FF YOUR SMILE IS MINE (SEQUEL-ONESHOOT)

TITLE : YOUR SMILE IS MINE (SEKUEL)
AUTHOR : Nila
Fb : http://www.facebook.com/nila.siiuletnangka
Twitter :@NyieLa
TYPE : ONESHOT
GENRE : romance, komedi (?)
RATE : PG 16
CAST :
1. Choi Yongwon
2. Kim Jongwoon a.k.a Yesung
Annyeong yeorobun… author datang dengan membawa (?) sekuel FF abal-abal. Masih bukan kisah nyata. Tapi masih sangat mengharap ini nyata. T.T
Ngomong-ngomong, masih inget cerita sebelumnya gimana? Inget kan?! (#ngasah piso), reader : dasar author maksa! Kalo reader nggak inget mau apa?!
Nangis sesegukan, ya udah deh…
HAPPY READING…

PROLOGUE
Author pov-
Akhirnya… setelah kesalah pahaman yang terjadi dan terselesaikan, yongwon dan yesung kembali ke rutinitas mereka. Sebagai sepasang suami istri. Namun tetap saja, perdebatan kecil selalu hadir dan menghiasi rumah tangga mereka.
Selesai! (plak! Reader : #Gampar author, cepet banget selesainya? #author : iye,ye dilanjutin lagi…)
***
Yongwon pov-
Aku muntah di kamar mandi dan kulihat suamiku tercinta-kim jongwoon malah tersenyum-senyum. Apa maksudnya? Dia tidak mengkhawatirkanku?
“ya! Proses kehamilannya cepat sekali” dia menyeletuk.
Aku melotot ke arahnya. “ya! Oppa! Jangan bodoh, kita baru saja melakukan-“ aish… aku keceplosan. Membicarakan hal semalam membuatku malu. Ku lihat dia terkekeh pelan.
“aku bercanda chagi… ngomong-ngomong, ini sudah jam 9. Perutku sudah teriak minta makan.” Rengeknya.
Aku segera berlari ke dapur dan memasakkan sesuatu untuknya. Ah… nasinya tidak ada. Kemarin malam aku juga tidak memasak. Akhirnya ku putuskan untuk memasak nasi dahulu. Membuat bibimbab yang notabenenya mudah di buat dulu. Aku tak tega membuat suamiku kelaparan.
Namun, baru saja aku menaruh beras dimangkuk besar, hendak mencucinya dahulu, sepasang tangan memeluk perutku. Aigoo… membuatku tak berkonsentrasi. “chagiya…” desahnya di telingaku. “kau butuh bantuan?” tanyanya.
Aku berbalik dan mengerutkan kening. “oppa, kau kenapa? Tidak biasanya bertanya seperti itu. apa oppa sedang berbaik hati dan ingin membantuku memasak, begitu?”
Dia mengangguk. Namun kemudian menggeleng. Apa maksudnya? “aku takut…”
“wae? Takut apa?”
“takut kau mengomel. Aku tidak bisa memasak…”
Aku tersenyum melihatnya menunduk. “aish… oppa. Kau kan bisa membantuku dengan hal-hal mudah atau apa.” Tuturku lembut. Dia terlihat menggemaskan.
“jinjja?” tanyanya melebarkan mata. Aku mengangguk mengiyakan.
Dia langsung bersemangat. “baiklah! Apa yang harus aku kerjakan?”
Aku berpikir sebentar. Melihat apa yang dapat di kerjakan oppa. “uhm… bagaimana kalau mencuci beras? Tidak berbahaya kan?” ujarku sekenanya seakan meremehkan kemampuannya yang membuatnya merenggut kesal.
Hahaha. Aku ingin tertawa melihat ekspresinya. Aigoo… suamiku ini… “ baiklah…” pada akhirnya ia menyutujuinya.
Aish… lalu aku mulai memotong sayur-sayuran. Aku belum mendengar suara air yang mengalir. “oppa. Mengapa belum mulai?” tanyaku sambil berbalik.
“ne. aku mulai sekarang.” Lalu aku meneruskan pekerjaanku. Beberapa detik kemudian, dia berteriak dari wastafel yang berada agak di sudut dapur. “berasnya segini saja? Apa tidak kurang?”
“ne…”
Dia berteriak lagi. “hanya di cuci saja kan?”
“ne…” sahutku lemah.
Kali ini dia berteriak kembali. “chagi… mencuci berasnya pakai apa?”
Aku memutar bola mataku. Mengganggu saja! Yesung oppa kadang-kadang bercandanya memang keterlaluan. “pakai sabun!” ujarku sekenanya. Aish… mencuci beras memakai apa? Apa dia tidak lihat Tuhan menciptakan air untuk apa?
1 menit kemudian… aku mendengar samar-samar suara keran air yang menyala. Entah kenapa perasaanku tak enak. Ah… lebih baik aku segera menghampiri yesung oppa.
Setibanya si samping yesung oppa, aku tak dapat menemukan suaraku. Namun yang pasti, satu kata yang melintas di kepalaku. MENGERIKAN! Bayangkan! dari dalam mangkuk beras itu keluar busa-busa melimpah dengan suara blup, blup, blup (?). Namun itu bukan apa-apa saat melihat warna air beras yang berubah menjadi biru. Ya Tuhan…
“ya! Oppa! Kau apakan berasnya?” tanyaku histeris.
Dia memandangku dengan pandangan bertanya. “bukankah kau menyuruhku mencucinya? Sekarang sedang kucuci!” jawabnya.
“lalu? Kenapa berwarna biru seperti itu?”
“kau tadi menyuruhku mencuci menggunakan sabun. Jadi-“ ucapannya terpotong saat aku berteriak histeris.
“aaaaargh…!” aku menjambak rambutku frustasi. “ani.. bukan itu maksudku. Aish… jinjja! Aish… ahhh… oppa, cepat menyingkir dari situ!” perintahku. Dia hanya bingung melihatku seperti itu.
“wae? Aku melakukan kesalahan?”
Aku mendelik gusar. “nanti ku jelaskan. Lebih baik kau memotong sayur saja oppa.” Belum sempat ia berjalan aku langsung berseru.” Ah! Jangan! Kupas saja ne? jangan di potong.” Perintahku. Aku takut terjadi kesalahan fatal (?) lagi.
Setelah dia berjalan menjauh, mataku beralih ke arah wastafel. aku menatap nanar ‘sesuatu’ di depanku. Eottokhe? Apakah kalau aku membilasnya ulang dengan air akan baik-baik saja? Aish… lebih baik aku membuangnya saja. Tapi sayang sekali…(aura ibu rumah tangga pelit mulai muncul). Ah! Sebuah ide cemerlang hinggap di kepalaku. Bagaimana kalau aku masak dan ini menjadi makanan ddangkoma?! Ah… aku memang cerdas! Lalu, untuk pagi ini aku akan mengambil beras baru.
