FF YOUR SMILE IS MINE (ONESHOOT)

TITLE : YOUR SMILE IS MINE
AUTHOR : Nila
Fb : http://www.facebook.com/nila.siiuletnangka
Twitter :@NyieLa
TYPE : ONESHOOT
GENRE : romance, komedi (?)
RATE : 16
CAST :
1. Choi Yongwon
2. Kim Jongwoon a.k.a Yesung
Annyeong yeorobun… author datang dengan membawa (?) FF abal-abal. Sebelumnya maaf, bagi adik-adik SMP,SD,TK atau bahkan play group (plak!) author tidak ada maksud meracuni kalian dengan hal-hal yang tidak baik. Ini adalah karya aneh author. Bukan kisah nyata. Tapi masih mengharap ini nyata. T.T
O IYA! FF INI SUDAH DIPOST DISALAH SATU FANPAGE FB DAN NOTE FB AKU! JADI INI BUKAN PLAGIAAAAAAAAAAAAT!
Hehehe
Sekian deh cuap-cuapnya!
HAPPY READING…
Prologue
Aku terus tersenyum bahagia. Tidak menyangka bahwa akhir kisahku akan seperti ini. Kembali ku tatap binar matanya. Aku tenggelam dalam pesonanya…
***
Author pov-
pagi ini, tepat pada tanggal yang paling bersejarah dalam hidupnya, yeoja itu bangun dengan wajar berbinar.
Hari ini, tepat tanggal 24 agustus 2011. Yeoja itu sudah sangat menunggu datangnya hari ini. Yeoja itu, Choi Yongwon-seorang mahasiswi semester satu yang sangat menggilai super junior. Dan tentu saja, bagi ELF, hari ini merupakan suatu hari yang sangat membahagiakan. Karena salah seorang member Super junior sedang berulang tahun hari ini. Si dorkiest yesung. Meskipun yesung merupakan member yang aneh, entah kenapa yongwon sangat menggilainya. Mungkin karena yongwon juga yeoja yang aneh.
Nanti malam, semua ELF, khususnya clouds akan berkumpul dan merayakan ulang tahun yesung di salah satu acara di stasiun tv korea. Tidak lupa pula sang empunya acara akan datang. Maka dari itu, yongwon sangat bersemangat karena akan bertemu langsung dengan idolanya.
***
Sesuai perkiraan, gedung KBS sudah dipenuhi oleh elf-elf yang datang khusus untuk ulang tahun yesung. Mereka berdiri sambil menyanyikan ‘saengil chukka hamnida’ untuk yesung. Yesung terlihat tersenyum. Dan yongwon adalah salah satu fans yang berhasil memberikan kado untuknya! Senangnya!
***
Keesokan harinya. Di rumah keluarga choi…
Yongwon pov-
“chagiya… nanti malam kau tidak sedang ada janji kan?” tanya eomma saat aku menyelesaikan sarapanku.
Setelah bersusah payah menelan roti isi selai coklat kesukaanku. Aku mengangguk sambil berkata, “nde eomma, waeyo?”
“ah… soal itu, kita akan makan malam super istimewa chagi!” seru eomma.
“jeongmalyo? Jinjja? Omo… eomma memang daebak!” kataku seraya berhambur memeluk eomma. “oh, tunggu dulu. Memangnya ada perayaan apa? Seistimewa apa?”
“anak teman appa dan eomma sedang berulang tahun, jadi kami di undang. Ulang tahunnya di adakan di sebuah hotel bintang lima,” terang eomma. “kalian pasti akan ‘berteman’ baik,”
Teman? Ah… akan sangat bagus jika bisa bersahabat dengannya. Aku suka mencari teman baru. Semoga dia juga seorang elf, jadi aku akan sangat senang berceloteh tentang super junior dengannya!
***
Yesung pov-
Orang tuaku sungguh konyol! Gila! Kenapa harus di saat aku sedang berulang tahun seperti ini? Di tengah perayaan bersama seluruh keluarga besar mereka akan melakukannya? Aish… benar-benar tak habis pikir.
Jongjin, namdongsaengku kembali bertanya padaku, “apa kau siap?”
Sial! Bagaimana aku bisa siap? Aku sama sekali tidak siap! Namun berapa kalipun aku menolak, jawabannya akan tetap sama saja. Eomma dan abeoji tidak akan merubah keputusannya yang di anggap sudah final. Lantas, aku mereka anggap apa?
Ku lihat tamu beberapa keluarga jauhku sudah hadir. Sebaiknya aku menyapa mereka dulu. Lagipula, dongsaeng-dongsaengku di super junior belum datang. Aku kembali menghela napas saat ingat perkataan abeoji. Apa dia seperti Moon geung young? Aish… Seandainya saja dialah orang itu…
***
Yongwon pov-
Appa dan eomma mengajakku masuk ke dalam aula hotel megah ini. Woaaa… anak relasi appa pasti sangatlah kaya. Dilihat dari perayaan ulang tahun yang sebenarnya hanya makan malam bersama keluarga besar dirayakan di hotel semegah ini. Aku menoleh ke sekeliling. Kenapa para tamu undangan terlihat bersinar?
Setelah ku perhatikan lebih lanjut, ternyata beberapa tamu undangan itu adalah artis-artis beken korea. hei… aku melihat eunhae couple di sana! Astaga! Jangan katakan bahwa semua member super junior datang! Yesung oppa akan datang! Bagaimana penampilanku? Berantakan? Aneh? Normal?
“eomma… kenapa tidak memberitahuku bahwa ini pesta para artis? Kalau tahu, aku akan berdandan heboh..” protesku histeris.
Eomma berdecak. “kau ini, dengan dandanan normal seperti ini saja butuh waktu lama untuk meriasmu, setelah sempat mengatakan lipstick terasa seperti mentega lengket di bibirmu. Aigoo…” eomma mengoceh menyalahkanku. Bagaimana tidak seperti itu, memang lipstick berasa seperti itu di bibirku. Apa aku salah?
Appa dan eomma mengajakku duduk di salah satu meja yang disediakan. Aku pamit ke toilet sebentar. Jujur, menggunakan high heels dan gaun sepanjang jalan kenangan ini (?) membuatku gerah. Aku jadi ingin membasuh wajah dan leherku.
Namun, saat tiba di toilet, aku mendengar percakapan dua yeoja. “aish… akhirnya oppa akan menikah juga! Akhirnya ada juga yeoja yang mau dengannya!”serunya bersemangat.
Yeoja satunya menyahut. “ jangan begitu senang, kudengar oppa dijodohkan. Lihat saja, dengan umurnya yang 28 tahun itu orang tua mana yang tidak gelisah melihat putranya belum menikah juga?”
Yeoja itu mengangguk. “yaah… bagaimanapun juga, aku berharap kebahagiaan untuknya. Semoga yeoja bernama Choi yongwon itu baik untuknya,” katanya seraya melenggang pergi bersama yeoja yang satu lagi.
