FF I HAVEN’T ANY CHOICE PART 4

TITLE : I HAVEN’T ANY CHOICE (PART 4)
AUTHOR : Nila
Fb : http://www.facebook.com/nila.siiuletnangka
Twitter :@NyieLa
GENRE : romance, komedi (?)
CAST :
1. Choi Yong Won
2. Lee Donghae
3. Cho KyuHyun
4. Kim Jong Woon
5. Kim Heechul
6. other super junior’s member
LENGHT : series
RATING : PG 15
DISCLAMER : ALL OF THEM is my special cast, especially Kim Jong Woon,nae nampyeon😀
NB : terima kasih buat para reader yang menyempatkan diri untung membaca FF abal-abal ini, ini adalah FF series pertama, soalnya author nggak pede. Biasanya Cuma buat oneshot atau twoshot. Takutya kalo series otak author macet ditengah jalan. jadi di mohon kritik dan sarannya.

HAPPY READING……

Donghae pov-

Kulihat yongwon melirikku. Saat aku meliriknya, dia melengos segera.

“uhm… donghae-ani, oppa, soal…” kulihat dia meremas tangannya. Kelihatannya dia gugup. Aigoo, kenapa aku ikut gugup?

“oppa, perkataan imo tadi jangan di ambil hati. Imo memang seperti itu,” lanjutnya.

Aku mengerutkan kening. “soal apa?” aku berpikir sejenak. “oh… soal pengantin baru itu…”

BLUSH!

Muka yongwon memerah seketika. Aigoo.. pipinya jadi seperti tomat, manis sekali. Dia mengangguk pelan.
“wae?” aku berniat menggodanya.

“ Apa kau tidak suka terlihat seperti itu? Apakah bersuamikan aku terlihat begitu buruk untukmu?” kataku sambil pura-pura merujuk.

Dia terlihat kelimpungan, “ani,ani.. bukan begitu oppa, aku suka bersuamikan ka-“ ucapannya terpotong. Apa? Apa? APA? Apa yang akan di katakannya tadi? Apakah aku suka bersuamikan kau. Kau itu aku? Begitu? Dan sekarang jantungku berdetak kencang. Aneh… mukaku memerah.

Setelah itu, kami sama-sama diam dan canggung. Ku lirik yongwon sekilas (atau berkilas-kilas?). aigoo… ternyata dia tertidur. Aku merapikan poninya yang menutupi wajahnya. Dia terlihat polos saat tertidur.
Aku menggeser dudukku sehingga dia dapat tidur terlentang di sofa, di beri bantalan dengan boneka beruang miliknya. Lalu entah setan apa yang merasukiku, aku mengecup keningnya dan berbisik, “joeun kkumkkwo (mimpi indah), yongwon-ah…”

Lalu aku melangkahkan kakiku keluar dari apartemennya dan segera kembali ke dorm.

***

Yongwon pov-

Aku tertidur di sofa dan saat terbangun aku terkejut mendapati donghae oppa sudah tidak ada di apartemen. Sejak kapan aku tertidur? Tapi kurasa, tadi samar-samar aku mendengar seseorang memanggilku, tapi siapa? Suaranya begitu lembut,

Yongwon-ah…

Suaranya terdengar jelas. Aku rasa aku hanya bermimpi.

***

Yesung pov-

Huuuh… jadwalku sangat padat akhir-akhir ini. Tapi aku menikmatinya meskipun ada sedikit rasa lelah yang melanda. Namun inilah pekerjaanku yang menguras waktu dan keringat.

Ku lihat jadwal kerjaku yang senantiasa tercatat dalam handphone pribadiku. Aigoo… besok adalah hari ulang tahun eomma. Hampir saja aku lupa.

Aku langsung menelfon jongjin, adikku.

“yeoboseyo?…. jongjin ini aku….”

***

Aku telah membuat rencana dengan jongjin adikku untuk membuat pesta kejutan kecil-kecilan besok malam di Handel and Gretel. Aku akan membeli piring antic yang sering di koleksi ibu. Dia pasti akan sangat senang.

