalnya author nggak pede. Biasanya Cuma buat oneshot atau twoshot. Takutya kalo series otak author macet ditengah jalan. jadi di mohon kritik dan sarannya.

HAPPY READING……

Donghae pov-

Suasana hatiku sedang memburuk. Kulihat yesung hyung yang tengah berada di pelukan ahjumma tersenyum manis kea rah yongwon yang-membalasnya dengan anggukan. Apakah hubungan mereka dekat? Namun ku tepis pikiran itu. Mungkin hubungan mereka hanya sebatas pertemanan saja. Tidak lebih. Kebetulan saja yongwon datang ke pesta itu. Kebetulan saja yesung hyung tersenyum padanya. Dan kebetulan juga yesung hyung yang mengantarkannya pulang! Aish! Aku menjadi sangat bergantung dengan kata kebetulan!

“hyung, gwaenchanhda?” tanya kyuhyun tiba-tiba. Mungkin karena sikapku yang diam sedari tadi. Aku hanya mengangguk. Untuk menghindari pertanyaan lebih lanjut, ku pejamkan mataku pura-pura tertidur. Namun bagaimana bisa aku tertidur dengan begitu banyak pertanyaan berseliweran di otakku?

Sudah kuputuskan aku akan bertanya pada yongwon besok. Bukankah aku hendak mengajarkannya berakting. Baiklah… tunggu aku yongwon…

***

Keesokan harinya..

Yongwon pov-

“yongwon-ah… kau tidak memasak?” tanya imo yang baru bangun dari tidurnya di saat matahari sudah terang benderang.

“ani,” jawabku sekenanya.

Ia mengernyitkan dahi. “kau tidak kuliah?”

“ani,” jawabku lagi yang membuatnya sebal. “bisakah kau mengatakan kata selain ani?” bentaknya.

“ani,” sahutku lagi. Dia terlihat frustasi. Sudah 3 hari ini aku mendiamkannya, kalaupun berbicara hanya
‘ani’ yang keluar dari mulutku. Aku juga tidak memasakkannya makanan. Dan terpaksa dia hanya makan mie ramen setiap hari( karena ia tak bisa memasak).

Ting… tong…

Terdengar suara bel apartemen berbunyi. Imo ingin menyuruhku membukakan pintu namun teringat bahwa hanya kata ‘ani’ yang akan keluar dari mulutku, jadi dia mengurungkan niatnya. Akhirnya ia mengalah dan membukakan pintu.

“aigoo… annyeong haseyo, pagi-pagi sekali datang kemari, ada apa donghae-ssi?” tanyanya ramah dan dalam nada yang ceria. Pagi-pagi sekali? Apa imo sudah buta? Ini bahkan sudah jam 11 siang!

Lalu imo masuk dengan donghae oppa mengekor di belakangnya. “yongwon-ah… kau lihat donghae-ssi datang kemari, kau belum mengenalnya bukan?” tanyanya sambil tersenyum.

“ani,” jawabku lagi.

Dia melotot ke arahku dan saat ku melihatnya dari ujung kaki sampai ujung kepala dia ikut memperhatikan dirinya. Lalu karena penampilannya yang berantakan, ia kelabakan masuk ke kamar mandi.

Donghae oppa yang menatapnya heran bertanya padaku. “ada apa dengannya?”

“molla,” tukasku.

“kau- jadi kau benar-benar mendiamkannya sampai sekarang?” serunya.

“ne. chakamman oppa, dari mana kau tahu?” tanyaku penuh selidik.

“bukankah kau yang mengatakannya didepanku dengan cara berbisik yang terlalu besar. Aish.. yeoja ini… “ sahutnya sambil mengacak-acak rambutku.

Oh baiklah, aku memang susah berbisik dengan suara pelan, sudah kebiasaanku. “Iya,ya… salahku, lalu, oppa ada apa kemari? Ingin meminta sup ikanku lagi?” mataku ku sipitkan curiga.

