FF I HAVEN’T ANY CHOICE PART 2

TITLE : I HAVEN’T ANY CHOICE (PART 2)
AUTHOR : Nila
Fb : http://www.facebook.com/nila.siiuletnangka
Twitter :@NyieLa
GENRE : romance, komedi (?)
CAST :
1. Choi Yong Won
2. Lee Donghae
3. Cho KyuHyun
4. Kim Jong Woon
5. Kim Heechul
6. other super junior’s member
LENGHT : series
RATING : PG 15
DISCLAMER : ALL OF THEM is my special cast, especially Kim Jong Woon,nae nampyeon😀
NB : terima kasih buat para reader yang menyempatkan diri untung membaca FF abal-abal ini, ini adalah FF series pertama, soalnya author nggak pede. Biasanya Cuma buat oneshot atau twoshot. Takutya kalo series otak author macet ditengah jalan. jadi di mohon kritik dan sarannya.

HAPPY READING……

Yesung pov-
Sial, sial, sial! Aku di tinggalkan teman dan manajer, hyundaepun tak ada, uang apa lagi. Andwaeeee…..! ku tendang barang-barang yang ada di dekatku, mulai dari kayu, plastic, kaleng, namun tiba-tiba…

“aduh!” seorang yeoja berteriak kesakitan saat terkena kaleng yang tadi ku tendang. Omo.. apalagi ini, jangan sampai dia tahu siapa diriku. Tapi belum sempat aku kabur, ia menangkap kerah bajuku.

“ya! Ahjussi, seharusnya kau meminta maaf karena telah menyakitiku!” teriaknya garang.

Aku meminta maaf sambil menunduk. “mianhamnida, jeongmal mianhamnida agasshi”

Dia terdiam. Perlahan aku mengangkat kepalaku.

“yesung-ssi?” aku mendengar suara yeoja memanggilku lembut. Ku tatap wajahnya yang memerah. Aigoo.. dia kan…

“yongwon-ssi?” ku lihat dia terkejut. Apa aku salah mengucapkan namanya? Tapi sepertinya tidak. Aku mengingat jelas namanya saat jung noona mengenalkannya kemarin.

“nde…” kulihat dia gugup. Kenapa? Apakah dia salah satu clouds? Ku rasa bukan. Dia tidak histeris saat melihatku, tidak seperti yeoja-yeoja tadi.

“sedang apa kau disini?” tanyaku sopan.

“aku sedang mencari kedai masakan indonesia” jawabnya polos. Omo… neomu kyeopta! Ya! Jongwoon! Dia anak umur 19 ani, 20 tahun! Berkacalah pada umurmu!

“oppa-aniyo. yesung-ssi..” segera ku potong ucapannya, “kau boleh memanggilku oppa”

Dia membelalakan matanya yang bulat itu. Aigoo.. aku baru melihat mata bulat seperti itu. “nde oppa…” jawabnya malu-malu. “uhm… oppa sendiri sedang apa?” tanyanya balik.

“haaah… aku…” akhirnya aku menceritakan semua kejadian yang aku alami. SEMUANYA! Tanpa terkecuali. Aku sudah bersiap dia akan tertawa atau sebagainya, tapi…

“oppa pasti lelah, sebaiknya kita duduk dan minum teh dulu. Aku traktir. Tenang saja.” tawarnya. Aigoo… kenapa ada gadis yang begitu baik hati begini? Aku jadi ingin menciumnya! Jongwoon, kendalikan dirimu!

***

Yongwon pov-

Hari ini aku berencana mengelilingi kota seoul. Aku berpikir akan mencari kedai yang menjual makanan khas Indonesia. Namun.. sudah kucari-cari ke pelosok seoul tidak kutemukan juga. Saat aku sedang galau(ciyeelah..) tiba-tiba kepalaku terkena kaleng. Ulang orang iseng! Aku segera mencari orang iseng itu, dan ku lihat seorang pria yang hendak kabur. Ku tarik saja kerah bajunya.

