FF I HAVEN’T ANY CHOICE PART 1

TITLE : I HAVEN’T ANY CHOICE (PART 1)
AUTHOR : Nila
Fb : http://www.facebook.com/nila.siiuletnangka
Twitter :@NyieLa
GENRE : romance, komedi (?)
CAST :
1. Choi Yong Won
2. Lee Donghae
3. Cho KyuHyun
4. Kim Jong Woon
5. Kim Heechul
6. other super junior’s member
LENGHT : series
RATING : PG 15
DISCLAMER : ALL OF THEM is my special cast, especially Kim Jong Woon,nae nampyeon😀
NB : terima kasih buat para reader yang menyempatkan diri untung membaca FF abal-abal ini, ini adalah FF series pertama, soalnya author nggak pede. Biasanya Cuma buat oneshot atau twoshot. Takutya kalo series otak author macet ditengah jalan. jadi di mohon kritik dan sarannya.
HAPPY READING……

PROLOGUE

Lee donghae menghembuskan napas untuk kesekian kalinya. Menatap lemah sesuatu di depannya. Ia menoleh ketika ada seorang namja yang memanggil namanya. Baiklah.. saatnya pergi. Aku akan kembali kesini, satu tahun lagi. Aku berjanji. Bisiknya dalam hati. Meskipun ia tahu, dia tak mungkin mendengarnya.
“Berbahagialah…” dongahe tersenyum dan melangkah pergi.

-Author POV-

3 Maret 2012,
tepat sejak pesawat mulai lepas landas, yeoja itu memejamkan matanya. Mencoba untuk tidur dan mulai beristirahat-mengingat jarak yang akan di lalui begitu panjang. Namun, ia hanya bisa menghembuskan napasnya berulang-ulang. Menjaga supaya ia terlihat baik. Meskipun itu berkebalikan dengan apa yang ia rasakan sekarang.

Ia-Choi Yong Won- mahasiswi perguruan tinggi negeri di Indonesia. Berkesempatan untuk menjadi duta remaja pariwisata perwakilan Indonesia di Korea Selatan. Maka dari itu, gadis yang sebenarnya bernama Lala ini, sudah mulai mencari informasi-informasi tentang Korea. Ia bahkan sudah mengikuti kursus bahasa korea selama dua tahun ini dan -Foila!- ia juga telah mengetahui nama koreanya. Setidaknya itu dapat sedikit membantunya nanti.

Dan tidak lupa pula ia mencari teman-teman jejaring sosialnya yang berasal dari korea. Sudah lumayan. Namun hanya seorang yeoja yang sangat dekat dengannya di jejaring social twitter. Choi jiwon namanya. Nama yang mirip. Haha. Kebetulan.

Tapi tak lupa ia mengabari temannya itu bahwa ia akan berangkat ke korea selatan dengan menyandang gelar duta pariwisata.

Sekarang ia sudah berada di pesawat yang akan membawanya ke Negeri gingseng itu. Namun, ia masih saja menghela napas berat.

FLASHBACK

Yongwon yang sedang membuka situs twitternya mendadak jadi ingat pada Jiwon.

@Lalalala : “Ya! @JiwonWorld aku akan ke tempatmu! Jadi siapkan kimchi! Arra?”
Beberapa detik kemudian Jiwon membalas,

@JiwonWorld: bermimpilah ! haha RT@Lalalala : Ya! @JiwonWorld aku akan ke tempatmu! Jadi siapkan kimchi! Arra?

@Lalalala : aku serius sayang.. RT@JiwonWorld: bermimpilah ! haha RT@Lalalala : Ya! @JiwonWorld aku akan ke tempatmu! Jadi siapkan kimchi! Arra?

@JiwonWorld : jeongmal? RT@Lalalala : aku serius sayang..

@Lalalala : Eo! RT@JiwonWorld : jeongmal? RT@Lalalala : aku serius sayang..

Begitulah… mereka tetap berkomunikasi melalui akses jejaring social. Namun, suatu hari, di saat keberangkatan Yongwon hanya tinggal dua hari, ia menemukan bahwa, sahabatnya, Jiwon meninggal dunia. Innalillahi…

Mengapa ia bisa tahu? Ya ini mungkin aneh, tapi, berita meninggalnya Jiwon menjadi Trending Topic di twitter selama 2 hari berturut-turut. Ternyata, oppa Jiwon merupakan superstar di korea dan juga di kenal dunia. Dia adalah Choi siwon, anggota boyband asal korea selatan yang terkenal, Super Junior. Astaga, mengapa ia bisa tidak tahu?