“aish… kau ini sungguh berburuk sangka, bukankah aku guru aktingmu?” jawabnya yang membuatku ingat sandiwara bodoh itu.

“aigoo.. benar juga! Aku lupa sama sekali!” cuapku tanpa rasa bersalah. Dia hanya menggelengkan kepalanya lalu meminta naskah drama itu.

Selama 5 menit dia membacanya. “jadi tokoh utamanya kau dan… Aku! Hahaha, pas sekali!” tukasnya bangga.
“karena teman-temanku adalah Fishy sejati, aku yang seorang Clouds kalah dari mereka,” kataku datar.
Jadi.. dia Clouds. Itu sebabnya kemarin dia dan yesung hyung… hahaha, untunglah, jadi seperti itu… batin donghae.

“sudahlah… kalian semua kan tetap elf,” ujar donghae oppa menenangkanku. Akupun mengangguk.
Tiba-tiba imo keluar dengan pakaian rapi. Sepertinya ia akan keluar. “donghae-ssi, aku pergi dulu sebentar untuk-oh tentu saja mencari makanan MANUSIA” ujarnya penuh penekanan. Heh… aura apa ini? Imo memelototiku. Aku memelototinya balik.

“arra, arra, aku tidak akan mabuk. Tahu begini kemarin aku tidak akan mabuk, keponakanku yang tidak mempunyai hati ini terus memaksaku memakan ramen. Perutku sampai mnengembang seperti ramen, aigoo…” omelnya sambil berjalan keluar.

Cih! Dasar tukang merajuk. Awas saja kalau ia pulang mabuk lagi. Ku biarkan terkapar di jalan.

“bisakah kita mulai sekarang?” tanya donghae oppa padaku. Aku mengangguk.

***

Donghae pov-

Aigoo… yongwon benar-benar tidak berbakat acting. Tahu kenapa? Karena ia sangat tidak bisa menahan tawanya. Aish… anak ini sangat suka sekali tertawa.

“ya, ya, yongwon-ah… seriuslah sedikit” ajakku untuk yang kesekian kalinya. Dan, lagi-lagi ia mengangguk.
Karena tidak ingin ia tertawa lagi, aku melompati adegan awal pertemuan yongwon dan donghae langsung ke adegan mereka sudah resmi berpacaran. Aku memegang tangannya lembut namun cukup kuat. Ku tatap matanya dalam dan meletakkan tangan kanannya tepat didadaku, tepat di jantungku. Cukup membuatnya serius.

“kau tahu,” ucapku sambil memulai dialog. “hati ini berdebar-debar. Aku tak tahu mengapa. Setiap kali melihat matamu, mendengar suaramu, membelai rambutmu, bahkan hanya dengan kau di dekatku saja jantungku bekerja ekstra keras. Aku lelah… bisakah kau menghentikan debaran ini?” tuturku lembut dengan tetap melihat matanya.

Ia hanya mematung. Mungkin karena ia kaget dengan perlakuanku yang tiba-tiba ataukah mungkin karena ia belum menghapal dialognya. Entahlah… namun aku merasa nyaman dengan posisi ini. Biarkanlah seperti ini dulu, 5 menit saja…

Matanya mulai berair, ia mulai menangis. “aku tidak akan bisa menghentikan debaran hatimu itu, karena itu sama saja dengan membunuhmu, membunuh cintaku. Lagipula, hatiku telah bersatu dengan hatimu. Jika hatimu berhenti berdetak, hatikupun ikut berhenti berdetak…” ucapnya lembut namun memilukan.

Kami terus saling memandang dan menangis bersama. Perlahan ku dekatkan wajahku ke wajahnya. Ku kecup keningnya lama, lalu memeluknya. Kurasakan tangannya membalas pelukanku.

“saranghae yongwon-ah…” bisikku tepat di telinganya.

Ia makin terisak. “na, nado oppa…” ia makin tenggelam dalam pelukanku.