“ya! Ahjussi, seharusnya kau meminta maaf karena telah menyakitiku!” teriakku garang.
dia meminta maaf sambil menunduk. “mianhamnida, jeongmal mianhamnida agasshi”

aku terdiam. Suara ini, seperti familiar..Perlahan dia mengangkat kepalanya.

“yesung-ssi?” aku memanggilnya. Ya ampun bodohnya aku, mana mungkin dia ingat padaku. Kurasa wajahku sudah mulai memerah sekarang.

“yongwon-ssi?” aku terkejut. Dia-yang notabenenya seorang yesung super junior mengingat namaku… huwaaa!

“nde…” aku gugup. Jelas. Kenapa? Karena aku clouds sejati!

“sedang apa kau disini?” tanya yesung sopan.

“aku sedang mencari kedai masakan indonesia” jawabku polos. Omo… tapi sekarang tujuanku sudah berubah, aku mencari cinta di hatimu, hahaha.

“oppa-aniyo. yesung-ssi..” ucapanku terpotong olehnya, “kau boleh memanggilku oppa”

aku membelalakan mata. Aigoo.. apakah aku sedang bermimpi?. “nde oppa…” jawabku malu-malu. “uhm… oppa sendiri sedang apa?” tanyaku balik.

“haaah… aku…” dia mulai menceritakan semua kejadian yang ia alami. Sungguh kasihan, hya! Aku ingin mencakar manajer itu! Beraninya meninggalkan nae nampyeon (ups) hehehe.

“oppa pasti lelah, sebaiknya kita duduk dan minum teh dulu. Aku traktir. Tenang saja.” tawarku. Aku tahu ia tidak membawa uang sepeserpun. Dan aku pun bisa berbicara dengannya lebih lama…

***

Setelah menemani yesung oppa seharian-oke memang hanya 2 jam- aku mengantarkannya pulang ke dorm.

Beruntunglah yesung oppa bertemu denganku, dan aku adalah orang yang paling beruntung karena bertemu dan menolong oppa yang tersesat.

“yongwon-ah, bagaimana kau bisa tahu daerah seoul? Bukankah ini yang pertama kalinya kau kemari?” tanya yesung oppa.

“nde, tapi aku tak seceroboh oppa. Aku membawa handphone dan di dalamnya ada google map! Jadi aku tahu jalan-jalan di seoul sampai ke pelosok-pelosok” tuturku.

“aplikasi apa itu?” tanya oppa. Aigoo.. aku lupa di korea tidak menggunakan mesin pencarian mbah google( bener gak? ). Selama perjalanan aku menjelaskan google pada yesung oppa. Aku tidak yakin dia mengerti. Namun selama dia mengangguk, aku meneruskan penjelasanku.

***

Setibanya di lantai 12, yesung oppa keluar lift namun langsung berbalik. “Gomayao yongwon-ah..” serunya tulus.

“ne, cheomna oppa….” Sahut yongwon sambil tersenyum. Akulah yang berterima kasih oppa…

Dan kami berpisah saat lift membawaku ke lantai 13.

Yesung pov-

Saat melihat senyumnya. Aku merasa lumpuh total. Bayangkan. Aku tidak mungkin jatuh hati pada gadis seumurannya. Aigoo… aku sudah gila.

“danyeo watseumnida…(aku pulang)….” Teriakku setibanya di dorm. Kudengar langkah kaki terburu-buru dan suara braak.. (yang ku tebak suara orang jatuh). Dan benar saja, aku melihat hyung dan dongsaeng-ku lari tergopoh-gopoh saat keluar dari kamarku. Hei, kenapa semua ada di kamarku?

Ku lihat sungmin mengelus lututnya. Kurasa dialah yang terjatuh tadi. Namun samar-samar ku dengar suara isakan. Berasal dari dongsaeng kesayangannku. Siapa lagi kalau bukan ryeowook.

“hyung…” ujarnya seraya berlari dan memelukku. “mianhae hyung, jeongmal mianhae membuat kau susah begini” ucapnya sambil terbata-bata.

“untuk apa?” tanyaku polos. Untuk apa dia menangis begitu hebatnya? Apakah… “ddangkoma baik-baik saja kan?” tanyaku curiga.