Tapi, persetan dengan hal itu. Sekarang yang lebih penting adalah ke berangkat ke korea dan sebisa mungkin menghadiri pemakamannya. Eottokhe? Jiwon sahabatnya. Ia bahkan belum pernah bertemu Jiwon secara langsung.

-Yongwon POV-

Sahabat macam apa yang sampai sahabatnya meninggalpun ia masih belum pernah bertemu muka dengannya. Haaah… lalu setelah di korea, apa aku bisa menghadiri pemakamannya? Apa yang akan ku katakana pada keluarganya?

Aku teman Jiwon di twitter. Choi Yongwon dan aku ingin ikut dalam acara pemakamannya. Apa itu cukup meyakinkan? Haaah… kurasa tidak. Apalagi oppanya merupakan artis besar… kemungkinannya kecil. Meruntuki nasib Jiwon yang mempunyai oppa superstar. Membuatku semakin susah saja. Tidak.tidak… sekarang bukan saatnya berbicara seperti itu Yongwon…

FLASHBACK END

Aku menatap nisan besar bertuliskan nama Jiwon disana. Aku-pada akhirnya di perbolehkan masuk oleh security setelah eomma jiwon mengenaliku. Katanya, jiwon selalu menceritakanku pada eommanya. Jiwon-ah… berbahagialah disana…

Aku melihat oppa jiwon, siwon menangis sedih di depan pusara adiknya. Aku juga melihat beberapa member super junior ikut hadir. Meskipun aku elf, namun kesedihan membuatku tidak bersorak sorai mengelukan nama oppadeul.

Jiwon-ah… sekali lagi, berbahagialah…

***

Aku menaiki taksi menuju apartement baruku yang akan kutempati bersama Jung imo. Sebenarnya ia adik ibuku yang bernama Fuji. Namun nama Koreanya bernama Jung hyera. Baiklah… inilah kehidupan baruku. Setelah sebulan lamanya aku tinggal di apartemen yang disediakan oleh kedutaan besar Indonesia di Seoul, imo sudah mulai marah-marah dan bertingkah menyebalkan. Menyuruhku pindah untuk ikut tinggal bersamanya. Toh, aku jadi mempunyai teman. Semoga kehidupanku seterusnya akan lancar. Amin…

30 menit kemudian, taksi itu berhenti di depan sebuah gedung apartemen di daerah Gwangjin, Star City Tower C. jung imo turun dari taksi setelah membayar. Ia lalu mengajakku masuk dan naik lift menuju lantai 13.

-author pov-

“lantai 13? Mengapa imo memilih lantai itu? Bukankah itu agak sedikit horror?” tanya Yongwon heran.
“imo juga pertamanya tidak mau, apalagi tinggal sendiri. Tapi hanya itu yang tersisa” jawabnya sambil tersenyum.

Yongwon mengernyitkan kening. “kalau begitu kenapa tidak di apartemen lain? Ku lihat ini apartemen yang cukup mewah”.

Mata jung imo berseri-seri! “akhirnya kau menanyakan itu!” teriaknya histeris. “aku tinggal disina karena ada super junior! Haha. Aku hebatkan bisa tinggal dekat dengan mereka?”

“ya ampun… imo, kau sudah 28 tahun, kenapa kau tidak sadar dengan umurmu, namun masih bertingkah layaknya remaja yang sedang kasmaran!” yongwon menggeleng tidak percaya melihat imonya.

“ya! Jangan salahkan imo! Kau juga kan seorang ELF, jadi tau pasti perasaanku!” bentaknya.

“ya,ya terserah imo saja…” yongwon mengalah…

Setibanya di apartemennya, ia langsung hendak mengambil wudhu hendak salat isya. Setelah menaruh barangnya di kamar, ia menggelar sejadah yang akan di gunakan salat.baru saja ingin memulai, imo datang sambil mengomel.

“ya! Kau mau apa?” bentaknya.

Yongwon memutar bola matanya. “ menurut imo apa? Aku kan mau salat!”

“ya tapi kenapa menghadap ke utara?”