Saat tiba di dorm, aku menemukan donghae duduk melamun di sofa. Ada apa ini? Biasanya dia akan mendengarkan Sukira untuk mengecek-siapa tahu leeteuk hyung dan eunhyuk membicarakan dirinya- tapi saat ini kulihat dia hanya duduk dengan tatapan mata kosong. Aku mendekatinya dengan tatapan penuh misteriku, lalu memegang bagian atas mulutnya. Dia terlihat terkejut.

“ya hyung!” protesnya. Dia lalu masuk ke dalam kamar. Aku tidak berhenti sampai di situ. Aku belum merasa puas. (#author : udah, ecung oppa pegang bibir aku aja, clouds: authornya minta di hajar! Author: mewek!)

Aku menguntitnya ke kamarnya, dan kalian tahu kan kelanjutannya? Dia tidak bisa menghindar… ghahaha. Sepertinya perumpamaan yang di buat oleh korban-korbanku (siapa lagi kalau bukan member-member super junior) yang mengatakan bahwa aku paling mudah sekali menerobos masuk kamar orang-orang, entah itu pintunya telah dikunci, jendela sudah ditutup, lubang udara sudah tertambal, mau bagaimanapun bentuk halangannya, aku pasti masih bisa masuk…( perumpamaan yang aneh menurutku..) adalah benar adanya.

***

Donghae pov-

Aish! Menyebalkan! Aku tahu yesung hyung tidak akan berhenti melakukan ‘hoby’ anehnya itu sampai ia merasa puas. Tapi aku sedang sangat tidak ingin di ganggu…
(donghae mewek ke pelukan author, fishy udah siapin golok)

***

Kyuhyun pov-

Hari ini aku pulang ke dorm namun tak menemukan satupun hyungdeul disana. Kemana mereka semua? Teganya meninggalkanku sendiri? Bahkan sungmin hyung pun sibuk.

Aku berjalan ke dalam kamar untuk mengambil psp ku. Saat meletakkan tas, aku menemukan ada sebuah pesan masuk di HP ku. Ku buka isinya, ternyata dari yongwon.

From : yongwon babo
Annyeong… neultta kyu (si tua kyu) bisakah kau datang ke apartemenku saat kau ada waktu luang? Aku akan membuatkan bibimbab sebagai imbalannya.

To : yongwon babo
Ya! Beraninya kau memanggilku tua! Padahal aku tahu kau butuh bantuanku! Cih!

From :yongwon babo
Ayolah.. aku benar-benar butuh bantuanmu, karena appa tidak ada, aku hanya bisa mengandalkanmu. Ayolah…

To : yongwon babo
Arra, arra! Tapi selain bibimbab, kau harus menyebutku lelaki perkasa yang baik hati dan lagi tampan sedunia setiap memanggilku! Eotte?

From : yongwon babo
Ya! Nama panggilan macam apa itu? Terlalu panjang untuk sebuah nama panggilan! Aigoo.. dasar sajjida ahjussi! (ahjussi gemuk)

To : yongwon babo
AKU-TI-DAK-GE-MUK……

***

Aish! Yongwon babo! Mibda yeoja! nappunnom! Michinom! Setelah menghinaku habis-habisan, ia malah memaksaku datang ke apartemennya. Aku kan mempunyai banyak pekerjaan –main psp tentunya. Saat tiba di depan apartemennya, belum sempat ku pencet bel, pintunya sudah terbuka.

“aish.. kau benar-benar mengharapkanku datang karena merindukanku?” godaku, yang-ku harap benar. “sampai-sampai kau tahu aku sampai tanpa perlu ku pencet bel”.

Dia menjitak kepalaku! appo… “ya! Bicaramu sungguh ngawur! Tapi tak apalah… yang penting kau mau datang dan membantuku,” katanya sambil berjalan menuju dapur.

Aku terus melihatnya sampai-sampai leherku memiring 90 derajat ke kanan. Mungkin saja leherku bisa memanjang kalau terus berada dalam posisi ini. “apa yang bisa ku bantu?” tanyaku memecah keheningan.
Dia terdiam. Aneh. Lalu tiba-tiba dia berbicara, lembut sekali. “kyuhyun-ah…” panggilnya.