***

“Aigoo… ternyata acting menyenangkan sekali! Kita dapat menjadi pribadi yang berbeda, namun bisa ikut hanyut dalam perasaan! Mendebarkan!” serunya penuh semangat saat kami beristirahat sambil meminum jus jeruk buatannya.

Aku tersenyum. “nah kau sekarang mengerti kan? Jangan pernah menertawai orang yang sedang serius berakting” nasehatku.

“hajiman, kalau orang itu pelawak, bukankah ia menunggu kita untuk tertawa?” komentarnya polos. Hahaha. Yongwon-ah… yeoja ini ada-ada saja.

“itu pengecualian uri yeppeo agasshi…” ucapku meniru panggilan heechul hyung.

Dia melotot. “jangan memanggilku begitu! Aku sudah cukup menasehati appa agar tidak memakai nama itu lagi, tapi sekarang malah orang yang memanggilku begitu bertambah satu orang lagi,” kulihat mulutnya tidak berhenti mengomel. Entah kenapa omelannya terdengar seperti suara merdu di telingaku.

“ya! Kau harus memasakkan sesuatu untukku, balgoppa!” bujukku manja.

“arraseo, kebetulan ada ikan tuna segar yang ku beli tadi, akan ku masakkan untukmu.” Ucapnya yang membuatku bahagia. Aku makan ikaaaaaaaaaaaaaaan!

Sambil memasak di dapur, ia pun mengajkku mengobrol, “bagaimana keadaan Mokpo? Oh ya, aku juga ingin mengunjungi Mokpo kapan-kapan!” sahutnya ceria. Aku melangkah ke dapur. Dan bersender di dindingnya.

“Mokpo… adalah sebuah tempat yang indah dengan pantainya yang berkilauan serta hasil laut yang melimpah!” tukasku berseri-seri.

Kulihat dia tersnyum sambil terus memotong-motong ikan. Aigoo.. senang sekali aku melihatnya memasak. Berkarisma… hehehe. Kalau dia menjadi istri seorang Lee donghae, pasti aku akan sangat suka membantunya di dapur atau hanya melihatnya bekerja dang peralatan masaknya begini. Sungguh membahagiakan.

Sementara ia memasak, aku meyiapkan meja makan. Aku menyendokkan nasi ke dalam mangkuk, mengelap sumpit dan sendok, menatanya sedemikian rupa. Aigoo.. kami semakin terlihat seperti pasangan pengantin baru seperti apa yang di katakan jung noona beberapa hari yang lalu.

***

Author pov-

Semakin lama, kualitas acting yongwon meningkat. Dan pada akhir pekan ini, heechul akan melihat sejauh mana kemajuan anaknya itu dengan bimbingan dari Lee donghae seongsaengnim.

Ting tong… terdengar bel apartemen yongwon berbunyi lalu yongwon dengan segera berlari membukakan pintu. Terlihat heechul dan donghae tersenyum di balik pintu itu. Yongwon mempersilahkan mereka masuk.

“nah, sekarang tunjukkan hasil dari pelajaran aktingmu selama ini!” perintah heechul.

Yongwon mengangguk dan menatap donghae dengan ragu. Donghaepun berbisik di telinga yongwon, “awas saja kalau sampai kau melakukan kesalahan, aku tidak akan mengampunimu!” ujar donghae kejam yang membuat yongwon ketakutan.

“yak! Action!” teriak heeechul.

Yongwon dan donghae mulai berakting. Dari awal cerita samapi akhir. Namun terjadi sedikit kesalahan saat adegan donghae yang akan mencium yongwon.

Heechul gusar. “yongwon, apa yang kau lakukan?”

Yongwon hanya menunduk. “mianhae hyung, bagian ini memang kami tidak pernah melatihnya.” Bela donghae.

“wae?” tanya heechul.