Ada apa ini? kenapa mereka menyebut-nyebut namaku? Perjodohan? Putra berumur 28 tahun? sepertinya aku harus meminta penjelasan.
Aku menarik appa dan eomma menuju balkon. “apa maksud semua ini? aku mendengar seorang Yeoja bernama Choi yongwon akan dijodohkan dengan namja berumur 28 tahun! kalau aku tidak salah, itu namaku!” tukasku meminta penjelasan. “appa! Jelaskan padaku!”
“yongwon-ah… mengertilah… oke. Appa mengaku salah karena saat itu appa mabuk dan menyetujui permintaan relasi bisnis appa itu. tapi ini juga menyangkut perasaanmu, appa tahu kau akan menyukai namja itu,” argument appa. “menikahlah dengannya..”
“mwo?!” teriakku mencapai beberapa oktaf. “menikah? Appa sedang gila atau bagaimana?” tanyaku tidak percaya.
“aish… kau mau membuat appa tuli hah?” sahutnya sambil memeriksa telinganya. Bukan saatnya main-main kan?
“tapi., appa, menikah? aku masih belum….” Argumenku. “shireo!”
Menikah dengan ahjussi berumur 28 tahun? gila! Aku tidak akan mau! Aku masih 19 tahun!
***
Yesung pov-
Oh… bagus. Abeoji terlihat senang dan tersenyum-senyum. “para kerabat dan relasi sekalian, saya mengharap perhatian anda.” Tukas abeoji membuat ruangan itu hening. “malam ini, aku akan melangsungkan sesuatu yang sangat aku tunggu-tunggu. Pesta pertunangan anakku. Kim jongwoon. Aigoo… akhirnya dia akan menikah juga. “
Cih! Siapa yang mau menikah? kalau eomma tidak menangis memintaku menikah, aku tidak akan sudi mengikuti permintaan tuan kim si kurus tua itu.
“aku akan memanggil yeoja beruntung itu. Choi yongwon-ssi… kemarilah anakku…” sahut appa sambil menyambut-aku tidak bisa lebih terkejut lagi- seorang yeoja kecil yang ku tebak belum berumur 20 tahunan. Sekitar 18 atau 19 tahun. inikah calon istriku? Yeoja itu menekuk bibirnya. Sepertinya dia juga tidak setuju. Aku bisa mengajaknya bekerja sama menolak perjodohan ini.
Lalu aku mendengar abeoji memanggil namaku. Aku mendekat ke arahnya. Yeoja yang sedari tadi tidak memperhatikanku langsung melotot. Apa? Kau tidak tahu bahwa calon suamimu seorang superstar hallyu? Kau pikir akan menikah dengan ahjussi tua? Aku-meski umurku tak muda lagi-tetap memiliki wajah anak remaja umur 20 tahun. haha.
Setelah sampai didekatnya dan acara penyematan cincin akan segera dimulai, yeoja itu masih saja memandangiku dengan tidak percaya. Ya, ya, aku tahu aku memang tampan. Tapi haruskah dia melihatku dengan tatapan memuja secara terus-menerus selama 10 menit terakhir ini?
***
Yongwon pov-
Ya tuhan.. apa ini benar? Di depanku ada yesung super junior. Dan tuan kim bilang apa tadi? Sepertinya aku salah dengar. “ini kim jong woon. Calon suamimu.”
Aku melayang mendengarnya. Sampai acara penyematan cincin selesai, mataku tidak berkedip menatapnya. Menelusuri lekuk wajahnya. Kenapa ketampanannya justru bertambah saat aku dekat dengannya. Kya! Aku ingin menjerit kalau saja tidak dalam acara seformal ini. setelah itu, para kerabat, relasi bisnis, lalu yang terakhir, seluruh member super junior, kalian dengar? SELURUH MEMBER SUPER JUNIOR menyalamiku dan tersenyum padaku. Kumohon jangan iri padaku. Aku ingin menangis bahagia. Namun pusat kebahagiaanku adalah : di depanku ada wajah tampan yang sebentar lagi menjadi suamiku. KIM JONGWOON SARANGHAE!
***
Author pov-
Hari ini, yongwon dan yesung pergi ke butik kenamaan di apgujeong-dong. Yongwon mengernyit. Bukankah harga barang-barang disini sangatlah mahal? Kim ahjumma memjemput yongwon tepat saat dia membuka gerbang rumahnya. Hendak pergi berbelanja makanan ringan. Lalu kim ahjumma membawa yongwon ke butik. Disana yesung sudah menunggu dengan wajah jengkel setengah mati.
“eomma. Aku banyak pekerjaan. Mengapa harus fitting baju bersama?” keluhnya.
“kalian kan harus mencoba mengenal pribadi masing-masing. Jadi, tidak ada salahnya kan fitting baju pengantin bersama?” lalu melenggang pergi mengambil beberapa model baju yang di sediakan.
Yesung mendekati yongwon. “ya! Neo!” yongwon menoleh ke arah yesung. “ne?”
“aku tahu kau tidak mau menikah denganku. Kau juga terpaksa kan menjalani semua ini?”
Yeoja itu menunduk. Sepertinya yesung tidak menyukainya. “ne, tapi…”
Yesung memotongnya. “nah! Apa susahnya? Bagaimana kalau kita kacaukan pernikahan ini?” usul yesung. Yongwon menoleh heran dan berkata, “tapi…”
“ya! Kim jongwoon!” teriak suara murka yang berasal dari wanita paruh baya yang sedang berkacak pinggang. “sekali lagi aku mendengar atau melihatmu membicarakan hal itu dan menyakiti menantuku, akan ku hajar kau!” pletak! Kim ahjumma memukul kepala yesung dan melotot. Yesung hanya bisa pasrah. Kenapa eommanya begitu bersemangat?
***
Yesung pov-
Oke.oke! sebaik apapun rencanaku mengacaukan pernikahan ini, eomma selalu saja tahu apa yang aku lakukan dan memarahiku. Dan sekarang, aku sudah tidak bisa lari lagi. Hari ini adalah hari pernikahanku dengan bocah itu. bocah beumur 19 tahun! sial!
Aku melihatnya masuk dengan menggandeng tangan appanya. Oke. Dia cukup cantik dan terlihat dewasa. Tapi aku berani bertaruh. Itu pasti karena make up. Setelah selesai upacara. Aku menciumnya di kening. Gila saja aku akan mencium bocah ini dibibir? Aku tidak mau terlihat seperti ahjussi-ahjussi tua yang senang pada daun muda. Ku lihat member super junior mencibirku. Mengatakan aku tidak memberikan mereka pertunjukkan bagus. Cih! Biarkan saja.
***.
Yongwon pov-
Aku sudah memasuki apartemenku bersama yesung oppa. Di apartemen ini ada 2 kamar. Untunglah… bagaimana pula aku akan tidur dengannya? Meskipun aku mengidolakannya setengah mati, aku masih waras. Aku tidak ingin melakukan ini dan itu saat usiaku masih 19 tahun! yong won! Apa yang kau pikirkan? Kenapa kau jadi yadong begini?