“eoh? Utara? Owh… jadi dimana baratnya?” tanyanya polos untuk menutupi malunya.

“ke sebelah sana.”sambil menunjuk suatu arah. Imo hanya bisa menahan tawa atas perilaku konyol keponakannya itu.

****

Kyuhyun pov-

Aakh… lelah sekali. Setelah latihan dan menghadiri salah satu reality show bersama hyungdeul, aku ingin merasakan empuknya kasurku di dorm. Ku lihat sungmin hyung pun sama lelahnya denganku.

Segera setelah kami sampai di depan gedung apartement kami, kami menaiki lift dan membuka masker, kacamata, serta alat penyamaran kami yang lainnya.

Kutolehkan pandanganku ke kanan. Dan benar saja, ku lihat yesung hyung dan ryeowook hyung sedang saling memijit. Ckck. Mereka itu, masih saja mesra. Aku juga ingin tapi tak tega melihat sungmin hyung yang terlihat sangat lelah. Baiklah besok akan ku balas. Pasangan kyu-min lebih romantis dari pada yewook. Hahaha (evil laugh)

Begitu lift sampai di lantai 12, kami pun bergegas berjalan menuju pintu dorm. Olala, ada 2 orang gadis yang sudah berdiri manis di sana. Penggemar, pikirku. Namun setelah aku melihat ekspresi salah satu gadis itu aku berubah pikiran. Ekspresi apa itu? Kecewa? Ah tidak, Jijik? Entahlah…

Mungkin karena melihat coretan-coretan para Elf di seluruh dinding luar dorm. Namun hei, aku mengenali gadis yang satunya lagi. Dia adalah tetangga kami. Jung noona. Dan dia adalah angels, penggemar berat Leeteuk hyung. Sayang dia bukan sparkyu.

Kulihat leeteuk hyung menyapa jung noona ramah. Jung noona tersenyum bahagia seakan sudah berada di surga. Dan jung noona mengenalkan gadis yang ternyata adalah keponakannya itu.

“annyeong-haseyo, I bun…Choi Yong Won imnida. Dia adalah keponakanku,” tutur jung noona. Gadis itu hanya membungkuk dan tersenyum.

Hei.. kenapa aku senang melihat senyum dari bibir tipisnya itu? Hahaha. Aku memang sudah sangat lelah. Sampai-sampai anak kecilpun kupikir menarik.

“Yong Won-ssi, ani, yongwon-ah, berapa umurmu?” tanya yesung hyung yang sedari tadi diam.
Ku lihat yongwon kaget bercampur.. bahagia? Ah tidak jelas, sungguh membuat orang penasaran dengan berbagai macam ekspresinya yang cepat sekali berubah-ubah.

Dengan gugup dia menjawab, “19 tahun… tapi mungkin kalau di korea umurku sudah 20 tahun..” ya memang pengaturan umur di korea berbeda dengan Negara lain. Hampir saja aku lupa jung noona berasal dari Indonesia.

“kalau begitu, saya permisi dulu, annyeong super junior. Eh ani. Oppadeul” pamit yongwon seraya terus melirik yesung yang tersenyum manis. Eh.. ada apa dengan mereka berdua? Apa mereka berkomunikasi dengan bahasa alien yang tidak ku mengerti? Aku tahu bahwa yesung hyung aneh, tapi gadis itu… ah sudahlah… aku jadi lupa tujuanku tidur.

Yongwon pov-

Setelah mengajak imo kembali ke apartemen kami dengan jantungku yang berdetak tak karuan ini, aku langsung menuju kamarku dan bertindak tak terkendali. Aku berputar kesana kemari, melompat-lompat, senyum-senyum tak jelas.

Persetan apakah orang-orang menilai aku sudah kurang waras atau apa. Yang jelas sekarang hatiku bagaikan melayang ke langit ke tujuh dan nyatanya aku senaaaaaaaaaaang….. sekali!

“aigoo… kenapa kau langs-…” ucap imo terpotong saat melihat kelakuanku. “Ya! Ya! Kau tidak gila kan? Kau mau menghancurkan perabotan, huh?” ujarnya takut-takut.

Aku menyambutnya masuk ke kamarku sambil tersenyum lebar.