Setelah menyelesaikan urusan mencuci beras dan mulai menanaknya di rice cooker, aku memeriksa pekerjaan yesung oppa. Kulihat dari wajahnya yang serius. Aigoo… kenapa wajahnya malah tegang?
“bagaimana oppa? Apa sudah sele-“ belum aku selesai dengan perkataanku, aku mendadak bisu saat melihat ‘sesuatu’ LAGI yang benar-benar tak berbentuk.
“a…apa ini?” tanyaku lemah saat aku telah menemukan suaraku kembali.
Yesung oppa menyahut singkat, “kentang.”
Kentang ya.. kentang.. kentang… dilihat dari bentuknya sekarang, orang tidak akan menyangka bahwa itu dulunya kentang bulat besar. Dari sudut pandang manapun, baik depan, belakang, samping maupun perspektif, kentang (?) itu lebih terlihat seperti kerikil kecil yang bentuknya tak beraturan.
“oppa. Kau duduk saja ya? Biar aku yang melanjutkan,” putusku pasrah.
“wae? Apa aku melakukan kesalahan?”tanyanya penasaran.
Aku hanya tersenyum dan menggeleng lemah. Aku takut membuatnya kecewa. “aniyo oppa…”
“sudah jangan menghiburku… aku memang payah…” sesalnya.
Aku melihat wajahnya yang menyiratkan penyesalan. Aku sebenarnya tak tega. Namun aku lebih tak tega lagi melihat makanan yang di buang-buang olehnya. Oke. Memang bukannya dia yang secara sengaja membuangnya. Namun, secara tidak langsung bisa di katakan seperti itu kan?
Beberapa saat kemudian, makanan telah tersedia. Asap mengepul dari meja makan. Aku mencari yesung oppa. Ah… rupanya dia ada di balkon. “oppa…” aku memanggilnya.
Dia diam. Tak menyahut panggilanku. Ada apa? Apa dia marah? “oppa… kau marah?” tanyaku takut-takut. “mianhae..”
Dia menatapku sayu. Lalu mengelus pipiku. “kau ini. aku sudah mengacaukan masakanmu. Kenapa sekarang kau minta maaf?”
“aku… takut oppa marah padaku…”
“harusnya kau yang marah chagi… mianhae” dia lalu menunduk. “aku bukan suami yang baik untukmu. Hanya bisa menyusahkan dan bermanja-manja padamu.”
Aku menggeleng cepat. “ani oppa. Kau adalah lelaki terbaik yang di kirimkan Tuhan untukku. Oleh karena itu, jangan sekali-kali mengatakan itu, eo?”
Dia menatapku intens. Oh… aku rasa dia akan mulai lagi. Dia mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku. Mengecup mataku lembut. Lalu ia beralih ke leherku. Aish… membuatku geli. Namun tiba-tiba…
TING TONG! TING TONG! TING TONG!
Suara bel apartemen kami berbunyi. Membuatku dan yesung oppa tersentak kaget. Yesung oppa mengumpat. Lalu dengan enggan melepaskanku untuk membuka pintu. Sedangkan bel tak henti-hentinya berbunyi.
“ne.ne sebentar… aish…” yesung oppa membuka pintu dengan paksa. Lalu tiba-tiba… aku tidak bisa lebih terkejut lagi.
***
Yesung pov-
TING TONG! TING TONG!
Aish… siapa yang datang dan mengganggu kemesraanku dengan yongwon. Lihat saja, kalau itu adalah cleaning servis dan sebagainya, aku akan menyemprotnya. Dasar pengganggu!
“ne, ne sebentar… aish…” sahutku seraya membuka pintu dengan kasar.
Astaga! Aku terkejut melihat orang yang berada di depanku. “ya! Neo! sedang apa kau disini?”
“hyung….” Rengeknya.
Aish… perasaanku tidak enak. Lalu ekor mataku menangkap ada sebuah koper besar di samping namja sialan ini. lalu dengan santainya ia masuk ke dalam apartemenku dengan membawa kopernya yang besar itu.
“ya! Neo! mau apa kau? Ya!” dia malah asyik melihat-lihat kamar yongwon. Mau apa dia? Lalu tiba-tiba yongwon keluar dari dapur dan melihat namja di depan dengan terkejut.
“jongjin oppa?! Sedang apa di kamarku?” tanyanya. Memang, semenjak eomma pergi dari sini, yongwon langsung mengembalikan barang-barangnya ke tempat semula.
Kim jongjin mengerutkan kening. Olala. Jangan sampai perkiraanku benar.
“hyung,”panggilnya. Aku takut mendengar ucapannya. “kalian… tidak tidur bersama?”
Oh tidak. Selesai sudah.
***
Author pov-
Yesung dan yongwon menjelaskan perkaranya pada jongjin. Meskipun awalnya-yongwon menolak untuk menceritakan kejadian memalukan itu, namun yesung tetap berbicara. Yongwon hanya menunduk.
“jadi begitu?” dia mengangguk-angguk. “kalau begitu, aku akan tidur bersama yesung hyung saja.” Lanjutnya sambil berlalu pergi ke kamar yesung.
Belum sempat yesung bereaksi, yongwon sudah keburu panic. “oppa! Di kamar itu! aku belum membersihkannya! Aish…” yongwon menjambak rambutnya frustasi.
Yesung hanya diam melihat istrinya kalang kabut. Rupanya kadar kebodohannya meningkat. Yongwon harus menjelaskannya dengan pelan. Berburu waktu dengan jongjin yang sedang mengambil kopernya di pintu depan.
“oppa… bekas semalam! Aku belum membereskannya! Merah, berantakan, darah! Aish….” Ucapnya histeris namun dalam frekuensi rendah.
Yesung menepuk kepalanya. “aish! Benar juga!” yesung langsung berlari ke arah kamarnya saat jongjin baru meraih kenop pintu.
“jongjin-ah!” teriaknya. Jongjin dengan tampang polos berbalik. “ada apa hyung?”
Yesung terlihat gelagapan. “ani. Soal itu… aku…aku…aku belum membereskan kamar! Sangat berantakan! Kau tunggu dulu, aku akan membereskannya, eo?”
“tidak perlu, lagipula aku akan numpang tidur hyung. Nanti juga pasti akan berantakan.” Sanggahnya.
Oppa babo! Aish… apa tidak ada alasan lain?batin yongwon. Sementara itu, yesung hanya pasrah saat melihat jongjin masuk kamarnya. Aish… dia menyiapkan mentalnya saat mengetahui jongjin…
“hyung?” suara jongjin mengagetkan mereka.
Yesung menelan ludah dan melirik yongwon yang melotot tajam ke arahnya. “kau habis melakukan apa? Kenapa kasurnya berantakan sekali? Bantal, guling, bertebaran di lantai. Dan oh… kenapa ada selimut di kamar mandi?” yesung segera menerobos kamar dan mencegah jongjin menyentuh selimut itu. disana ada ‘bercak’ yongwon.