“ya! Jangan melamun yang bukan-bukan!” sebuah suara berhasil mengagetkanku. Yesung oppa.
“si-siapa yang melamun yang bukan-bukan?” bantahku tergagap.
“jangan berbohong. Terlihat jelas di mukamu itu.”
Mwo? Benarkah? Aku meraba mukaku. “nah, benarkan apa yang ku katakan? Kau melamun yang tidak-tidak” kata yesung oppa melanjutkan.
Aish… dia mengerjaiku. Tiba-tiba dia berlari ke arahku. Ya! Tunggu, tunggu! Apa yang akan dia lakukan? Kenapa terus mendekat? Jantungku hampir melompat keluar…
“kenapa kau gugup begitu? Bukankah kita suami istri?” Aku menelan ludah. “kau istriku. Jadi kau harus menuruti keinginanku.”
Huwaaaaa… perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku gemetar. Lalu menutup mataku. Namun… setelah 1 menit berlalu, masih tidak terjadi apa-apa.
Perlahan aku membuka mataku dan ternyata bibir mungilnya sejajar dengan telingaku. Dan dia berbisik, “aku tidak menyukai anak kecil sepertimu. Bocah!”
dia tertawa dan pergi. Menyebalkan…. Tapi tetap saja aku-nyonya kim-menyukainya.
Aku lalu melihat kedua kamar. Satu kamar berukuran ekstra dan yang satunya lagi biasa saja. Aku hendak masuk ke dalam kamar ekstra tersebut malah keduluan namja itu. “ya! Kau bocah! Kamar ini terlalu besar untukmu!” teriaknya.
“tapi oppa saja tidak terlalu tinggi untuk memakai ranjang itu!” jawabku menunjuk tempat tidur king size itu.
“cih! Bocah berani mengatakan aku tidak tinggi? Kalaupun badanku tidak tinggi, tapi aku tetap berhak memakai kamar itu!”
“wae? “
“karena kepalaku terlalu besar! Karena itu aku yang memakai kamar ini! Kau bocah tidur disana!” seraya menutup pintu! Brak ! Aish… ternyata dia begitu menyebalkan! Dengan langkah gontai aku masuk kamar sebelah. Lalu mulai membereskan baju dan semua perabotanku dengan rapi dikamar itu. tidak terlalu buruk. Lalu aku tidur dengan lelap.
***
Sudah sebulan aku menyandang gelar sebagai istri kim jongwoon. Saat ini yesung oppa sedang syuting iklan kyochon bersama member lain. Aku menghela napas. Memang aku berada dekat dengannya. Tapi entahlah… mungkin kehadiranku malah membuatnya susah. Setiap hari dia hanya memanggilku bocah-bocah-bocah! Aku memang bocah, tapi kan.. tetap saja aku yeoja!
Sedang asyik-asyiknya menyapu lantai, aku mendengar derap kaki terburu-buru masuk. Aku melihat yesung oppa dengan napas tersenggal-senggal mendekatiku. “ada apa oppa?” sahutku sambil memberikannya minum. Dia langsung meneguk habis air di botol itu.
“bocah, gawat!” ck! Lagi-lagi bocah. Apa tidak ada panggilan lain?
“wae? Selalu memanggil bocah. Aku istrimu oppa!” protesku.
“meskipun istriku, kau tetap seorang bocah,”
Aku merenggut. Memang benar apa yang dia katakan. Tapi aku kesal. “dasar ahjussi tua!”
“ya! Kau mulai lagi!”
“siapa yang memulai? Oppa yang memanggilku bocah duluan!” protesku. Beginilah kelakuan kami yang seperti tom and jerry. Seandainya dia tahu perasaanku.
“aish! Sudahlah! Yang jelas aku ingin memberitahumu bahwa eomma akan datang!” teriaknya histeris seperti mengatakan bahwa ia akan keluar dari super junior saja.
“jangan berlebihan. Kenapa oppa berteriak sehisteris itu? si eommoni akan datang. Lalu kenapa?”
Dia mengacak rambutnya frustasi. “bocah babo! Eomma kan tidak tahu kalau kita tidur terpisah! Kalau dia datang, bagaimana kita menjelaskan semua ini?”
Aku memukul dahiku pelan. Benar juga! Astaga! Eottokhe?
Yesung oppa terlihat berputar-putar dan berpikir. Tiba-tiba dia diam dan menatapku tajam. Aku bergidik. “sudah kuputuskan! Mari kita tidur bersama!” katanya. Plettak! Aku memukul kepalanya.
“yak! Bocah beraninya kau, ah.. appo!” rintihnya.
“pikiran yadongmu itu harus ku hentikan! Dasar mesum!”
Dia menatapku tak percaya. “siapa juga yang tertarik dengan bocah sepertimu! Melihatmu saja aku tak selera!” ejeknya. Sabar yongwon.. “lalu apa maksud oppa?”
“yaa… bersandiwara saja. Saat eomma ada disini, kita berpura-pura tidur sekamar. Dan-oh aku ingat. Suami istri tidak akan memisah baju dan perabotannya!” aku terbengong. Apa yang di katakannya tadi? Adakah translator bahasa kura-kura disini? Sepertinya yesung oppa memakai bahasa ddangkoma.
Lalu dia mulai membereskan barang-barangku yang ada di kamar dan membawa ke kamarnya. Apa maksudnya? “ya! Bantu aku bocah! Kenapa kau diam saja?”
Aku masih menatapnya bingung. Dia berhenti dan menjelaskan. “bocah… akan terlihat aneh jika eomma menemukan barang-barangmu tersimpan di kamar lain sedangkan kau sekamar denganku”. Olala aku baru sadar, lalu dengan cepat aku membantunya mengangkut barang-barangku ke kamarnya. Menaruh bajuku dilemarinya, sikat gigiku disamping sikat giginya, parfum, bedak, make up lainnya di meja rias bersanding dengan make up nya. Aish… kenapa dengan melihat ini saja, aku merasa seperti suami istri sungguhan?
“lalu, kapan si eommoni akan datang berkunjung?” tanyaku sambil memulai untuk memasak makan malam.
“seminggu lagi.” Apa katanya? Apa aku salah dengar? Aku menanyakan kembali dan jawabannya tetap sama. Seminggu lagi? Lalu untuk apa dia begitu hebohnya membereskan barang-barangku terburu-buru? Namja babo! Bukankah masih banyak waktu?
***
Yesung pov-
Mungkin yongwon menganggapku aneh atau bodoh. Tapi aku menggenal eomma. Dia memang mengatakan akan datang seminggu lagi tapi itu bukan jaminan. Aku menduga dia akan datang beberapa hari lagi. Eomma kadang-kadang terlalu bersemangat. Aku mencium wangi harum dari dapur. Istriku itu memang pandai memasak. Tak jauh beda dengan wookie. Tapi sebagai tambahan, yeoja itu terlihat begitu memukau saat sedang memasak. Aku menyukai aroma masakan yang menempel ditubuhnya. Aigoo… apa yang sedang ku pikirkan?