“dia baik, seperti biasanya hyung” sahut donghae.

Aku menggaruk kepala yang tak gatal. “lalu mengapa kalian semua menyambutku seperti ini? Di tambah lagi ryeowook meminta maaf sambil menangis tersedu-sedu” aku menatap mereka satu persatu.

“hyung… apakah kau sakit? Aura horormu terlihat keluar” celetuk eunhyuk tiba-tiba. Aku jadi ingin menjitak kepalanya.

“hyung, apakah kau lupa kejadian tadi siang?” kyuhyun mengatakan tadi siang. Olala… aku mengingat kejadian naas itu.

“ya! Mengapa kalian meninggalkan aku sendiri? Apa kalian tidak menyadari akan bahayanya jika-aku-ditangkap-oleh-mereka?” teriakku sambil menekankan nada pada setiap kata.

Untunglah leeteuk hyung menengahi. “yesung-ah.. sudahlah, kau pasti lelah. Sebaiknya kau mandi dulu dan makan dan-menceritakan atau mengomel pada kami sekenanya bagaimana kau bisa sampai ke dorm” nasehatnya.

Aku pun langsung masuk ke kamarku di ikuti tatapan ryeowook yang sayu.

***

Heechul pov-

“Annyeong … aku datang!” teriakku bersemangat.

“hya! Hyung… kenapa kau datang?” tanya evil magnae itu.

“Hya! Kenapa pertanyaanmu seperti itu hah?!” magnae ini sangatlah tidak sopan!

“biasanya hyung akan berkumpul dengan hongki FT Island…” jawabnya sambil memanyunkan bibirnya.

“omo… apakah kau terdengar merindukanku? Hahaha” aku menggodanya. Siapa suruh dia bersikap tidak sopan.

Kulihat dia membelalakan matanya. “hya! Hyung… siapa yang merindukanmu?” suaranya terdengar kaget.

‘hahaha. Ne arraseo. Mana leeteuk hyung dan yang lainnya?”

“masih didalam kamar. Oh ya, tadi siang yesung hyung menghilang.”

“mwo? Bagaimana bisa-”

“saat pulang, kami terjebak oleh elf, terpaksa kami meninggalkan yesung hyung yang sedang berada di toilet, kasian, sepertinya dia shock!” ujarnya sekenanya.

Sebelum aku bertanya lebih lanjut, hyung dan dongsaengku keluar dan berkumpul di ruang tengah. Terlihat pula yesung yang mulai berbicara tentang kejadian tadi siang…

***

“jadi, siang tadi kau dan yongwon berjalan-jalan? Ani maksudku dia yang mengantarkanmu pulang?” tanya leeteuk hyung pada yesung. Yesung hanya mengangguk.

“hyung, kau parah sekali. Kau di antarkan pulang oleh gadis 19 tahun yang bahkan, belum sehari ada di seoul” nilai shindong. Kulihat yang lain menyetujuinya.

“20 tahun,” koreksinya. “hya! Aku berada di daerah pelosok,” yesung membela diri.

“tapi setidaknya kau antarkan sesuatu untuk mengucapkan terima kasihmu” nasehatku padanya.

“benar apa kata heechul hyung!” sungmin mengaminiku. Ku lihat yang lainnya setuju.

“tapi apa yang harus ku bawa?” tanya yesung bingung. “ahhh… soal itu,” potongku.

***

Kyuhyun pov-

Saat heechul hyung menyuruh ryeowook memasakkan sesuatu untuk yongwon, ku dengar dia meminta izin untuk ikut ke apartemen yongwon. Bisa ku rasakan heechul hyung bersimpati pada yongwon. Yongwon yang sopan dan baik hati. Pasti akan cepat akrab dengan heechul hyung yang memuja kesopanan itu.

Namun, mau tak mau aku jadi iri. Aku pun ingin ikut kesana. Ingin melihat yongwon. Gadis itu… akh.. saat ku lihat heechul hyung membuka pintu dorm bersama yesung hyung, aku segera menyusul mereka.