Kali ini yongwon berbicara, “karena… sejujurnya aku belum pernah berciuman sekalipun. Dan- aku belum pernah berpacaran,” akunya.

“mwo?” donghae dan heechul terkejut. “belum pernah pacaran? Apa anakku segitu tidak lakunya…” heechul meratapi nasibnya.

“a-aniyo appa, aku memang memutuskan untuk tidak berpacaran…” jujur yongwon.

“ah sudahlah, apapun alasanmu, kau harus professional! Lagipula kalian tidak akan berciuman sungguhan! cobalah berakting natural chagi…” ujarnya lembut,

“ne appa…” yongwon mengangguk semangat.

“yak! Action!” heechul kembali berkomando.

Adegan dimulai saat donghae masuk ke pintu kamar yongwon. Sudah setahun setelah donghae pergi meninggalkan yongwon untuk mengejar cita-citanya ke luar negeri, yongwon mengalami koma. Donghae menangis melihat belahan jiwanya hanya bergantung pada selang infuse untuk bertahan hidup.

“yongwon-ah…” terdengar suara donghae memanggil yongwon lembut. “mianhae..”

Donghae mulai menyentuh wajah yongwon. Hanya dengan ujung jari. Seakan yongwon dapat terluka bila mendapat sentuhan kuat. Pelan dan perlahan. Menelusuri mata, hidung, dan bibir yongwon.

Mata donghae yang sendu menatap yongwon penuh kasih. “yongwon-ah…” panggilnya lagi seraya memandang wajah yeojanya itu dengan seksama. “saranghae…”

Lalu perlahan, ia mendekatkan wajahnya ke wajah yongwon,(yongwon memakai oksigen yang dipasangkan di hidung) ia dapat merasakan hembusan napas yongwon yang lemah. Hidung mereka sudah bersentuhan sekarang. “saranghae…” ia mengucapkan itu sebelum menempelkan bibirnya ke bibir yeoja itu.

Namun tiba-tiba…

“ya! Hyung apa yang kau lakukan!” teriak seorang namja. Lalu dengan cepat dia mendaratkan bogem ke pipi donghae sebelum donghae sempat berbicara.

BUG! Donghae terkapar dilantai memegang pipinya yang memar.

***

Kyuhyun pov-

Hari ini aku akan menantang yongwon main star craft. Haha. Jangan harap bisa menang dariku.
Kulihat jung noona yang hendak memasukkan password apartemennya. “noona!” panggilku. Dia menoleh.

“kyuhyun-ah? Oh… ingin bertemu yongwon?” tanyanya ramah. Aku mengangguk. “aigoo… pasti si yongwon pemalas itu sedang tidur,” ceritanya begitu bersemangat. Tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu. “hei.. bukankan sebelum pergi yongwon berkata donghae akan datang? Kurasa dia masih di dalam” katanya seraya membuka pintu.

Aku dan noona masuk dengan pemandangan mengerikan. Ku lihat donghae hyung sedang berusaha melakukan sesuatu yang kurang ajar pada yongwon-ku! Dia ingin menciumnya! Parahnya lagi, saaat itu yongwon sedang tertidur! Benar-benar!

Segera saja aku berteriak dan mencegah hyung melakukannya.

“ya! Hyung apa yang kau lakukan!” teriakku murka. Lalu dengan cepat aku-yang sudah kalap- mendaratkan bogem ke pipi donghae hyung sebelum dia sempat berbicara.

BUG! Donghae hyung terkapar dilantai memegang pipinya yang memar.

“ya! Kyuhyun! Apa yang kau lakukan?” suara garang namja yang berada di belakang mengagetkanku.

Aku berbalik, “heechul hyung! Apa yang kau lakukan?”

Dia mendelik gusar, “ck! Bodoh!” lalu ia berjalan melewatiku untuk membantu yongwon membawa donghae ke sofa.

Kulihat yongwon bertanya lembut pada donghae hyung, “oppa… sakit?” tanyanya sambil meraba pipi donghae hyung. Memuakkan!