Aku makan dalam diam. Begitu juga dia. Padahal biasanya dia kan cerewet bila aku hanya makan sedikit masakannya. Aku memang tidak makan banyak. Yeoja itu pasti mengomel dan mengatakan aku menderita busung lapar. Aish… tapi malam ini berbeda. Mulutnya diam dan mengunyah makanan yang ada. Ada apa dengannya?
***
Author pov-
Pagi ini yongwon bangun dari tidurnya dengan malas. Ia sedang tidak kuliah hari ini dan yesung dari tadi malam tidur di dorm karena akan berangkat tengah malam bersama member lain. Yesung sedang sangat sibuk akhir-akhir ini.
Yongwon mendengar suara bel pintu apartemennya berbunyi. Siapa yang bertamu pagi buta begini? Arghhh… yongwon bangkit dan berjalan sempoyongan menuju pintu. Dan betapa terkejutnya dia. Si eommoni yang dia tahu akan datang seminggu lagi tengah berada di depannya. Membawa koper yang cukup besar. Oke. Sepertinya si eommoni akan tinggal cukup lama di apartemen mereka.
***
Yongwon pov-
Si eommoni datang menengokku. Entah ada hal apa. Namun sepertinya ada gelagat yang mencurigakan. Si eommoni bahkan menelfon eomma untuk datang dan menginap. Apa yang mereka rencanakan? Aku menelfon yesung oppa memberitahukan semuanya. Dia melenguh. Tapi mau bagaimana lagi? 1 jam kemudian yesung oppa datang bersama eomma. Ku tebak mereka bertemu di lobby dan naik lift bersama. Lalu yesung oppa yang terkejut melihatku masuk ke kamarku, menarikku ke dalam kamarnya. “yak! Oppa! Mengapa menarikku?”
“babo! Semenjak eomma datang kesini, kamar itu kosong! Jangan bertindak bodoh!” aish… benar juga. Hampir saja aku melakukan kesalahan.
Untung saja aku dan yesung oppa telah mempersiapkan kamar kami. Kedua orang tua kami tidak mengetahui kalau kami tidur terpisah. Ini akan jadi sulit.. berarti malam ini aku satu kamar dengan yesung oppa?
Yesung oppa memang tidak ada jadwal sore ini. begitupun sampai besok pagi. Malam ini kami makan malam berempat dan si eommoni membuka percakapan. “lalu, bagaimana, yongwon-ah? Sudah telat kah?” ah? apa maksudnya? Aku melirik yesung oppa yang mengangkat bahu tidak mengerti. Sama saja.
“maksud si eommoni?” tanyaku polos.
“tentu saja hamil chagiya…” jawab eomma. Yesung oppa terbatuk. Aku memberinya segelas air. “aigoo.. pasangan muda yang romantis” Opini eomma.
Si eommoni tampak melihatku. Aku gugup. Apa jangan-jangan dia tahu kalau aku dan yesung oppa belum…
Namun tak ada kata yang keluar dari mulutnya. Sampai makan malam selesai dan aku mencuci piring di dapur sementara yesung oppa, si eommoni dan eomma berbincang di ruang tengah.
***
yesung pov-
eomma mengajakku menonton drama percintaan di televisi. Aku melihat adegan ciuman. Aish… eomma senang sekali mengomentari hal ini. namun aku tertolong oleh mertuaku. Dia menawariku air madu yang berkhasiat yang katanya ia bawa dari jepang. Kapan dia pernah kejepang? Seingatku yongwon memang pernah berkata dia menguasai bahasa jepang. Namun tidak pernah kudengar keluarganya pernah ke jepang. Ah sudahlah… aku meminum sedikit. Enak. Aku menghabiskan air madu itu dalam sekali teguk. Eomma dan mertuaku tersenyum. Aneh…. Kenapa mereka tersenyum? Setelah selesai mencuci piring, yongwon datang dan bergabung bersama kami. Dia membawa potongan apel yang sudah di kupas. Namun eomma tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya.
“aigoo.. kenapa badanku pegal sekali? Aish… nyonya Choi, bisakah kau memijitku? Badanku remuk…” lalu eomma berlalu masuk ke kamar di ikuti mertuaku. Aneh. Aneh.
Setelah selesai memakan semua apel, aku masuk ke dalam kamar. Yongwon masih membereskan piring apel dan membawanya ke dapur. Aku merasa sangat gerah. Aneh… ini kan musim gugur? Kenapa panas sekali? Berulang kali ku kipas-kipas badanku dengan buku kecil di samping tempat tidurku.
Ah… lelah sekali. Namun aku tidak bisa memejamkan mata. Aku mendengar pintu di ketuk. Bocah itu. dia masuk dan langsung duduk di depan meja rias. Hendak membersihkan wajahnya.
Aish… panas sekali! Aku tak tahan!
***
Yongwon pov-
Saat sedang membersihkan wajah, Lalu dari pantulan cermin aku melihat yesung oppa melepas bajunya. “ya! Oppa! Apa yang kau lakukan?”
“aku kepanasan! Kau ini cerewet! “ kepanasan di tengah angin musim gugur yang sedingin ini? Apa dia gila?
Dia mulai mengeluarkan keringat. Aku menelan ludah. Kenapa dia terlihat sedikit…eerrr… seksi?
“ah, bocah. Air madu yang di berikan eomma tadi sangat enak. Aku sampai ketagihan.”
“air madu? Air madu yang mana?”
“yang eomma bilang dia membawanya khusus dari jepang itu,”
“jepang?”
“yang botolnya merah itu,”
Botol merah, aku menerawang. Aku memang bisa sedikit-sedikit bahasa jepang. Ah! Aku ingat itu! Segera aku berlari keluar dan mengambil botol itu ke hadapan yesung oppa.
“igo?”
“nde! Aku mau minum lagi…”
“kau sudah terlalu banyak minum. Tidurlah…” seraya menaruh botol minuman itu di atas meja rias. Tunggu dulu! Tak sengaja aku melihat brand minuman itu. Aku membacanya dengan teliti. Aku mencoba mengartikannya. “o-oba-t….um… pe-rang-sa-“ mwo?! Aku memekik!
Eomma memberikan yesung oppa obat perangsang?! Andwae! Aku melirik yesung oppa yang mengipasi badannya dengan kertas. “o-oppa…”
“hm?” tatapannya intens. Oke. Tatapannya sudah cukup mengerikan.
“igo… botol ini berisi…” aku menahan napas saat yesung oppa mendekat. “i-go… “ dia berada tepat di hadapanku.
“obat perangsang!”
“mwo?!”
Jadi… aku bisa menebak apa yang di rencanakan si eommoni dan eomma. lalu samar-samar kami mendengar suara langkah kaki. Pasti eomma dan si eommoni. Eottokhe? Pasti mereka yang merencanakan ini semua.
“jadi mereka…” aku mengangguk. Panic menyerangku!
Akhirnya yesung oppa berbicara. “sudah, kau tenang saja, ne?”. sedangkan aku yang di suruh tenang malah kalang kabut. Gugup.