“hyung… aku ikut!” cegahku sebelum mereka pergi lebih jauh. Keduanya heran. Akupun langsung mengeluarkan alasan cepat. “siapa tahu, gadis itu-yongwon-ssi mempunyai stok game? Hehhe” alasan yang payah menurutku. Takut hyung mengetahui maksudku. Namun keduanya berpandangan dan mengangguk setuju. Hampir saja aku melompat kegirangan. Jangan kyu! Tahan!

Sesampainya di lantai 13, di depan apartemen yongwon, yesung hyung menekan bel. 5 detik kemudian pintu itu terbuka dengan di hiasi senyuman lembut… jung noona! Aish… kenapa noona yang membuka pintu?

“annyeong haseyo jung noona, apakah yongwon ada?” yesung hyung bertanya.

“ne… silahkan masuk, ada apa ?” sambil mempersilahkan kami duduk. Kudengar suara berisik dari dapur. Dan-ku tebak- yongwon sedang memasak.

“yongwon-ah… kemarilah, ada tamu yang mencarimu” panggil jung noona. Dan benar saja, yongwon keluar dari dapur sambil mengenakan celemek merah-warna kesukaan yesung hyung.

“oh… annyeong haseyo, maaf aku terlihat kotor, aku sedang memasak. Sebaiknya aku mengganti-“
Yesung hyung memotong pembicaraan yongwon, “aniyo, tidak usah, kami hanya menyampaikan rasa terima kasih saja.”

“untuk apa?” yongwon mendekat. Kulihat di pipi nya terdapat noda tepung yang menempel. Rambutnya yang panjang di ikat ekor kuda, keringat menetes dari lehernya yang jenjang. Omo… baunya manis sekali. Seperti coklat. Aku menyukainya.

“untuk mengantarkan dongsaeng ku yang babo ini pulang selamat menuju dorm.” Heechul hyung menjawab lembut. Cih!

“aigoo… anda tidak perlu berterima kasih. Itu sudah kewajiban saya kim heechul-ssi” jawabnya yang membuat heechul hyung tersenyum…senang? Puas? Molla. Aku tak dapat memastikannya.

“dan kami membawakan makanan yang di masak special oleh ryeowook hyung” kataku memecah keheningan.

“gamsahamnida cho kyuhyun-ssi, kim heechul-ssi, kim jongwoon-“ dia terhenti saat yesung hyung berkata, “oppa”.

Ku lihat dia mengangguk sambil tersenyum. “ne, oppa” menjengkelkan.

***

Author pov-

Saat heechul, yesung, dan kyuhyun hendak berpamitan, jung noona memanggil mereka dan menawarkan makan malam bersama mengingat yongwon sebagai tetangga baru. Setelah perdebatan yang panjang-tak sia-sia jung noona mempunyai lidah yang licin. Mereka akhirnya makan masakan yongwon.

“wuaaah… masakanmu enak sekali yong!” puji heechul. “ciri istri yang ideal. Cantik, baik, sopan, pintar memasak, dan membuat hati nyaman! Benar kan yesung-ah?”

Entah kenapa heechul seperti ingin menggoda yesung. Membuat kyuhyun gondok setengah mati.

“hya! Hyung! Ayo pulang!” ujar kyuhyun.

Yongwon dengan lembut bertanya, “kyuhyun-ssi, apakah kau merasa tidak nyaman? Ataukah masakanku tidak enak?” sambil menatap kyuhyun lembut.

Kyuhyun terlihat gugup. “aniyo yongwon-ssi, masakanmu enak sekali…” ucapnya terbata.

“bukan begitu yong. Kyu besok ada jadwal perfom, bukan begitu kyu?” tanya yesung.

“eh-oh… iya, jadi aku harus beristirahat” menjawab seadanya. Jantungnya sudah berjumpalitan sekarang.

“oh… mian sudah menahan kalian begitu lama” ujarnya meminta maaf dan membungkuk.

“yaaa… yong, kau ini. Jangan seperti itu, mulai sekarang, kau keluarga kami. Dan aku, anggap aku-“ heechul berceramah dengan semangat.