Deg!

Jantungku berhenti seketika. Apa katanya tadi? Kyuhyun-ah? Kyuhyun-ah.. kyuhyun-ah… Rasanya suara itu membuatku melayang…

“kyuhyun-ah..” dia menampakkan wajahnya yang memerah itu dari pintu dapur. Aigoo… dia manis sekali.

“aku ingin kau,” ucapnya terbata. “aku tahu kau adalah lelaki perkasa yang baik hati dan lagi tampan sedunia..” omona! Itukan nama panggilan yang ku sarankan tadi? Apa yang dia katakan? Dia terus mendekat, membuatku gugup.

Aku mundur beberapa langkah. Sungguh. Kakiku lemas. Apa yang akan dia katakan? Apakah… menembakku? Suaranya berubah lembut, ia tersenyum, mukanya memerah, tangan dan suaranya gemetar. Dan di tambah lagi dia memujiku. Tuhan… aku bahagia…

Yongwon sudah berada tepat di hadapanku sekarang dan menatap lekat kedua mataku. Aku menelan ludah saat ia meraih tanganku. “kyuhyun-ah.. bisakah kau menjadi,” ucapannya terpotong lagi. Ia terlihat ragu. “kau janji tidak akan marah padaku?” lanjutnya. Aku hanya mengangguk.

Ia tersenyum dan melanjutkan, “kalau begitu, aku tidak akan sungkan-sungkan lagi bertanya padamu,” katanya masih dengan senyuman. “ bisakah sebagai lelaki perkasa yang baik hati dan lagi tampan sedunia kau memperbaiki pipa air ledeng di dapurku? Oh aku tidak bisa mencuci piring. Dan-lebih parah lagi tukang ledengnya tidak bisa datang” ucapnya bertubi-tubi.

DOENK!

Hatiku yang belum siap menerima kenyataan. Ternyata aku terlalu percaya diri.

“ya! Memangnya aku ada tampang sebagai tukang ledeng hah?!” dampratku padanya. Amarahku muncul tiba-tiba. Dia terlihat terkejut. “kau, memaksaku datang ke apartemenmu di tengah waktu luangku yang berharga hanya untuk membantumu memperbaiki pipa! Sungguh yeoja kejam!”

“kyuhyun-ah.. mianhae, apa kau marah?” tanyanya takut-takut.

“ya aku marah! Wae?” teriakku kasar.

“mi-mianhae…” ucapnya sambil tertunduk.

“aku marah kenapa kau hanya memanggilku saat kau kesusahan saja, kenapa kau tidak memanggilku dan memasakkanku kapan saja kau bisa, kapan saja kau mau. Atau bahkan setiap hari kalau perlu!” omelku.
Dia memirigkan kepalanya tanda berpikir. “karena, aku tidak ingin mengganggu waktu luangmu jika aku memanggilmu sesukaku. Kedua, aku tidak ingin waktu luangmu yang berharga jadi terbuang sia-sia hanya karena membantua yeoja sepertiku. Padahal kau seharusnya istirahat di dorm. Dan- kau bukan orang yang bebas bisa kemari kapanpun. Kau seorang cho kyuhyun. Kau ingat?” terangnya panjang lebar.

Aku tertohok. Benar apa yang di katakan oleh yongwon. Jika saja aku bukan seorang cho kyuhyun… “Jika aku bukan seorang Cho kyuhyun, bisakah aku sering bertamu ke apartemenmu?” tanyaku tanpa sadar.

Dia tersenyum. “hei, Meskipun kau seorang Cho kyuhyun, aku tak akan melarangmu datang, kau ini berpikir apa sih?” tanyanya geli.

Lalu kemudian kami berdua tertawa. “anggaplah apartemenku sebagai dorm keduamu. Dan jangan sungkan-sungkan datang kemari. Dan-“ dia terdiam.

“dan?”

“dan kalau kau mau, aku bisa jadi pendengar keluh kesah yang baik.” Promosinya.