Lalu dia berpikir sebentar. “bagaimana kalau kita berakting?”
“maksud oppa? Aku tidak bisa berakting!”
“sudah… ikuti saja skenarioku!”
Dia segera mendekatkan telinga di balik pintu. Lalu dengan berjalan mundur dia mendekatiku. Namun langkahnya timpung saat ia tidak sengaja menginjak ujung celananya. Ia kehilangan keseimbangannya.
“kyaaaaa!” dia jatuh menindihku. Kami terjatuh di atas kasur. Untunglah… badanku akan remuk jika terjatuh di lantai.
“oppa! Jangan menindihku!” teriakku. Dia tersenyum.
“wae yongwon-ah? sakitkah?” desahnya.
“Jelas saja aku sakit! Badanku kau tindih!” protesku. Kadar kebodohannya malam ini rupanya meningkat. Sakitkah? Ayolah… pertanyaan macam apa itu? Sudah jelas kan?
“Kau lelah?” Aku menatapnya bingung. Apa maksudnya?
Dia berbisik “ayo melakukan scenario!”
“ayo yongwon-ah… terus…” dia mendesah.
Kata pertama yang berputar di kepalaku saat ini : bingung. Aish… apa kepalanya terbentur sesuatu saat jatuh tadi?
“Sakitkah chagi?” desahnya lagi. Perlahan aku mulai mengerti dan membelalakkan mataku. astaga! Aku terkejut bukan main. Ternyata scenario itu maksudnya ini. Oh… aku mengerti. Ide oppa mesum sekali. Aku malu.aku menggerak-gerakkan tanganku kesana kemari. Meremas ujung piyamaku. Namun tak kunjung mengeluarkan suara.
“apa sakit chagiya? Mian aku terlalu besemangat…” lalu dia berbisik lagi. Kali ini tepat di telingaku. Membuat darahku berdesir. “mendesahlah!”
Aku tidak bisa mendesah! Aish… namja ini. Mungkin karena dia melihatku bingung harus bagaimana, ia mencontohkan desahan sembari memutar bola matanya kesal. Yang-kalau bisa di artikan- ‘yeoja bodoh, kau, hanya mendesah saja tidak bisa? Babo!’. Kurang lebih seperti itu maksudnya.
“aaakh!” suara desahan yang ku keluarkan malah terdengar seperti suara tikus terjepit perangkap. Benar-benar… ini malam terberat yang harus aku lalui. Yesung oppa menatapku tidak percaya. Oke. Mungkin setelah ini dia akan mematenkan panggilannya untukku menjadi bocah babo untuk selamanya. Bagaimana aku bisa di salahkan? Aku sama sekali tidak berpengalaman dalam dunia perdesahan (?).
Aku berdehem dan mencoba lagi. Melihat aura yesung oppa yang menggelap, aku tak berani untuk gagal lagi. Dan-foila! Kali ini aku bisa mendesah dengan baik dan benar (?).
Terdengar suara cekikikan dari luar kamar. Eomma dan si eommoni. Lalu samar-samar ku lihat bayangan orang di celah pintuku memudar, itu berarti mereka sudah tidak menguping lagi.
Hei- aku baru sadar, kami-aku dan yesung oppa- masih berada dalam posisi yang (tidak bisa kujelaskan bagaimana malunya aku) menguntungkan baginya. Menindih tubuhku dengan dada telanjangnya. Perlahan, aku melirik wajahnya sekilas. Tatapannya… tepat ke arah mataku. Aku membeku. Aigoo… hentikan oppa…
Aku dapat mencium wangi tubuhnya yang berkeringat. Tidak bau. Namun ini wangi yang… seksi. Aish… otakku mulai tercemari. Ayolah… sadar yongwon…
“op-oppa….” Panggilku. Hening. Dia masih menatap mataku intens. Membuatku menelan ludah.
“Oppa!” ujarku sedikit berteriak padanya dan membuatnya terlonjak seakan-akan baru sadar akan sesuatu. “Mereka sudah pergi, bisakah oppa bangun? Badanku benar-benar sakit…” rintihku.
Dia bangun dengan sedikit terhuyung. “mian…” ucapnya dingin.
Lalu aku masuk ke kamar mandi. Tak ingin wajahku yang memerah dan memanas ini terlihat olehnya.
Aku segera membasuh muka dan leherku yang panas. Berharap rasa panas yang menjalar akan berhenti. 5 menit kemudian ku putuskan untuk keluar. Tentunya aku tidak ingin tidur di kamar mandi malam ini kan?
***
Yesung pov-
Gila! Apa yag aku pikirkan? Aku tidak mungkin terpesona, terpana atau apapun pada bocah itu. Aish… ini pasti karena pengaruh obat itu.
Dia keluar dari kamar mandi dengan wajah dan leher yang basah. Ya… kau ingin menggodaku hah? Bocah…
Lalu ia langsung mengambil tempat di tempat tidurku. Lalu memejamkan mata. Aku yang masih sibuk dengan pikiranku sendiri diam saja. 15 menit kemudian baru kusadari. Berarti kami akan tidur bersama? Satu ranjang? Aish… bocah ini apa tidak takut? Bagaimanapun aku seorang namja dewasa yang normal. Yah… memang dia masih bocah.
Kuputuskan untuk tidur di sampingnya. Hanya tidur. Tak lebih. Tekankan itu. Namun rupanya tak semudah yang ku kira. Selain karena pengaruh obat itu, bocah ini tidurnya sangat berlebihan. Maksudku, dia bisa berganti posisi atau gaya tidurnya 5 kali dalam 10 menit. Aish… lalu dia selalu merebut gulingku! Gulingku! Karena sebal, aku merebut gulingku paksa dan berbalik memunggunginya. Hahaha. Rasakan. Kau tidak bisa mengambilnya lagi.
Belum saja 5 menit ku punggungi, ku rasakan sentuhan lembut di perutku. A-! apa ini? Tangan bocah! Apa yang dia lakukan? Kulirik dia melewati bahuku. Matanya masih terpejam. Aish… jadi kau pikir aku ini gulingmu?
Sebuah ide jahil melintas di kepalaku. Aku berbalik. Lalu dengan hati-hati memegang hidungnya. 1…2…3… hap! Ku kapit hidungnya dengan jariku. Membuatnya tidak bisa bernapas.
“huwa, aku tenggelam…” teriaknya. Haha. Ku lepas jariku. Namun ternyata dia belum membuka mata. Dasar muka bantal.
Saat aku ingin mengulangi lagi, tiba-tiba suara yongwon yang lirih mengagetkanku. “Sakit… oppa… sakit…” dia mendesah. Bukankah itu scenario tadi? Astaga! Jangan teruskan! Aku bisa menyerangmu!
“oppa….” Ujarnya untuk kesekian kalinya. Membuat pikiranku menjadi liar tak terkendali. Perlahan ku rengkuh tubuhnya. Kugelayuti dengan tubuhku yang tak berpenutup atas. Merasakan setiap napasnya di telingaku. Menghirup aroma tubuhnya. Aku sudah gila.
Perlahan namun pasti, aku mendekatkan wajahku ke wajahnya. Dia tertidur. Sama sekali tak terusik.