Yongwon yang sedari tadi diam lalu berbicara nyaring. “oppa… jongjin oppa… mari makan. Masakan sudah siap…”
Lalu dengan senyum mengembang, jongjin langsung keluar dan menuju dapur. Membuat yesung mempunyai waktu untuk melenyapkan (?) selimut itu dari jangkauan pandangan jongjin. Lalu dia menyusul yongwon dan jongjin ke dapur.
***
Yesung pov-
Saat sarapan, aku menanyai jongjin tujuannya datang kemari. Di tambah lagi dengan membawa koper segala. Apa dia berniat pindah atau apa? Lalu jawaban yang keluar dari mulutnya cukup membuat nasi yang sedang ku kunyah menyembur keluar dengan sempurna.
“mwo?! Apa katamu? Menumpang disini selama beberapa hari? Kau gila?” aku berkata tidak percaya.
“habis… eomma sedang marah padaku. Gara-gara aku menjalin hubungan dengan 2 yeoja berbeda. Dan-dalam satu waktu… hehehe. “di terkekeh.
“kurasa yeoja itu buta.” Sahutku kejam.
“ya! Hyung! Kau tidak mengakui ketampananku? Semua yeoja pasti takluk dalam pesona seorang kim jongjin..” ujarnya bangga.
Yongwon yang sedari tadi diam mendengarkan kami berdebat, mulai mengeluarkan suara. “aku pengecualian!”
Hidungku mengembang. Bangga? Sudah tentu. Bahagia? Sangat! Istriku memang no.satu.
jongjin merenggut sebal. “kau lah yang buta yongwon… kenapa kau mau dengan hyungku si kepala besar ini?”
Aku sebal mendengar ocehannya tadi. Namun kurasakan tangan lembut menggenggam tanganku. Yongwon menatapku lembut. Seakan berkata, ‘oppa… apapun yang dia katakan, oppa tetap no.1 dihatiku, pikiranku, dan mataku’ huwaaaa… membuatku melayang. Dan kami terhanyut dalam perasaan hingga tak sadar saling memandang dalam waktu yang cukup lama.
“hya! Hyung! Jangan bermesraan di depanku! Aku masih di bawah umur!” teriaknya membuyarkan momen indahku.
“siapa suruh tidak punya istri? Oya. Koreksi. Yang di bawah umur itu yongwon. Kau sudah termasuk ahjussi! Kau hampir seumuran dengan kyuhyun kan?”
“kalau begitu hyung kakek-kakek!”
“ya!”
“sudah-sudah… kenapa malah berdebat begini. Oppa… habiskan makananmu dulu, eo? Jangan sampai bersisa.” Ucap yongwon menengahi.
Aku bergelayut manja padanya. “chagiya… suapi aku…”
Dia tersenyum dan mengangguk melihatku bermanja-manja. Lalu dengan patuh ia mulai menyuapiku. “masshita! Masakan istriku memang daebak!”
jongjin yang merasa benar-benar tidak di hiraukan mulai mendelik sebal. Aku meliriknya. “kau, cari istri sana! Cari yang bisa memasak, suka memotong apel untukmu, menasehatimu saat kurang makan, mencucikan bajumu, suka mengoceh, lalu… membuatmu nyaman bersamanya. Oh ya, jangan lupakan bahwa kau bisa bermanja-manja padanya.” Nasehatku.
Yongwon mencubit lenganku. “kenapa oppa malah menyebutkan karakterku? oppa ini…”
Aku menggeleng. “ani. Kalau karaktermu, aku harus menambahkan satu kata lagi.”
“apa itu?” tanyanya penasaran.
“membuatku bergairah… hehehe” aku terkekeh melihat semburat di kedua pipinya.
jongjin tiba-tiba menyeletuk. “eh? berarti kalian sudah…” dia menatap kami berdua bergantian. Astaga… sepertinya aku membocorkan sesuatu.
***
Yongwon pov-
Namja babo! Apa yang di katakannya? Aish…. jongjin pasti tahu. “berarti kalian sudah…” dia menatap kami bergantian.
Aku yang menunggu kalimat selanjutnya terdiam. Panas dingin. Malu. Namun selama 5 menit kemudian, jongjin hanya mematung. Aneh…
“sudah apa ya? Hehehe” sahutnya. “aku jadi lupa. Memangnya kita sedang membicarakan apa?” dengan wajah tak bersalah. Namja ini, ku dengar dia cukup pintar. Namun nyatanya… apa mungkin tertular kebodohan yesung oppa? Kasihan…
***
Author pov-
Ternyata jongjin tidak tinggal lama. Dia tak sengaja mendengar eommanya menelfon yongwon menanyakan keberadaannya. Ini gawat. Eomma akan menjemputnya disana. Maka dari itu, ia kabur diam-diam.
Keesokan harinya, eomma jongjin datang menjemput anaknya. Namun nihil. Jongjin sudah pergi tanpa pamit.
***
Yongwon pov-
Si eommoni datang menjemput jongjin. Aku bahkan tidak tahu kapan jongjin pergi dari apartemen. Aish… namja itu. kenapa sama menyusahkannya dengan hyungnya?
Sepertinya aku melupakan suatu hal yang penting. Apa ya? Ah… sudahlah… nanti aku juga akan ingat sendiri.
Namun sesuatu membuatku tertohok. Si eommoni menatapku tajam. Olala. Si eommoni tadi menaruh tasnya di kamarku. Aku lupa. Si eommoni kan tidak tahu kalau aku tidak sekamar dengan yesung oppa. Aish… kebohongan kami yang lalu telah terbongkar…
“nah… yongwon. Bisakah kau jelaskan ini?” seru si eommoni tegas.
Aku takut melihat wajahnya. Apalagi tanduk (?) di kepalanya sudah mulai terlihat. Namun tiba-tiba…
TING TONG!
Suara bel apartemen berbunyi dan aku segera membukakan pintu guna melarikan diri dari tatapan bully si eommoni.
“chagiya… kenapa kau lama sekali membuka pintu? Bogoshipo….” Rengek yesung oppa yang langsung berhambur memelukku.
“aish… oppa, di dalam ada-“
“biarkan saja si bodoh jongjin itu melihat kita!” ujarnya memotong ucapanku.
“hajiman… opp-“ ucapanku terpotong saat dia mencium bibirku dan melumatnya. Tidak membiarkan aku membuka mulutku untuk berbicara.
“ehem!” terdengar suara orang berdehem di belakangku. Si eommoni.
Yesung oppa yang terkejut mendengarnya langsung terlonjak ke belakang dan membuat kepalanya yang besar terbentur pintu yang menimbulkan suara yang cukup keras. BRUUUK!
“aw… appo…. “ ujarnya sambil mengelus-elus bagian belakang kepalanya. “eomma. Sedang apa disini?”
“awalnya eomma ingin menjemput jongjin. Namun sekarang, eomma meminta penjelasan dari kalian. Ikut eomma ke ruang tengah.!” Perintahnya.
Perasaanku tidak baik. Semoga saja ini tidak seperti yang aku pikirkan.