Aku tertawa, “ya! Yongwon-ah! Bilang saja kau mau menjadi sahabatku! Mengapa memakai bahasa yang berbelit-belit? hahaha”

“dasar kau Cho kyuhyun evil! Beraninya menertawakanku!” tangannya melayang hendak menjitak kepalaku lagi namun aku menahannya. Matanya berpaling dari tanganku yang menahan tangannya menuju mataku. Kami berpandangan dalam jarak yang lumayan dekat.

“maafkan aku menertawakanmu, nae yeppeo chingu..” bisikku.

BLUSH! Mukanya memerah. Lucu sekali. Sepertinya mempunyai chingu seperti yongwon akan berdampak positif padaku. Selain aku nyaman berada di dekatnya, dia juga bisa memasakkanku makanan. Terlebih lagi dia mempunyai ekpresi yang sangat lucu jika kugoda. Sudah kuputuskan menggodanya akan menjadi hoby tetapku. Tapi, seandainya bukan hanya sebagai chingu…

***

Yesung pov-

Aku melihat kyuhyun tersenyum-senyum sendiri saat memainkan pspnya. Ku tebak, ia pasti memenangkan game. Dasar gamekyu. Aku masuk hendak mengajak ryeowook pergi membeli piring untuk eomma. Namun ku lihat dia kerepotan menyiapkan makanan untuk hyung dan dongsaengku yang lain. Baiklah… aku tidak akan tega mengganggunya. Biar aku berangkat sendiri saja.

“oh, hyung, kau mau kemana lagi?” tanya kyuhyun.

“aku akan membeli piring untuk eomma. Dia berulang tahun hari ini. Dan kau- jangan lupa ajak member yang ada di dorm untuk datang ke handel & Gretel jam 7 malam. Aku akan membuatkan pesta kejutan untuk eomma” ancamku. Dia hanya mengangguk dan melanjutkan aktifitasnya.

Saat hendak menuju parkiran-kali ini tak lupa aku memakai topi, kacamata dan masker- kulihat siulet seorang yeoja yang menggunakan baju terusan warna kuning lembut dengan rok bertumpuk dan berjumbai serta sebuah cardigan warna cream memadukan penampilannya. Rambutnya yang panjang ia gerai, namun tak lama ia mengikatnya sehingga lehernya yang jenjang dan indah terekspos sempurna. Cantik..

Kulihat dia sedang menunggu seseorang. Melihat jam tangannya dengan resah. Aku menghampirinya.
“yongwon-ah, apa yang sedang kau lakukan?”

Dia terlihat sedikit kaget karena penampilanku. Namun sedetik kemudian ia tersenyum. “ah, annyeong oppa, aku sedang menunggu teman.”

“memangnya kau mau kemana?”

“mencari pot untuk hadiah dosen kami yang akan menikah,” ucapannya terputus saat terdengar HPnya berbunyi.

“chakkaman oppa,” aku mengangguk. Selama beberapa detik dia sibuk menelfon. Kemudian dia kembali dengan wajah kesal.

“waeyo?” aku heran melihat wajahnya yang kesal namun terlihat manis sekali.

“temanku membatalkannya. Ia ada keperluan mendadak. Dan dia menyuruhku membeli sendiri!” kesalnya.

Entah apa yang menggerayangi otakku saat itu aku menjawab, “kalau begitu, bagaiman kalau kau berbelanja denganku? Aku juga hendak membeli piring. Kurasa pot dan piring bisa kita temukan di satu tempat.”

Ku lihat reaksinya yang berubah drastis. dia melonjak-lonjak kegirangan dan hampir memelukku. Namun ia cepat menahan dirinya. Aish! Kenapa tidak jadi memeluk….

Kami berdua pun menaiki mobilku dan pergi menuju tempat langgananku untuk membeli alat rumah tangga yang lumayan antic.

***

Yongwon pov-

Mimpi apa aku tadi malam? Astaga! Seingatku aku di kejar-kejar oleh domba besar dan mempunyai kaki yang panjang. Menyeramkan!