CHU~
Aku menciumnya. Omo! Dan dia tidak terbangun. Aku menciumnya lagi dan sekarang lebih dalam. Sedetik kemudian gerakan halus membuatku terdiam. Dia membalas ciumanku. Dan matanya masih tertutup!
Yongwon-ah… kau yang membuatku seperti ini jadi bersiaplah!aku mulai menindihnya sambil tetap menciumnya. Mulai dari ciuman hangat, lembut, di susul oleh ciuman kasar dan liar yang bertubi-tubi. Membuatku kehabisan napas. Yongwon-ah….
***
Yongwon pov-
Pagi ini aku terbangun dengan badan yang benar-benar sakit. Sepertinya semalam ada batu yang menindih tubuhku dan membuatku bermimpi aku sedang tenggelam. Namun anehnya ada yesung oppa yang menyelamatkanku dan memberiku napas buatan. Lalu yang aku lakukan malah menciumnya, gila bukan? Namun sedetik kemudian aku merasa bibirku perih. Aku turun dari tempat tidur dan berkaca. Astaga… bibirku terluka. Apa aku menggigit bibirku saat tidur? Aish… yongwon babo!
Kudengar suara pintu kamar mandi terbuka. Lalu ku tatap yesung oppa yang hanya menggunakan handuk saja. Sepertinya dia habis mandi. Entah kenapa mataku malah beralih ke bibirnya. Aish… aku masih memikirkan mimpiku yang tadi.
Aku mendengar ketukan halus di pintu. “chagiya… eomma sudah siapkan sarapan, ppalli bangunkan suamimu sayang…” suara eomma menggelegar. Aku segera membuka pintu. Tentunya aku tidak ingin melihat yesung oppa berganti pakaian kan? Tapi di lubuk hati yang paling dalam aku ingin mengintip.. huhuhu.
Eomma melihatku heran. “kau kenapa yongwon-ah? Sariawan?” ketika melihat aku meringis kesakitan saat mengunyah makanan.
“ani eomma, bibirku hanya sedikit terluka saja,” jawabku sekenanya.
Si eommoni tersenyum pada eomma. Kenapa mereka berdua? Lalu yesung oppa keluar dari kamar dan menuju meja makan. Dia sedang mengeringkan rambutnya. Si eommoni hanya menatap yesung oppa penuh rahasia. Lalu si eommoni bertanya, “jongwoon-ah, kau lihat, bibir yongwon terluka? Aish… kau ini…” aku melihat yesung oppa salah tingkah. Pipinya memerah. Hei… apa yang mereka bicarakan? Apa mereka sedang berkomunikasi menggunakan bahasa ddangkoma seperti kemarin?
“oya, yongwon-ah.. sepertinya si eommoni dan eomma-mu tidak bisa lama-lama disini. Kami sedang ada acara berkumpul dengan para ibu-ibu lainnya.” Putus si eommoni dengan tampang bersalah namun malah terlihat seperti sedang senang. Yah… si eommoni memang sering bersemangat. Aku hanya mengangguk dan siang itu, aku mengantar mereka sampai pintu apartemen. Mereka bersikeras untuk pergi sendiri. Baiklah… setidaknya aku tak perlu sekamar lagi dengan yesung oppa.
***
yesung pov-
Siang itu, aku sedang bersiap-siap berangkat untuk mengisi acara di SBS. aku, sungmin, ryeowook, dan kyuhyun yang akan datang. Namun aku merasakan sesuatu yang aneh dengan perutku. Terasa sakit. Yongwon telah mengetahuinya. Maka dari itu, dia akan menyiapkan bekal untukku. Bocah… kenapa dia begitu perhatian? Aku tersenyum.
“hyung, kenapa kau tersenyum-senyum? Hayoo… kau memikirkan yongwon kan?” tanya ryeowook.
Sungmin dan kyuhyun ikut menggoda. “hyung, kau menyukainya kan?”
“ani!” bantahku. Namun tak menghentikan godaan dari dongsaeng-dongsaengnya.
Setelah tidak kuat mendengar suara mereka semua, aku mulai kehilangan kesabaran. Perutku juga tambah sakit yang menjadi-jadi.
“hya! Kalian bisa diam tidak?!” bentakku. Hening. “sudah kubilang aku tidak menyukai yongwon. Aku tidak menyukai bocah itu! kau tahu? Tipe yeoja idealku itu seperti moon geun young! Lihatlah! Dewasa, tinggi, dan menawan! Bukan bocah seperti yongwon!” braak!
Aku menoleh. Melihat yeoja yang sedang ku bicarakan melotot ke arahku. Dia membawa sekotak kimchi untukku. Oh… aku sangat tidak menyukai tatapannya padaku. Tatapan mata sebal namun menyiratkan kesedihan.
Dia hanya membungkuk dan berlalu begitu saja. Aku ingin mengejarnya. Tapi sakit di perutku membuatku lumpuh. Sedangkan dongsaeng-dongsaengku menatapku tidak percaya. Melihatku sebelah mata lalu meninggalkanku.
Oh tuhan… apa yang harus ku lakukan? Yongwon… jangan pergi… lalu pandanganku gelap.
***
Saat bangun, aku mengedarkan pandanganku. Dimana aku? Oh ternyata di dorm. Kulihat ryeowook dengan raut muka khawatir. “hyung? Kau sudah sadar?” tanyanya.
“yongwon, bocah itu, eodieo?” tanyaku lemah.
“molla… dia tidak terlihat semenjak kemarin.” Aish… dia pasti marah padaku. Kemana anak itu?
***
Sudah seminggu yongwon menghilang. Kemana dia? Bocah sial! Membuatku khawatir saja. Apa dia masih marah? Aku merindukannya. Hei- ini benar. Aku merindukannya. Sangat. Aku merindukan istriku…. Kemana istriku?
Rindu masakannya. Rindu apel potongannya. Rindu ocehannya. Rindu bentakannya. Rindu rengekkannya. Oke. Memang aku pikir itu kekanak-kanakan. Tapi aku malah merindukan sikap kekanak-kanakan itu. sudah kuputuskan aku akan mencarinya ke busan. Rumah orangtuanya.
***
Author pov-
Yesung melihat yeoja itu sedang menjilat es krim di tangannya. Di sampingnya ada seorang namja yang tersenyum melihatnya.
Bocah… sedang apa disana? Beraninya kau… yesung berlari menuju yeoja itu. saat di hadapannya, yeoja itu kaget dan menjatuhkan eskrim di tangannya. “oppa…”
“ya! Bocah! Beraninya kau!” yesung menarik tangan yeoja itu. menjauhkannya dari namja hitam sialan itu.
“kau! Kemana saja? Aku mencarimu setengah mati dan kau malah asyik berdua-duaan dengan namja hitam itu!”
Yongwon menatap yesung gusar. “apa peduli oppa, bukankah kau membenciku?”
Yesung diam. Yongwon melanjutkan. “pergi saja sana ke pelukan geun youngmu itu. aku disini saja.”
Yongwon hendak berbalik dan berjalan menjauh dari yesung. Namun yesung mendekapnya dari belakang tak membiarkannya pergi lagi.