***
Yesung pov-
Apa-apaan ini? kudapati eomma datang dan melihatku dan yongwon yang sedang… aish… apa lagi sekarang?
Eomma menyuruhku dan yongwon duduk di ruang tengah. Kenapa wajah yongwon terlihat gugup?
“nah, sekarang jelaskan!” tuntut eomma.
“maksudnya? Jelaskan apa?” konfirmasiku.
Eomma menatapku tajam. “eomma sudah tahu kalian tidak tidur bersama kan?” tohoknya.
Aku menelan ludah. Bagaimana eomma tahu?
“kenapa? Kau heran mengapa eomma bisa tahu?” hei-eomma jangan membaca pikiranku. “nanti yongwon saja yang memberitahumu. Tak ku sangka pernikahan kalian akan seperti ini. salahku yang memaksa kau menikah…”
Tunggu, tunggu! Pembicaraan apa ini? detak jantungku tak karuan. Apa eomma akan menyuruhku dan yongwon berpisah? Andwae! Aku sudah terlanjur mencintainya!
“dengan terpaksa… eomma putuskan kalian harus…”
“andwae!” teriakku dan yongwon bersamaan.
Aku tidak akan membiarkan eomma berbuat ini padaku. Tidak. Aku tidak ingin kehilangan yongwon. Tidak akan pernah. Tidak setelah apa yang aku lakukan padanya malam itu.
“kenapa? Kalian tidak menghargai eomma?”
“bukan begitu tapi… shireo!” aku membantah.
“jongwoon… beraninya kau…”
Saat hendak membantah lagi, kurasakan tangan lembut menggenggam tanganku. Yongwon. Kulihat dia menggeleng, menyuruhku untuk jangan berbuat kasar pada eomma. Tapi bagaimana mungkin? Apa dia tidak menderita?
“sudah eomma putuskan! Kalian harus…”
“uuwweeekh…!” suara itu mengejutkan eomma dan berhasil membuatnya terpana. Yongwon yang mual langsung berlari ke toilet dan terdengar lagi suara orang muntah.
Eomma memiringkan kepalanya. Terlihat berpikir. Namun perlahan ia tersenyum. “yongwon-ah… gwaenchana?” tanyanya.
Yongwon yang baru saja keluar dari toilet menatap eomma takut-takut. “ne… si eommoni…”
“ah… kenapa aku jadi mengurungkan niatku ya?” ujarnya merasa bersalah sambil terkekeh.” Baiklah… kalau begitu, 2 tiket ini harus ku apakan?” serunya pasrah sambil melirik-lirik ke arah kami.
“tiket apa eomma?”
“tiket ke pulau jeju. Eomma tadi berpikir kalau kalian belum ‘melakukannya’. Jadi eomma ingin kalian pergi berbulan madu ke pulau jeju. Namun sepertinya kalian tidak memerlukannya lagi.” Eomma menatap kami dengan penuh arti saat mengucapkannya. Lalu dia melanjutkan, ” Lagipula tadi kalian mengatakan ‘andwae, andwae!’ berarti kalian tidak menginginkan ini?”
Oh… ternyata maksud eomma tadi itu bulan madu. Aish… aku sudah berburuk sangka dahulu.
“ani! Aku ambil tiket itu eomma!” sahutku tanpa pikir panjang.
***
Hari ini aku dan yongwon di ajak pergi berlibur melepas kepenatan bersama member super junior lain. Kami akan pergi ke pulai jeju. Padahal eomma sudah merencanakan bulan madu kami kesana. Tetapi kenapa semua member super junior ikut pula? Aish… baiklah! Meskipun mereka ikut, tak akan kubiarkan mereka mengganggu bulan maduku! aku sudah tak sabar.
***
Yongwon pov-
Setibanya di jeju, kami menaiki bus yang sudah di pesankan khusus oleh pihak manajemen. Demi untuk menghindari kontak berbahaya dari fans-fans mereka. Liburan ini juga sengaja dirahasiakan. Kami tidak akan tinggal di hotel karena pasti akan segera ketahuan. Maka di putuskan kami hanya akan tinggal di sebuah penginapan kecil namun sangat nyaman dan dekat dengan laut.
Aku dan yesung oppa duduk di bangku tengah sebelah kiri bis. Di depan kami ada wookie dan kyuhyun yang sedang bermain game, di samping kanan ada shindong oppa dan leader yang duduk tertawa-tawa. Sedangkan yang lain tidur pulas. Oh ya aku lupa, sungmin oppa dan eunhyuk oppa sedang beratraksi di depan. Entah apa yang mereka lakukan. Mereka meliuk tapi bukan menari. Mereka juga tidak bernyanyi.
Yesung oppa yang di sampingku tertidur. “oppa, kita mau kemana sekarang?” tanyaku pada leader.
“kita akan ke laut dan berenang! Mencoklatkan kulit! Hahahaha,” celotehnya.
Tiba-tiba ku dengar suara yesung oppa yang sedang mengigau. “pantai, laut… fufufu. Yongwon-ah… baru renang…” lirihnya. “fufufufu….”
BBUGH! Aku menghajar (?) yesung oppa sampai terjatuh. Beraninya berpikir mesum. Aish… apa yang kau igaukan oppa? Aku melotot melihatnya tetap tertidur meskipun terjatuh dari kursinya.
Mendengar kegaduhan yang terjadi, semua member menoleh ke arahku dan yesung oppa yang terjatuh namun tak juga membuka mata. Semua melihat dengan tatapan penuh arti. Mereka tersenyum. Senyum yang berniat menggoda.
“ya! Apa yang terjadi?” tanya kyuhyun pada semuanya. Telat.
“tidak ada apa-apa…” sahut semua member sambil terus memandangku penuh rahasia. Oke baiklah.. hentikan tatapan kalian sekarang juga. Kalau tidak aku akan melempar namja kepala besar ini ke laut mati!
Seakan bisa membaca pikiranku, mereka semua kembali melakukan aktifitasnya masing-masing.
***
Author pov-
Setibanya di laut…
“wuaaah… laut! Ayo memancing! Aku sangat suka memancing!” seru yesung setibanya disana. Semua member yang berniat untuk berenang menoleh. “kau saja yang memancing! Kami mau berenang saja. Yongwon, kau ikut kan?” ujar leeteuk.
“ne…. tapi hanya bermain air saja…” jawab yongwon.
DOENK…. Yesung merasa tersisihkan. Huwaaaa… tidak ada yang mau memancing bersamaku!
Akhirnya yongwon melihatnya kasihan. “oppa, eunhyuk oppa mengajak kita berjalan-jalan di sepanjang pantai. Eotte?”
Yesung mengangguk senang. Ah… memancingnya nanti saja. Ia berlibur bersama istrinya. Hitung-hitung sebagai bulan madu dengan di temani eunhyuk sebagai guide (?).
Ketika sampai di deretan batu karang yang tersusun indah, eunhyuk berniat untuk mengambil foto. Mulai dari foto yesung+yongwon, yongwon+eunhyuk, dan sekarang tiba giliran yongwon untuk mengambil foto yesung+eunhyuk. Ia tidak memperhatikan langkahnya dan…
Byur! Ia jatuh ke air laut biru gelap yang terlihat dalam itu.