“wae?” dia menatapku penuh curiga. “ini hanya perasaan imo saja ataukah…”

Aku langsung memeluk imo dan mencium sekilas pipinya. “imooo… aku senang! Huwaaa.. jong woon oppa menyapaku dan berbicara denganku! Apakah aku bermimpi? Kenapa indah sekali sampai aku merasa-“

“ya! Siapa jongwoon oppa?” tanyanya polos.

“Hyaaa! Imo tak tahu? Bukankah imo adalah elf?” rungutku kesal.

“ya tapi imo hanya memperhatikan park jung soo seorang… hahaha, omonganku seperti anak muda!” sahutnya sambil tertawa.

“ck! Jongwoon itu yesung! Kim jong woon!” jelasku kesal.

“omo! Kau menyukainya? Maksud imo mengidolakannya?” aku hanya mengangguk. Imo melanjutkan, “tapi dia kan agak aneh?”

“biar saja, itu yang membuatku suka selain karena suara emasnya yang terkenal”

Imo hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu keluar dari kamar.

Yesung pov-

“yesung-ah.. cepat bangun, bukankah kau ada jadwal bersama Ryeowook dan Kyuhyun pagi ini?” teriak Leeteuk hyung nyaring untuk membangunkanku.

“yesung-ah… apa kau sudah bangun?” tanyanya lagi.

“ne.. aku sedang membangunkan wookie..”

Hari ini suju KRY sedang ada jadwal untuk perfom di KBS, jadilah aku, wookie, dan kyuhyun segera menuju kesana.

Member SNSD pun di undang, seperti taeyeon, Jessica, seohyun, dan Tiffany. Aku tersenyum melirik sekilas ke arah kyuhyun yang-seperti yang bisa di tebak-sedang menoleh ke arah seohyun. Pasangan magnae yang serasi menurutku.

***

Ryeowook pov-

“hyung…” panggilku setelah 5 menit yesung hyung terus menatap kyuhyun. Aku merasa terasingkan.

“ne?” ia bertanya dengan senyum. Syukurlah…

“kenapa hyung, kau dari tadi melirik kyu saja, apakah kau bosan denganku?” tanyaku sedih.

Yesung hyung menjawab lembut, “ani.. bukan begitu, aku hanya memperhatikan kyu, sepertinya dia menyukai magnae SNSD itu. Berarti rumor itu benar kan?”

“maksud hyung seohyun?” tanyaku. Lalu ikut melihat mereka berdua. “yaaa..kurasa mereka cocok, lihat, kyu terlihat begitu manis saat bersama seohyun. Padahal kita tahu seevil apa dia” nilaiku.

“yaaa… kau sendiri harus berkaca ryeowook-ah, kau sendiri evil. Sampai-sampai youngwoon-ah geleng-geleng kepala atas kelakuanmu itu. Kau-dan juga kyu, merupakan pair maut dalam kejahilan” jelas yesung hyung. “ namun, tidak itu tidak bisa menggeser posisi yewook couple. Hahaha” tambahnya penuh percaya diri.

Aku setuju dengan yesung hyung. Bagaimanapun, yesung hyung adalah sahabat dan saudara terbaikku. Itulah jawaban atas pertanyaan member-member lain, mengapa aku tidak pernah mengganggu hyungku yang satu ini.

Kyuhyun pov-

Sial! Bersama yewook couple aku malah terlihat semakin kesepian. Melihat mereka bercanda berdua. Aish… untung saja ada seohyun SNSD, jadi aku tidak kalah dari mereka. Hahaha.

Aku sengaja duduk dekat dengan seohyun. Ku lihat dia tersipu saat ku pandangi. Tapi hei-tunggu dulu! Apakah dia menyukaiku? Yaaa… itu memang wajar karena selain wajahku yang tampan ini(#pletak!), para fans banyak yang memasangkan kami berdua. Dan, nama kami, seohyun-kyuhyun, merupakan perpaduan yang bagus dengan dobel hyun.

Tapi di balik itu semua yang aku rasakan padanya hanyalah perasaan kakak kepada adik saja! Sumpah! Ani, ani. Itu hanya pemikiranmu kyu! Dia tidak menyukaimu!

Sampai acara selesai aku hanya bisa terdiam memikirkan hal itu.