Oneuldo naegieogeul ttarahemaeda
I gil kkeuteseo seoseongineun na
Dasin bol sudo eopneun niga nareul butjaba
Naneun tto i gireul munneunda

Hari ini pun ingatanku mengembara
Aku mondar-mandir dengan gelisah di ujung jalan ini
Aku pun tidak bisa melihatmu lagi, tapi kamu menahanku
Sekali lagi aku mempertanyakan jalan ini

Neol bogo siptago
Tto ango siptago
Jeo haneulbomyeo gidohaneun nal

Aku ingin melihatmu
Aku ingin memelukmu lagi
Aku menatap langit dan berdoa

Niga animyeon andwae
Neo eopsin nan andwae
Na ireoke haru handareul tto illyeoneul
Na apado joa
Nae mam dachyeodo joa nan
Geudae nan neo hanaman saranghanikka

Kalau bukan kamu aku tidak mau
Tanpa kamu aku tidak mau
Satu hari lagi, satu bulan lagi, satu tahun lagi seperti ini
Aku sakit pun tidak mengapa
Hatiku terluka pun aku tidak mengapa
Karena hanya kamu seorang yang aku cintai

Na du beon dasineun
Bo nael su eoptago
Na neoreul itko salsun eoptago

Untuk kedua kali nya
Aku tidak bisa melepaskanmu
Aku tidak bisa melupakanmu dan tidak bisa hidup tanpamu

Nae meongdeun gaseumi
Neol chajaorrago
Sorichyeo bureunda
Neon eodinneungeoni
Naui moksori deulliji anni
Hatiku terluka

Aku mencarimu
Suaraku memanggilmu
Kamu ada dimana?
Apakah kamu tidak mendengar suaraku?

Na egeneun
Kepadaku

Na dasi sarado
Myeot beoneul taeeonado
Harudo niga eopsi sal su eopneun na
Naega jikyeojul saram
Naega saranghal saram nan
Geurae nan neo hanamyeon chungbunhanikka
Neo hanaman saranghanikka

Aku hidup lagi
Berapa kali aku terlahir kembali
Aku tidak bisa hidup sehari pun tanpamu
Kamu orang yang aku jaga
Kamu orang yang aku cintai
Karena hanya kamu seorang yang melengkapi hidupku
Karena hanya kamu seorang yang aku cintai