***
Yongwon pov-
Aku terpeleset oh tidak. Karangnya memang licin. Aku jatuh karena ombaknya datang dan menggulungku.
Yesung oppa tanpa berpikir langsung menyeburkan diri hendak menolongku. Namun baru saja melompat dan saat kepalanya berada 10 cm dari permukaan air laut, aku menyembulkan kepalaku ke permukaan dan mulai menaiki karang. Byur! Kudengar suara badan yesung oppa yang menyebur ke laut.
Eunhyuk oppa membantuku naik ke atas karang dan mulai menasihatiku, “ yongwon-ah… seharusnya tadi kau benar-benar tenggelam, kan? Lalu akan ada yesung hyung yang menyelamatkanmu. lalu memberi napas buatan dari mulut ke mulut. Itu alur yang biasanya di pakai di cerita FF, novel, maupun komik romance”
Aaa… apa yang sedang dikatakan eunhyuk oppa?
“sadarlah, kau merupakan tokoh utama FF ini…” lanjutnya. “kau mengecewakan para reader…” (author : sesuju sama hyukkie!)
Apa yang dia katakan? Menyuruhku tenggelam begitu? Aish… “maaf tapi aku memang bisa berenang…” tukasku sambil membungkukkan badan kearah eunhyuk oppa (dan readers).
1 menit berlalu… dan aku tak kunjung melihat yesung oppa muncul ke permukaan. Aish… kemana dia?
“hei, mengapa aku merasa ada yang aneh…” ujar eunhyuk oppa takut-takut. Aku menelan ludah. Takut pikirannya sama denganku. “kenapa.. yesung hyung tidak muncul-muncul juga?” oh tidak dia mengatakannya. Dadaku sudah tak karuan. Aku menatap air laut dihadapanku dengan cemas. Menanti kepala besar yesung oppa yang sewaktu-waktu bisa muncul.
“jangan-jangan…” sekarang eunhyuk oppa malah menakutiku. Tanpa menunggu kelanjutan kalimat eunhyuk oppa, Aku segera berlari ke tepi untuk terjun. namun eunhyuk oppa menahan tanganku dan langsung terjun mendahuluiku. Seakan berkata, ‘diam disana. Biar aku yang mencari yesung hyung.’ Tapi bagaimana aku bisa tenang? Pikiranku. Kalut. Di pikiranku hanya ada yesung oppa saja. Namja itu… kenapa begitu ceroboh?
Beberapa saat kemudian (setelah perang batin yang cukup lama-antara ikut melompat atau tidak), aku melihat dua kepala yang muncul di permukaan. Aku membantu eunhyuk oppa naik ke permukaan. Lalu eunhyuk oppa membantu yesung oppa naik. Aku tak membantunya. Aku sebal. Marah. Kalut. Lega. Semua perasaan menjadi satu di hatiku.
Aku melihat yesung oppa terbatuk-batuk dan memegang dadanya. “kurasa.. aku tadi pasti mati…” ujarnya terengah-engah.
“mungkin memang lebih baik kalau kau mati hyung,” canda eunhyuk oppa sambil terus mengatur napas.
“apa katamu?!” teriak yesung oppa.
PLAK! Aku menampar pipinya. “ya! Bocah… appo… ap-“
“bagaimana kau bisa begitu bodoh?! Kenapa nekat terjun ke laut? Padahal oppa tidak pandai berenang kan?”caciku menahan tangis. “bagaimana kalau seandainya tadi eunhyuk oppa tidak ada… ba..bagaimana…” aku tak kuat berbicara lagi. Aku takut tangisku pecah. Aku langsung merunduk.
Yesung oppa berhambur memelukku. Mengusap kepalaku perlahan. “mianhae… tapi badanku bergerak begitu saja melihatmu terjatuh. Bahkan otakku yang besar ini tidak bisa berpikir. Mianhae, mianhae…”
Bendungan yang kubuat pun roboh. Tangisanku menyeruak dan aku membalas pelukannya. “jebal… jangan membahayakan dirimu demi aku oppa…”
***
Author pov-
Eunhyuk yang melihat suami istri itu berpelukan mulai jengah. Bagaimana tidak? Mungkin dalam 5 menit pertama wajar kalau mereka saling menghibur satu sama lain. Tapi nyatanya? Sudah setengah jam berlalu dan mereka masih tetap dalam posisi seperti itu. aish…
“ya! Hyung! Yongwon! Kajja!” ajak eunhyuk.
“eodiega?” tanya yesung polos.
Yongwon mengerti apa yang dipikirkan eunhyuk. Lalu dia menjawab, “ke rumah sakit.”
“wae? Siapa yang sakit?”
“kau!” ujar eunhyuk dan yongwon bersamaan. Yesung menggeleng kuat-kuat. “aku tidak sakit!”
Pletak! Yongwon memukul kepala yesung. “oppa, kau sudah tenggelam dan dan meminum banyak sekali air laut. Kau ingat?”
Yesung menatap keduanya nanar. Seakan tidak percaya apa yang telah di dengarnya.
***
Yesung pov-
“shireo! Shireo! Shireo!” teriakku sambil menghentak-hentakkan kaki ke tanah.
Eunhyuk menahan tanganku-aish… dan sekarang yang dilakukannya malah menyeretku. Kyuhyun yang mulanya diam malah ikut membantu menyeretku. Aku mulai panic. “shireo! Aku tidak suka rumah sakit…” rengekku.
‘yongwon-ah… “ aku menoleh kearah istriku yang berada di samping leeteuk hyung. “aku tidak mau di suntik… yongwon-ah…”kembali aku merengek. “aku tidak suka obat yang pahit… jebal…”
Yongwon hanya tersenyum melihatku. Biar saja aku disebut ahjussi yang tak sadar pada umurnya. Tapi kan aku memang tidak suka rumah sakit! Lalu yongwon menyuruh 2 namja sialan ini berhenti. Dia kemudian menuju kearahku. “oppa… masuklah ke dalam. Tenang saja tidak akan terjadi apa-apa. Uisanim juga tidak akan menyuntikmu. Aku berjanji.” Terangnya.
“jeongmalyo?” tanyaku dengan nada manja. Membuatku semakin terlihat kekanak-kanakan. Dia mengangguk. “geurae… aku ingin kau berjanji satu hal. Aku akan masuk setelah ini.”
“apa itu?” tanyanya. Aku berbisik padanya. “kau harus memenuhi satu permintaanku.” Aku tersenyum jahil. Dia-dengan amat sangat sungguh sekali terpaksa banget(bahasa macem apa ini? nilai bahasa Indonesia author berapa sih?)-mengangguk lemah. Ahahaha. Lalu kedua namja brengsek itu menyeretku kembali. Senyumku yang tadi terkembang mulai luntur. Oke. Masuk untuk diperiksa uisanim memang tak semudah yang kukira.