Namun hari ini, aku mendapatkan teman baru, seorang superstar. Cho kyuhyun. Lalu aku pergi membeli pot antic bersama Yesung oppa. Seperti kencan saja. Tak lupa ia membelikan aku es krim. Dan yang terakhir aku di ajak yesung oppa untuk ikut merayakan pesta kejutan untuk eommanya! Huwaaa…

Aku sudah sangat tidak sabar bertemu dengan eomma yesung oppa-calon mertuaku- haha. Aigoo.. aku gugup sekali. Sesampainya di handel & Gretel aku langsung di ajak masuk ke dalam dapurnya. Ku lihat jongjin adik yesung oppa menghampiri kami.

“hyung, semuanya sudah siap. Tapi, aku belum menulis kartu ucapan.” Jelas jongjin.

“aish… tak apa, yang penting, kita punya hadiah buat eomma. Dia pasti sangat senang,” yesung oppa berkata menenangkan.

“oppa! Kau seharusnya menulis sesuatu,” saranku.

“namun aku tak pandai merangkai kata,” akunya.

“oke. Kalau soal itu, biar aku yang tangani!” ujarku. Ku lihat dia kaget, namun ia hanya mengangguk. Mungkin ia kaget karena aku terlalu bersemangat. Yongwon-ah… kendalikan dirimu…

***

Saat jam 7 malam, keadaan di handel & Gretel sangatlah gelap. Jongjin sedang menjemput appa dan eomma yesung oppa. Semua member super junior yang sedang free pun ikut. Terlihat leeteuk, shindong, ryeowook, donghae, dan kyuhyun memasuki dapur.

“kenapa gelap sekali? Aku tidak bisa melihat….” Rengek kyuhyun pada hyung-hyungnya. lalu tiba-tiba…

Bruk! Prang!

Kyuhyun menabrak lemari besi tempat peralatan dapur dan membuatnya terjatuh. Yesung oppa mendelik sebal. “kyuhyun, jangan mengacau. Diam atau kau akan ku hajar.”

Kyuhyun merengut kesal. Namun dia kaget saat mendengar suaraku. “kyu? Jika tidak bisa melihat, peganglah lenganku” tawarku yang langsung di sambut rangkulan tangannya.

“apakah itu kau yongwon?” tanya donghae oppa mengenali suaraku.

Aku mengangguk lalu cepat sadar bahwa donghae oppa tidak mungkin dapat melihat dalam keadaan gelap begini.

“ne oppa,” jawabku singkat.

Lalu suara mobil mengejutkan kami. Terdengar suara bruk lagi. Namun kali ini ada orang yang terjatuh.
“ya hyung, kau menendang kakiku,” ujar shindong oppa kepada leeteuk oppa.

“mianhae shindong-ah,” ucap leeteuk oppa.

***

Yesung pov-

“aish! Kalian ribut sekali! Bagaimana kalau rencana ini gagal?” bisikku kepada semuanya.

Akhirnya semuanya terdiam dan menunggu eomma masuk ke dalam caffe. Aku menyuruh yongwon menyalakan lilin pada kue yang sudah di siapkan tadi. Perlahan lilin mulai menyala. Wajah yongwon yang berbinar terlihat antusias sekali. Aku tersenyum.

“sudah siap!” ku dengar leeteuk hyung yang bertugas mengintip ke depan memberikan aba-aba. Jadi kami semua keluar dan mengendap-endap. Dan saat eomma menyalakan saklar lampu, kami berteriak.

“SURPRISE! Hahaha” ku lihat eomma terkejut namun tak lama meneteskan air mata.

“eomma…” sapaku saat aku dan jongjin hendak berbaur memeluk eomma.

“aigoo, aigoo… kalian berdua anak nakal! Berani-beraninya mengerjai eomma. Gomawoyo…” dia melihat sekeliling. “memberdeul juga datang, gomawo..” lalu ia melanjutkan. “aigoo… siapa yeoja manis ini?” tanyanya kepada seluruh member.

Leeteuk hyung menjawab, “dia keponakan tetangga kami ahjumma, namanya Choi Yongwon” hyung mengenalkan yongwon pada eomma.