Yongwon terdiam. Ia menangis. “ya! Bocah! Kenapa menangis?”
Yongwon sesegukan menjawab. “kau menyanyikan lagu favoritku. Dan kau tahu, aku adalah fansmu. Aku adalah clouds. Aku sangat menyukaimu. Selalu menyukaimu oppa…”
“tapi aku tidak.” Yongwon terisak lagi. “ aku tidak menyukaimu. Tapi aku mencintaimu. Kau dengar? Saranghae yongwon-ah…” tutur yesung. Ini pertama kalinya yesung memanggil namanya. Yongwon-ah, yongwon-ah, yongwon-ah… menggema ditelinga yongwon.
“na…nado oppa,” lalu mereka berpelukan.
***
Yongwon dan yesung berada di balkon apartemen mereka. Memikirkan semua yang telah terjadi. Bodoh.
“yongwon-ah… kau marah padaku?” tanya yesung.
Yeoja itu menghembuskan napas kesal. “aku hanya sedikit sebal padamu,”
“ya! Apa bedanya? Kau tetap mempunyai perasaan negative padaku! Siapa namja itu?” seru yesung.
“kau tidak mengenalnya? Bukankah dia pacar sepupumu?”
“Park Tae Li?!”
“ne, ya sudah, aku ke dalam dulu,” sahut yongwon yang malas berdebat.
“yak! Kau mau kemana! Diam disini!” yesung menarik lengan yongwon yang hendak masuk. Menarik yeoja itu ke dalam dekapannya. Sedangkan dirinya tidur terlentang di atas kursi santai. Membuat yongwon menindih badannya.
“kau pikir bisa lepas dari hukumanku?” ancam yesung.
“aku tidak merasa mempunyai salah!” bantah yongwon.
Yesung mengangkat tangannya untuk memukul yongwon. Membuat yongwon menutup mata takut-takut. Namun…
CHU~
Yongwon membelalakan mata. Dia di cium. Ia ingin melepaskan ciuman itu namun yesung menghisap bibirnya kuat-kuat membuatnya tidak berdaya dan yesung semakin memperdalam ciuman itu. Yongwon perlahan meresapi ciuman yesung dan membalasnya.
Yesung yang sedang mencium yongwon, mulai berani. Setelah di rasa yongwon tidak akan menolak, yesung memasukkan tangannya ke dalam kaos longgar yongwon. Meraba punggung telanjang yeojanya itu. Yongwon tak menolak.
Namun saat yesung mulai beralih ke bagian depan. Yongwon mencegah.
Yesung mengerutkan keningnya. “wae? Kau takut?” tanya yesung hati-hati.
“ani oppa, hajiman… pantaskah kita melakukannya disini?” sembari menunjuk balkon. Ya memang. Mereka sedang tidur di atas kursi santai yang cukup panjang yang berada di balkon apatemen mereka.
Yesung tersenyum. Lalu bangkit dan segera menggendong yongwon bagaikan putri. Lalu menidurkannya di atas ranjang.
Saat yesung hendak menindih tubuhnya, yongwon kembali menahan yesung. “oppa, ini masih terlalu sore, haruskah kita lakukan sekarang?”
Yesung menatapnya. Membuat yongwon membeku. “haruskah aku menunggu sampai malam yeobo?” yesung mendekatkan tubuhnya. “aku ingin sekarang!” serunya manja.
“op-oppa….” Yesung tidak mendengar bantahan yongwon. Kalau yongwon terus berkicau, ia akan membuat yongwon terdiam dengan…
Ski————-p!
***
Yesung pov-
Cahaya matahari menyeruak masuk ke dalam kamarku. Aigoo… bahkan kemarin malam aku tidak menutup jendela. Tapi entah kenapa aku tidak merasa dingin. Ku lirik yeoja yang tengah tidur dengan selimut menutupi seluruh badannya. Ah.. sepertinya aku tahu mengapa aku tidak merasakan dingin.
Perlahan ku lirik jam dinding di kamarku. Jam 8? Yeoja ini belum bangun. Dasar yeoja malas! Biasanya seorang istri akan bangun lebih awal untuk menyiapkan makanan. Namun lihatlah bocah ini. Ani, dia sudah bukan bocah lagi. Aku membuatnya tidak menjadi bocah lagi. Eomma, maafkan aku.
Aku melihatnya lagi. Tak bosan-bosannya. Lalu ku cium pundaknya. Dia menggeliat. Perlahan dia mulai membuka mata. Aku tersenyum padanya.
“good morning sleeping beauty…” sapaku sambil tersenyum.
Dia tersenyum. “good morning oppa….” Dia membalikkan badannya memunggungiku. Namun sedetik kemudian dia berbalik. “YA! OPPA! APA YANG KAU LAKUKAN DISINI?!” tanyanya panik.
Aku menatapnya bingung. “bukankah kemarin kita sudah-“
“andwae! Jangan katakan!” histerisnya.
“Wae? Memang kita sudah i-“
“kyaaaa!” dia menutup telinganya.
Aku tersenyum jahil. “yeobo… gomawo untuk tadi malam” aku terkekeh. Membuat yongwon menendang badanku sampai terjatuh dari tempat tidur.
Aku berdiri dan di hadiahi teriakan dan lemparan bantal. “ya! Yeobo! Kau kenapa?”
Dia melempariku terus. “pakai bajumu cepat kim jong woon!” seraya menutup mata.
“wae? Bukannya kau sudah melihatnya kemarin?” saat dia hendak melempar selimutnya, dia menyadari bahwa ia tidak mengenakan apapun. “kyaaaa!”
Aku hanya terkekeh dan masuk ke kamar mandi.
***
yongwon pov-
Eomma…..! huwaaa! Namja kepala besar itu melakukan itu padaku! Dia… dia… oke baiklah, apa otakku tidak bekerja kemarin? Entahlah…
Ku dengar dia memanggil namaku dari dalam kamar mandi. Dia meminta handuk. Ku ambilkan dan saat di depan kamar mandi aku mendengar suara orang terjatuh. Aku cemas. Segera saja aku masuk ke dalam kamar mandi dan langsung ku rasakan dekapan hangat dan basah dari suamiku. Dia memaksaku untuk mandi bersama. Oke stop. Sejauh yang ku ketahui, Ini hal yang memalukan. Dia ku tendang keluar. Namja itu… aku menggelengkan kepalaku.
Saat hendak mengganti baju, dia menyembulkan kepala dan terkekeh pelan karena ia merasa masuk di saat yang tepat. Ia lalu berlari memelukku. Aku yang berdiri tepat di depan cermin hanya menunduk. Dia membisikkan kata saranghae dan gomawo di telingaku. Memaksaku menatapnya. Lalu kami berciuman. Saat ia hendak menciumku lagi, kurasakan perutku mual dan aku berlari ke kamar mandi.
Dia bersender di pintu kamar mandi. Melihatku muntah di toilet. Suamiku diam saja. Benar-benar!
“ya! Proses kehamilannya cepat sekali” dia menyeletuk.
Aku melotot ke arahnya. Dia hanya tersenyum. Ah… senyum itu milikku sekarang dan selamanya.
***
Epilog
Entah bagaimana awal dari kisah kita, entah itu menyedihkan, penuh dengan keterpaksaan serta kebohongan, namun sekarang, yang terpenting adalah waktu yang telah dan sedang ku lewati bersamamu. Dan kau dengan keegoisanmu, meminta 11 anak dariku. Namun yang terpenting, senyummu adalah hak patenku.
Sekian.
Gomawo. Gomawo. Gomawo.
Pai. Pai…. #BOW bareng yeppa

10 thoughts on “FF YOUR SMILE IS MINE (ONESHOOT)

  1. 11 anak??
    Mo bikin boyband apa team sepak bola??😀
    Nice ff thor,,suka sama karakter yeppa dan yeojanya,,feelnya juga dapet,,pokoknya bgus deh!!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s