***
Yongwon pov-
Setibanya di penginapan-yang sebenarnya hotel kecil- bergaya jepang, yesung oppa terlihat cemberut kepadaku. Tadi kyuhyun oppa bercerita kalau usianim menyuruh yesung oppa menelan beberapa pil dan tablet obat yang tentu rasanya pahit. hahaha. Aku tertawa mendengarnya.
Setelah semua mandi dan makan malam, kini saatnya kami tidur. Aku tidur dengan yesung oppa. Untunglah… cemberut di wajahnya sudah tidak ada lagi. Namun saat aku melihat kamar kami, aku langsung tahu kenapa dia tidak menekuk wajahnya lagi. Sepertinya yesung oppa akan berbuat sesuatu kepadaku malam ini.
***
Author pov-
Yesung yang terlebih dahulu memasuki kamar, langsung merebahkan diri. “wah…Ternyata ada 2 futon (kasur lipat ala jepang) yang letaknya BERSEBELAHAN PULA!” ujar yesung sambil melirik yongwon genit. Kebetulan, mereka hanya memakai yukata saja.
“horeeeee….” Yesung mulai berguling-guling ditempat tidur dan menepuknya.“chagi, kau mau tidur di sebelah mana?” seraya mengerling yongwon yang menelan ludah.
Kenapa aku harus terjebak lagi dalam situasi seperti ini? Situasi ini… mengingatkanku pada malam itu. jangan terus menatapku dengan tatapan genit seperti itu oppa! Batin yongwon.
“wah… rasanya benar-benar seperti bulan madu ya?” ujar yesung yang menghentakkan yongwon dari lamunannya. Lalu tiba-tiba dia berkata, “sebelum tidur, sebaiknya kita membicarakan ‘sesuatu’ dahulu, bagaimana?” tawar yesung.
Yongwon menatap yesung tak mengerti. Kenapa yesung menekankan kata ‘sesuatu’? lalu yongwon menebak. “cerita hantu?”
Krik…krik… tak ada tanggapan. Yesung terbelalak menatap yongwon. Tidak menyangka istrinya akan mengatakan hal yang sebenarnya sama sekali tidak ia harapkan.
Melihat yesung yang diam, yongwon mulai menerka. “kenapa diam oppa? Jangan-jangan… oppa takut ya?” sebuah ide jahil melintas di kepala yongwon.
Yesung menjawab dengan tergagap. “ti-tidak… siapa bilang aku takut?” bantahnya.
Yongwon ingat. Yesung adalah orang yang sangat penakut. Yesung terlalu parno dan sangat takut hantu. “oh ya?” selidiknya dengan nada penasaran yang di buat-buat. “ Oppa tahu? Penginapan ini cukup terkenal di bidang itu lho?” dengan suara yang dilirih-lirihkan.
Yesung bergidik. “bidang apa?” ia berharap yongwon tidak mengatakan hal yang ia takutkan.
“katanya disini banyak hantunya” desah yongwon dengan nada dibuat-buat (lagi?). “kadang… terdengar suara langkah kaki (tap…tap…tap…), lalu ada jejak kaki yang basah di sepanjang lorong…saat kita berpura-pura tertidur, ia akan mengitari kamar kita satu kali. Selanjutnya dia akan pergi. Namun tanpa disangka, jika kita lega dia sudah pergi,” yongwon berhenti sejenak dan mendekatkan badannya dengan yesung.
Yesung yang ketakutan langsung memunggungi yongwon. Tidak ingin mendengar lagi. “selanjutnya… fuhhh…” yongwon meniup lembut tengkuk yesung yang membuatnya bergidik.
“i-itu hanya mitos kan?” tanyanya takut-takut.
“kalau memang itu hanya mitos, kenapa begitu terkenal? Hehehe.” Yongwon terkekeh menyeramkan. “itu karena cerita itu memang nyata… hihihi.”
Yesung menatap yongwon nanar. Dan yongwon membalikkan badannya kemudian terkekeh pelan. Merasa kejahilannya berhasil. Lalu dengan suara senang ia berkata. “jaljayo oppa!” lalu menutup matanya.
***
Yongwon pov-
Dalam tidurku aku mendengar yesung oppa berteriak-teriak memanggil namaku. Dia juga mengguncang bahuku. Lalu dengan satu sentakan yang kuat aku terbangun. Dan-hal pertama yang kulihat adalah, tangan yesung oppa yang menghimpit badanku. Dia berada tepat di atas badanku dan sekarang sedang menatapku. Oh. Jangan tatap aku dengan cara seperti itu, aku akan hanyut dalam matamu oppa…
“yongwon-ah… kau sudah tidur?” tanyanya dengan mendesah lembut ditelingaku. Membuat jantungku harus bekerja ekstra untuk memompa darah. Lalu dia mulai meraba pipiku.
“o-oppa…” ujarku.
“yongwon-ah… tadi… sebelum ke rumah sakit, kau bilang.. kau akan memenuhi satu permintaanku, kan?”
Oh… oppa apa yang akan kau pinta dariku. Dengan susah payah aku mengangguk.
“kalau begitu… sekarang kau harus mau menemaniku…” pintanya kepadaku.
***
Author pov-
Sekarang pukul 2 malam. Yesung dan yongwon terbangun di saat semuanya tertidur. Dan sekarang mereka sedang…
Berada di TOILET!
“ja…jangan kembali ke kamar dulu!” teriak yesung dari dalam toilet. “tunggu aku sampai selesai!” pintanya pada yongwon yang menunggunya di pintu depan toilet.
Yongwon mendelik gusar. Yesung sudah meneriakinya 4 kali dalam 2 menit terakhir. Menyuruhnya untuk menunggunya di depan toilet sampai selesai. “ne oppa!” kembali jawaban itu ia lontarkan.
Apa lelaki dewasa yang notabenenya superstar hallyu pantas bersikap seperti ini? oke aku akui aku salah karena menakutinya tadi. Tapi kan dia tidak harus seperti ini? batin yongwon.
“tadi aku mendengar ada suara aneh…” kali ini yesung kembali berbisik dari toilet.
Yongwon menghela napas. “paling-paling itu hanya suara ombak…”
Namun ternyata yesung belum juga merasa tenang. “lalu, ada bunyi seperti berderit dilangit-langit…”
Yongwon memutar bola matanya. “bangunan tua seperti penginapan ini memang suka berderit…” jelasnya penuh penekanan pada setiap kata. Menahan amarah. Oh… ia sangat mengantuk!
***
Setibanya dikamar…
“yongwon-ah…” ucap yesung lagi. Kali ini yongwon berbalik menghadap namjanya itu.
“mwo?!” sahutnya sedikit berteriak sebal.
“bo-bolehkan aku memegang tanganmu?” pintanya dengan wajah memelas. Yongwon menghela napas. Yaah… salahku juga membuat oppa takut. Baiklah…
“ne oppa…” jawabnya yang membuat yesung sukses tersenyum lebar. Lalu perlahan yesung menutup mata. “o-oppa mianh-“ ucapan yongwon terputus saat melihat yesung sudah tidur pulas.