“annyeong haseyo ahjumma, Choi Yongwon imnida…” salamnya sambil membungkuk.

“annyeong Yongwon-ah… manis sekali, maukah kau menjadi menantuku? hahaha” canda eomma. Yongwon menunduk.

“kau lihat, aku mempunyai 2 anak laki-laki yang tampan kan?” promosinya. Aigoo… aku merasa malu.
Namun untunglah kyuhyun memotong, “ahjumma! Yongwon masih muda belia, jangan begitu!” katanya sebal. Kenapa dia? Entahlah.

Donghae yang sedari tadi diam pun angkat bicara. “Lagi pula ia masih kuliah, tentu saja masih sangat kecil.” Katanya mengiyakan perkataan kyuhyun. Kenapa dengan mereka berdua. Terlihat menjengkelkan.

Eomma hanya tersenyum. “kau lihat yongwon-ah? Mereka memperebutkanmu!” membuat semua member tertawa. Sebelum kyuhyun dan donghae memotong lagi, aku angkat bicara. “tiuplah lilinnya eomma, sudah mencair begitu banyak.” Saranku.

Eomma meniup lilinnya dan acara pemberian hadiahpun di mulai. Dia membuka hadiahku terlebih dahulu. Dia melihat kartu ucapan yang di tulis yongwon tadi.

‘eomma, aku akan selalu ingat kata-kata ini, “useumeun gajang areumdaun boseok imnida” senyuman adalah permata yang paling indah. Dan senyum yang terindah adalah senyummu.
Geon-gang josimhaseyo eomma (jagalah kesehatanmu eomma),

Jongwoon dan jongjin.

Eomma menangis lalu memeluk kami berdua. Aigoo… yongwon menulis dengan sangat baik. Aku tersenyum padanya dan ia balas dengan anggukan.

***

Kyuhyun pov-

Sekarang kami akan kembali ke dorm. Mengingat sekarang sudah pukul 11 malam. Kami lelah dan ingin tidur. Namun, rasa lelahku bukan apa-apa saat ku lihat yesung hyung menggandeng tangan yongwon masuk ke mobilnya dan mengajaknya pulang bersama. Ku harap hubungan mereka bukanlah hubungan pasangan atau semacamnya. Ku lihat donghae hyung yang murung sejak pesta tadi.

“hyung, gwaenchanhda?” tanyaku padanya. Dia hanya mengangguk.

Namun aku sudah tidak mengganggunya lagi, karena sepertinya dia sudah tertidur. Mungkin dia kelelahan.
Aku pun ikut tertidur di sampingnya selama perjalanan menuju dorm.

***

Donghae pov-

Suasana hatiku sedang memburuk. Kulihat yesung hyung yang tengah berada di pelukan ahjumma tersenyum manis kearah yongwon yang-membalasnya dengan anggukan. Apakah hubungan mereka dekat? Namun ku tepis pikiran itu. Mungkin hubungan mereka hanya sebatas pertemanan saja. Tidak lebih. Kebetulan saja yongwon datang ke pesta itu. Kebetulan saja yesung hyung tersenyum padanya. Dan kebetulan juga yesung hyung yang mengantarkannya pulang! Aish! Aku menjadi sangat bergantung dengan kata kebetulan!

“hyung, gwaenchanhda?” tanya kyuhyun tiba-tiba. Mungkin karena sikapku yang diam sedari tadi. Aku hanya mengangguk. Untuk menghindari pertanyaan lebih lanjut, ku pejamkan mataku pura-pura tertidur. Namun bagaimana bisa aku tertidur dengan begitu banyak pertanyaan berseliweran di otakku?

Sudah kuputuskan aku akan bertanya pada yongwon besok. Bukankah aku hendak mengajarkannya berakting. Baiklah… tunggu aku yongwon…

***

Tbc…
EOTTHE? GAJEEEEEEE! huweeeee… aneh bener ya? sekalinya buat series, malah gaje gini…. T.T

but, still RCL guys, ^^ thank’s…

One thought on “FF I HAVEN’T ANY CHOICE PART 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s