***

Setelah acara selesai, aku, ryeowook hyung dan yesung hyung berjalan ke arah van kami terparkir.
Namun yesung hyung tiba-tiba berkata, “aku ingin ke toilet sebentar, kalian tunggulah di van.” Dan segera menambahkan, “ryeowook-ah, kau diam saja bersama kyu”. Aku mendengus saat melihat reaksi kecewa ryeowook hyung. Akhirnya kami menunggunya di van kami.

***

Yesung pov-

Aku berniat kembali ke van saat ku dengar banyak sekali suara yeoja berteriak-teriak. Dan benar saja, saat keluar dari toilet, kulihat sekumpulan besar yeoja berteriak mengelu-elukan namaku. Dan-aigoo- ini gawat. Parahnya-alat penyamaranku tertinggal di toilet.

Ryeowook pov-

Saat yesung hyung ke toilet, ku lihat sekumpulan elf sedang berkeliaran di tempat parkir mencari-cari van kami. Karena manajer hyung panic elf akan menemukan van kami, dia segera menyuruh sopir untuk segera berangkat.

“hajiman, yesung hyung masih di toilet” tahanku agar van tidak bergerak.

“tapi melihat keadaan ini, aku khawatir akan nasib kalian-termasuk aku-“ ucap manajer hyung.

“tapi bagaimana nasib yesung hyung?” aku ikut panic.

“tenanglah, dia sudah dewasa dan ahjussi bisa menjemputnya lagi setelah mengantar kita. Dari pada kita terjebak disini dan tak bisa pulang” ujar kyu sekenanya yang-aku angguki.

“tapi aku akan menelfon yesung hyung dulu, memberitahukan ini”

Lalu sayup-sayup kudengar ringtone handphone milik yesung hyung. Ku periksa di tas miliknya. Dan omo! Ini milik yesung hyung… eottokhe?

Belum sempat aku berpikir, ahjussi sudah melajukan van dengan kecepatan tinggi.

Yesung pov-

Aigoo.. bagaimana ini? Kenapa para yeoja ini mempunyai kekuatan sebesar itu? Apakah ini syndrome idola? Aku tahu aku sangat tampan hingga yeoja-yeoja itu sangat ingin mendapatkanku. Tapi perlukah ada adegan kejar-mengejar seperti ini? membuat wajah -tampan tak termaafkanku- menjadi berkeringat (yesung mulai narsis). Aigoo… dimana pula van itu terparkir. Kulihat sebuah van dengan kecepatan tinggi meninggalkan parkiran. Itu pasti bukan-aigoo… itu memang van kami! Jadi mereka meninggalkanku di kejar yeoja-yeoja ini?

Kurogoh sakuku sambil terus berlari. Mana hyundaepun, hyundaepun! Andwae! Nae hyundaepun! Ada di dalam tasku… aish… aku akan gila. Aku terus berlari dan mencari tempat untuk bersembunyi.tuhan.. tolong aku…

***

Cukup lama aksi kejar mengejarku dengan para clouds(bagaimana aku tahu? Karena mereka meneriakannya sepanjang jalan, “oppa, kami adalah clouds!” Dan karena itu, jumlah mereka terus bertambah) dan sekarang, akhirnya aku berhasil bersembunyi di-tempat-yang-aku-pun-tak-tahu-dimana. Bagaimana aku pulang sekarang?

Sial, sial, sial! Aku di tinggalkan teman dan manajer, hyundaepun tak ada, uang apa lagi. Andwaeeee…..! ku tendang barang-barang yang ada di dekatku, mulai dari kayu, plastic, kaleng, namun tiba-tiba…

“aduh!” seorang yeoja berteriak kesakitan saat terkena kaleng yang tadi ku tendang. Omo.. apalagi ini, jangan sampai dia tahu siapa diriku. Tapi belum sempat aku kabur, ia menangkap kerah bajuku.

“ya! Ahjussi, seharusnya kau meminta maaf karena telah menyakitiku!” teriaknya garang.

Aku meminta maaf sambil menunduk. “mianhamnida, jeongmal mianhamnida agasshi”

Dia terdiam. Perlahan aku mengangkat kepalaku.

“yesung-ssi?” aku mendengar suara yeoja memanggilku lembut. Ku tatap wajahnya yang memerah. Aigoo.. dia kan…

Tbc…
HUWAAAAAAAA…. gaje alert mode : ON…
gaje bener ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s