“bolehkah aku memanggilmu appa?” potong yongwon. “appaku selalu ada didekatku, namun sekarang aku jauh darinya, membuatku sedih…”

Heechul yang kaget mendapatkan permintaan seperti itu hanya mengangguk. “horeee…” sorak yongwon senang. Pada akhirnya heechul tersenyum melihat ‘anak’ barunya itu.

“kajja kita pulang. Annyeong yongwon-ah…” pamit yesung akhirnya.

Sejak saat itu, hubungan yongwon dan member super junior terjalin dengan sangat baik.

***

Yongwon pov-

Aish… kenapa ada pelajaran sandiwara sialan itu sih! aku harus mengikutinya! Dan parahnya, menjadi pemeran utama! Kenapa bukan peran pembantu atau antagonis? Kurasa akan sangat menantang. Huuuh…

FLASH BACK

Aku berjalan gontai menuju parkiran. Terdengar seseorang memanggilku. Mr. Zeansmith.

“Good afternoon professor, can I help you?” tanyaku sopan.

“Absolutely, yes. And I hope you will accept it” soraknya hampir melompat.

“What’s that sir?’ tanyaku penasaran.

“You know, in the next month our university will hold the anniversary ceremony of the USA-SOUTH KOREA
relationship, so, the principal ask me that I can join the ceremony. And you know, I want to make a simple romance drama. How’s it sound?” ujarnya panjang lebar.

“Yeah.. I think it’s great. And what’s the matter sir?”

“I want you to get the main cast in that drama! Sound’s good yeah?”

“But sir, I’m not good at acting, may I reject it sir?” pintaku penuh harap.

“Oh… please, help me, and of course you gonna get A in my class!” bujuk Mr.Zeansmith.

Augh… pemaksaan! Dictator! “Ok. I’ll try. But I can’t promise you that it could be a good performance” pasrahku.

‘I know you will accept it!” Mr.Zeansmith pergi dengan langkah ringan.

“But now, I’m going to die! Ukh!” kata yongwon dengan langkah yang kian gontai.

****

Heechul pov-

Aigoo… sudah seminggu ini aku tak menengoknya. Selain itu aku ingin bertemu heebum, baengshin, dan
champagne yang ku titipkan padanya, aku benar-benar merindukan anak-anakku itu. Bagaimana kabar mereka? Apakah mereka makan cukup dan tepat waktu? Aish… uri heebum, baengshin, champagne dan yongwon, anak-anakku yang manis. Entah kenapa saat yongwon memintaku untuk menjadi appanya, aku tidak bisa menolak. Bagaimana bisa ku tolak jika gadis kecil seperti dia yang meminta?

Aku segera menuju lantai 13 menggunakan lift. Wajib militerku masih kujalani dari hari senin sampai jumat. Jadi aku dapat mengunjungi anakku di akhir pekan.

Saat memencet bel apartemen yongwon, ku dengar ada suara orang yang menangis, di tambah pintu yang ternyata tidak terkunci. Ada apa ini? Aku segera berlari masuk ke dalam dan ku dapati yongwon anakku sedang menangis.

“aigoo… uri agasshi, waeyo? Kenapa kau menangis?” tanyaku sambil memeluknya. “uljima… eo?” aku menghiburnya.

Dia terlihat terkejut. “appa… kapan kau datang?” dia bertanya.

“hei… aku bertanya kau belum menjawab, waeyo?” tanyaku khawatir.

“aniyo… hanya sedang berlatih acting” tuturnya.

“mwo? Ya! Kau ingin menjadi artis?” tak kusangka, ternyata selama ini dia terobsesi…

“aniyo appa!” menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Lalu dia menceritakan ucapan Mr.Zeansmith tentang masalah drama itu.

***

“geurae… mana naskah yang harus kau tampilkan?” kataku sambil menengok kesana kemari.

Dia mengambil sejilid kertas yang tersusun rapi. “ige…” dia menyerahkannya padaku.