“nan… gwaenchana yongwon-ah…” sahut donghae hyung yang terdengar seperti bisikan.

“hya! Hyung! Ada apa ini?” tuntutku memeinta penjelasan. Lalu heechul hyung angkat bicara.

***

“nah, sekarang kau sudah mengerti kan anak nakal?” tanya heechul hyung separatis.

Aku hanya tersenyum dan menatap donghae hyung yang sedang di kompreskan pipinya oleh yongwon dengan air yang di bawakan noona.

“mian hyung… “ ujarku sambil mendekatinya. Dia melengos! Cih! Kekanak-kanakan! Persis donghae hyung yang ku kenal.

“hyung…” rengekku lagi sambil menggenggam kakinya. “hyung, hyung, hyung…”

“ya, ya, ya! Kau ini sedang apa cho kyuhyun! Jangan mendekatkan wajahmu dengan wajahku begitu!” teriak donghae hyung panic. Hhehehe

“jadi, hyung mau memaafkanku?” tanyaku penuh harap. “shireo!”

“hyung…” bisikku sambil mendekatkan wajahku lagi. “hya! Kyuhyun! Aku masih waras! Aku masih menyukai yeoja! Yongwon-ah… tolong aku!” rengek donghae hyung. Semuanya melihat kami geli.

“oppa…” panggilku meniru suara yeoja yang membuat bulu kuduk donghae hyung berdiri. Kudengar heechul hyung ikut membantuku. “Oppa…” dia juga menirukan suara yeoja.

Donghae yang ketakutan berlari-lari ke balkon. “hentikan itu atau kau ingin melihat aku terjun, hah?”
Kami semuat tertawa melihat ekspresi donghae hyung yang panic setengah mati.

***

Yesung pov-

Kenapa wajah yeoja itu terus menghantui hati dan pikiranku? Memang bukan dalam hal yang bagaimana, tapi tetap saja membuatku susah. Membuatku ingin terus menatap dan berada di sampingnya.

“hyung, kau kenapa? Akhir-akhir ini kau melamun terus” ucap ryeowook. Coupleku yang satu ini memang sangat perhatian. Aku memeluknya.

“ani. Aku hanya sedang merasa aneh,” jawabku. (author : bukannya oppa memang aneh? #Clouds lempar author ke samudera antartika)

Ryeowook melepaskan pelukanku. “hyung, apa kau sedang jatuh cinta?” serunya.

Aku berpikir. Jatuh cinta? Mungkinkah? Mengapa kata itu terdengar sangat indah? Yeoja itu… membuatku seperti ini. Ryeowook berkata lagi, “hyung, dari pada aku terus melihatmu seperti ini, lebih baik kau katakan padaku siapa yeoja itu? Aku ingin melihat mukanya. Secantik apa dia?”

Aku tersenyum, “dia… cantik,” jawabku singkat. Dia terlihat tak puas dengan jawabanku itu.

“jadi? Siapa dia?” tanyanya penasaran.

“nanti juga kau akan tahu,” sahutku sambil keluar dari kamar. Tak lama aku berbalik, “tapi kau harus membantuku satu hal,” dia terlihat bingung, namun sedetik kemudian dia mengangguk.

“ne hyung…”

Aku berjalan keluar. Aku merencanakan akan mengutarakan perasaanku padanya. Persetan jika umurku dan umurnya terlampau jauh. Persetan apa dia menyukaiku atau tidak. Persetan dia sudah memiliki kekasih atau tidak. Aku… hanya ingin perasaan ini tersampaikan… meskipun mungkin kenyataannya, jika dia menolakku, hatiku akan sangat sakit. Namun resiko apapun, aku akan tetap melakukannya.

Tunggulah aku, yongwon-ah…

***

Tbc…
HUWWAAAAAAAAAAAAAAAA! eotthe? udah pening ne kepala baca ulang. anehnyaaaaaaaaa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s