Namja ini… padahal baru beberapa saat yang lalu begitu ketakutan sampai tubuhnya gemetaran hebat, sekarang sudah tertidur pulas saja… eh! Berarti malam ini aku tidur dengan oppa? Aish… pikiranku kenapa melayang ke malam itu? ah… sial! Sekarang malah aku yang tidak bisa tidur! Kenapa wajah tertidurmu yang polos membuatku susah bernapas?
CHU~
“jaljayo oppa…” ucap yongwon setelah mengecup singkat bibir yesung. Lalu saat ia menarik selimut menutupi badannya, ia merasakan tangan yesung memeluk punggungnya. Yongwon merasa hangat. Sepertinya ia terlalu berani. Siapa tahu nanti yesung bisa ‘menyerangnya’. Namun, kehangatan yang menjalar membuatnya terlelap dalam dekapan namjanya.
***
Ketika membuka mata dipagi hari, yongwon merasa badannya amat segar. Udara jeju yang masih asri menyambutnya. Kemudian, terdengar ketukan halus dari pintu kamarnya. “hyung, ini aku kyuhyun. Hari ini aku akan menemanimu memancing.”
Mungkin karena tidak ada jawaban, ia langsung saja membuka pintu kamar yang merupakan pintu dorong khas jepang. Dan pemandangan di depannya membuat pipinya memerah. Yesung sedang tidur dalam dekapan yongwon. Yongwon berbaring membelakanginya. Ketika yongwon menoleh melewati bahunya, yongwon berteriak. “kyuhyun oppa?!”
Kyuhyun hanya terpaku pada satu titik. Yongwon mengikuti pandangan kyuhyun. Dan-betapa malunya dia-tangan yesung ternyata ada di dalam yukata yang di pakai yongwon dan tangan itu menjulur keluar dari bagian leher yukatanya, menyentuh tengkuk yongwon. Semua orang yang melihat itu pasti tahu itu tangan yesung. Dengan muka memerah, kyuhyun keluar dari kamar mereka dengan membungkuk dan-menutup pintu tanpa kata sedikitpun.
***
Yongwon pov-
Aaaargh! Namja babo! Bagaimana dia bisa memasukkan tangannya ke dalam yukataku? Dan-yang lebih parahnya lagi, kyuhyun oppa melihatnya! Aish…. Begitu memalukan! Harus kutaruh dimana mukaku saat bertemu dengannya? Dan-oh… yang paling penting. Apa dia memberitahu member lain? Kalau iya, matilah aku…
“chagi… waeyo? Kenapa kau seperti kerasukan begitu?” tanya yesung oppa yang sudah mandi dan berganti pakaian menjadi kaos oblong dan celana pendek. Eottokhe? Haruskah aku mengatakan ini pada yesung oppa? Aish… kenapa ini begitu memalukan? Ah… lebih baik aku diam saja.
“ani… nan gwaenchana. Oppa sudah mandi? Ayo kita sarapan. Yang lain pasti sudah menunggu.” Ajakku. Yang lain? Sesungguhnya aku belum siap bertemu yang lain…
Saat tiba di restoran, entah kenapa kyuhyun langsung menunduk ketika melihatku. Kurasa dia malu karena telah melihat sesuatu-yang-harusnya-tidak-ia-lihat. Baik… sepertinya ia tidak memberitahu member lain. Tapi tetap saja suasananya menjadi sangat canggung.
***
Yesung pov-
Kenapa ini? aku merasa ada sesuatu yang terjadi antara yongwon dan kyuhyun. Muka mereka memerah saat pandangan mereka tak sengaja bertemu. Aish… kenapa mereka berdua? Mereka tidak mungkin kan saling… ani. Ani. Segera kutepis prasangka burukku. Tidak mungkin istriku dan dongsaengku main belakang denganku. Tapi melihat sikap mereka saat ini…
Sebelum berpikir lebih lanjut, leeteuk mengajak kami pergi memancing. Aku senang. Akhirnya kami pergi memancing juga. Namun, saat hendak menuju laut, aku tak melihat yongwon maupun kyuhyun. Ada apa ini? kenapa semakin aneh? Aku putuskan untuk mencari mereka.
Saat hendak berbelok menuju penginapan, aku mendengar suara yang sangat aku kenal. Kyuhyun. Aku hanya bisa melihat siuletnya sedikit. “mianhae. Aku bukannya ingin mengganggu kau dengan yesung hyung…”
Sedetik kemudian mataku melotot sempurna ketika tahu siapa yang menjadi lawan bicara kyuhyun. “ani… gwaenchana oppa. Hajiman, jangan beritahukan ini pada yesung oppa. Jebal… biarlah ini menjadi rahasia kita berdua…”
MWORAGO?! Istriku berani merahasiakan sesuatu dariku? Dan sekarang dia berdua-duaan dengan namja lain? Oh.. bagus…
Sebelum kyuhyun menjawab permintaan yongwon, aku sudah berlari kearahnya dan memukulnya. BUGH! Dia terjatuh seketika. Yongwon yang kaget melihat kyuhyun terkapar langsung membantunya bangun. Membuat hatiku makin panas. “oppa! Apa yang aku lakukan?!”
“harusnya aku yang bertanya, apa yang kalian lakukan disini? Berdua-duaan! Apa kalian saling menyukai hah?” bentakku.
Yongwon menatapku tidak percaya. Ketika aku hendak menamparnya, kyuhyun menahan tanganku. “hyung cukup! Jangan sakiti yongwon!” teriaknya.
“tahu apa kau namja sialan!” aku kembali memukul rahangnya. Beruntung, sungmin datang dam langsung melerai kami.
***
Author pov-
Sungmin datang tepat pada waktunya. Ia membantu kyuhyun bangkit dan membawanya salah satu teras kamar. “hyung! Apa yang kau lakukan?”
“tanya saja ke dongsaengmu yang kurang ajar itu! kenapa dia mengganggu istriku!”
“aku tidak mengganggu istrimu!” bantah kyuhyun.
Saat yesung hendak memukul kyuhyun lagi, yongwon dan sungmin langsung menghadangnya. “oppa… duduklah… akan ku jelaskan…”
“hyung, benar kata yongwon. Dengarkan penjelasannya dulu…” sungmin menengahi. Akhirnya yesung menghempas badannya kesal. Ia duduk jauh dari yongwon.
Yongwon menatap kyuhyun. Akhirnya kyuhyun membuka mulut. “begini ceritanya…”
***
Yesung pov-
Ketika kyuhyun menyelesaikan ceritanya, aku dan sungmin langsung berseru, “EH?!”. Memalukan! jadi begitu… aish… ternyata aku hanya salah paham saja. Aku melirik yongwon yang menatapku takut-takut. Kurasa dia menahan tangisnya dari tadi. Mianhae… mianhae… mianhae chagiya…
Aku mendekati yongwon. Dia hanya menunduk. Lalu tiba-tiba dia berkata, “mianhae…” apa? APA KATANYA? Mianhae? Kenapa? Padahal aku yang salah, kenapa dia selalu meminta maaf?