Aku membaca judulnya. “Modern snow white? apa tidak salah? Aku jadi teringat kibum..” nilaiku. Saat aku mulai melihat halaman pertama yang mengenalkan karakter utama, ku lihat nama yongwon yang tak mengalami perubahan. Lalu pemeran namjanya bernama… hya! Lee donghae?

“ya! Ige mwoya? Kenapa karakter ini namanya Lee donghae?” protesku.

“molla… nae chinghu yang membuatnya, sebenarnya aku sudah membuat cerita dengan main cast jongwoon-oppa. Namun sepertinya pesona romantis lee donghae sangat kuat, jadi ceritanyalah yang di pilih.” Terangnya.

“hya! Kenapa yesung? Wae? Ckckck. neo! Appa merasa teracuhkan.” Ujarku jengkel. Kenapa dia malah membuat cerita tentang yesung?

“appa… kau marah? Mianhe, tapi itu kan cerita percintaan. Aku anak appa,bagaimana aku bisa menjalin cinta dengan appaku sendiri?”

Aku memikirkan perkataannya. “benar juga… aigoo, beginilah susahnya jadi appa. Takut kalau anak gadisnya di rebut pria lain! Ckckck! Perasaan yang rumit!” aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Ku lihat dia hanya tertawa.

“lalu, bagaimana persiapan mentalmu?” investigasiku.

Dia mengerutkan kening, “15% mungkin? Hehhehe” sahutnya tanpat rasa bersalah.

Aku meneriakinya. “ya! Kau harus professional dan bertanggungjawab! Dosenmu sudah memberikan pemeran wanita pertama padamu dan kau belum siap? Hya! Aku tidak mau tahu, kau harus bisa 100% siap. Ani, kalau bisa 1000% siap untuk ini!”

“tapi appa, aku tidak bisa berakting…” akunya.

“kalau begitu biar appa ajarkan. Kau tidak tahu ada actor hebat di depanmu?” pujiku. Huwaaa… kepalaku membesar dan akan mengalahkan kepala yesung. (yesung: kenapa aku ikut-ikutan…)

“tapi apa hanya bisa mengunjungiku 1-2 kali seminggu, eotteokhe?”

“ah benar juga…” pikirku. “bagaimana kalau appa meminta tolong dongsaeng di super junior, mereka kan actor juga, meskipun tak sehebat diriku. Aish sudahlah… aku ke dorm dulu, melihat siapa saja yang mempunyai waktu kosong…”

Aku segera berlari keluar dan menuju lantai 12…

***

Donghae pov-

Hari ini aku tak ada jadwal. Begitupun seminggu ke depan. Lalu, sudah ku putuskan untuk tidak terlalu
mengambil banyak job. Aku sedang ingin bersantai….

SANTAI! Kata yang sedang aku lakukan, namun hancur tiba-tiba oleh kedatangan hyungku si lidah tajam, kim heechul. Ku lihat dia tergesa-gesa. Aish… mengganggu sekali.

“hyung, kau datang?” sapaku lemas. Aku sedang duduk-duduk di sofa ruang tengah sambil membaca komik one piece milik eunhyuk.

“oi! Donghae! Kau sedang apa?” tanyanya histeris. Astaga! Kenapa hyung seperti kerasukan setan begitu?

“sedang menganggur, apa kau tidak melihatnya?” sahutku malas. Padahal sudah jelas aku membaca komik. Ck! Ku lanjutkan aktifitasku tapi-

“hya! Hyung! Kenapa kau menarikku?” teriakku tiba-tiba saat tangan putih susu heechul hyung menarik lenganku. Komik yang sedang ku baca pun terjatuh.

“kau kan sedang menganggur, jadi kau harus membantuku!” serunya seraya menarik tanganku dengan tenaga super yang entah dari mana.

“hya! hyung! Apa kau tidak lihat apa yang sedang aku lakukan?” protesku.

“kau sedang menganggur kan? Kau bilang seperti itu tadi” katanya telak. Aduuuuh… aku jadi menyesal kenapa mengatakan hal seperti itu. Haaah… tidak ada gunanya menlawan heechul hyung saat ini. Akhirnya aku pasrah saja di seret-seret (?) begini.

***

Tbc…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s