“ani… aku yang salah, mianhae… selalu membuatmu susah.” Aku langsung mendekapnya. “uljima…” saat isak tangisnya mulai terdengar.
Aku menoleh kepada kyuhyun. “kyu-ah… mianhae. Aku tak tahu. Ak-“
Dengan cepat ia memotong ucapanku. “ah… arraseo, arraseo. Hyung memang bodoh. Tapi dengan ini kau berhutang padaku hyung.” Lalu ia pergi bersama sungmin.
“mianhae chagi, uljima… atau… kau ingin aku menghetikan tangismu?” Aku melepaskan pelukanku. Lalu dia menatapku bingung. Aku hanya tersenyum, lalu mengecup mata yongwon perlahan. Mata kiri. Mata kanan. Kecupanku beralih ke keningnya. Lalu hidungnya, dan…
“yesungie! Jangan bermesraan disini! Kapan kita akan memancing?” suara leeteuk hyung mengagetkan kami berdua. Sontak yongwon menjauh dariku.
“hyung! Kau tidak tahu situasi!” teriakku padanya.
Dia hanya terkekeh. “mian…” lalu aku menarik tangan yongwon mengikuti leeteuk hyung ke laut. Kulihat semua member tengah mengelilingi kyuhyun yang wajahnya lebam.
“kau kenapa kyu? Berkelahi?” tanya donghae.
“gwaenchana?” kini giliran wookie.
“aish… anak ini. kau mencari masalah apa?” si simba ikut mengerecokinya.
Sungmin langsung memotong saat melihat shindong dan eunhyuk hendak bertanya lagi. “tadi ada kura-kura kepala besar di dekat penginapan. Lalu tanpa sengaja kyuhyun mengganggu kura-kura itu melakukan ‘itu’.” semua member mengerti dengan kata ‘itu’. “lalu sang pejantan marah dan membuat wajah kyu lebam begini. Benarkan yesung hyung?” teriak sungmin.
Aku membelalakan mataku mendengar omongannya. Ingin sekali aku menghajar mukanya yang sedang memasang tampang aegyo andalannya. Kalau saja member lain tak melihatku. Aku akan ‘menyerangnya’. Kulihat yongwon hanya tertunduk. Ah… sudahlah. Untuk apa marah lagi. Sebaiknya aku memanfaatkan waktuku ini dengan istri tercintaku.
***
Author pov-
Setelah berhasil mendapatkan hasil pancingan yang lumayan memuaskan, mereka segera membakarnya. Kenyang dengan hasil pancingan, lelah setelah seharian memancing, membuat member lain langsung menuju kamarnya untuk tidur.
Tapi, di kamar yesung dan yongwon berbeda. Malam memang semakin larut, namun kedua sejoli itu tampak belum berniat tidur.
“o-oppa…”
“yongwon-ah…”
***
Ke esokan harinya mereka sudah bersiap untuk pulang. Semua pakaian dan oleh-oleh sudah dimasukkan ke dalam bis. Mereka akan segera berangkat. Namun, ada satu orang yang belum terlihat. Yongwon.
“hyung. Tadi malam kau apakan yongwon? Kenapa dia tidak muncul-muncul?” tanya donghae yang langsung dihadiahi timpukan roti oleh siwon dan ryeowook.
“wae…?” tanyanya tidak terima. Sedangkan roti-roti tadi sudah di serbu eunhyuk dan shindong.
“yesung-ah… sebaiknya kau cek yongwon. Kenapa dia belum datang.” Tukas leeteuk.
Namun belum sempat yesung beranjak dari kursinya, yongwon muncul dipintu bis dengan napas terengah-engah.
“mianhae… aku…tadi…ke..toilet…dulu.” ujarnya terbata-bata. Masih mengatur napasnya.
“gwaenchana chagi. Kajja! Kita akan segera berangkat.” Sahut yesung. Mengajak yongwon duduk disampingnya. Namun tiba-tiba…
“uwwwwekh! Uwwwekh!” yongwon berlari keluar dan mulai muntah-muntah. Yesung langsung berlari menghampiri yongwon. Menepuk-nepuk punggung. “kau sakit?”
Yongwon menggeleng. “aniyo oppa. Aku hanya mual saja. Dan sedikit pusing.”
“wuaaaah… chukkae! Yongwon, yesung chukkae! Sepertinya sebentar lagi aku akan menjadi ahjussi!” sumbar leeteuk senang.
“aku belum siap menjadi ahjussi. Aku masih terlalu muda! Kenapa yongwon hamil begitu cepat?” sahut kyuhyun dengan nada kecewa namun tetap dengan tatapan menggoda yang tidak dapat disembunyikan.
“EH?!” yesung dan yongwon terkejut.
***
EPILOGUE
“hya! Hyung! Kau telah berjanji!” teriak kyuhyun.
“tapi tidak untuk yang satu ini! mintalah yang lain!” bantah yesung.
“ani! Aku hanya ingin ini saja!” kyuhyun tetap keukeuh pada pendiriannya. “yongwon! Pokoknya kau harus menatapi fotoku selama waktu luangmu. Ani! 24 jam kalau bisa! Aku mendengar jika ibu hamil menatap foto seseorang lekat-lekat, maka anaknya akan mirip dengan foto orang itu!” opini kyuhyun.
“mitos murahan apa itu?” yesung terlihat tidak terima. “kalaupun mitos itu benar, aku hanya akan memperlihatkan fotoku saja! Bukan fotomu!”
“hyuuuuuuung!”
Yongwon hanya geleng-geleng kepala sambil mengelus perutnya yang membesar. “sudah jangan bertengkar. Siapa bilang aku akan menatap foto kalian? Aku akan bercermin saja. Aku tidak mau yeojaku memiliki wajah dan rahang yang tegas seperti namja.” Tukasnya.
“jadi… yeoja?” sontak yesung dan kyuhyun bersamaan.
Dengan cepat yesung menghampiri yongwon. “kalau begitu, pandanglah foto moon geun young!” tawarnya.
“dia lagi?! aaaaaargh…..” yongwon berteriak frustasi. Hidup dengan namja ini memang butuh kesabaran ekstra.

END…
Fiuh… selesai juga(#lap keringet pake gorden rumahnya donghae) . Mian kalau sekuelnya tidak seperti yang reader harapkan. Mian juga kalau sekuelnya malah tambah jelek dan gaje. Waktu buat ff ini terlalu singkat. 3 jam saja. Jadi hasilnya amburadul gini.
Poppo reader satu-satu. #reader muntah berjamaah. ( nb : buat tya, maaf kyuhyun-mu aku buat lebam. Hahaha. Kabur narik yeppa…)
Pai…pai….

3 thoughts on “FF YOUR SMILE IS MINE (SEQUEL-ONESHOOT)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s