poem

Disuatu hari dalam setiap tahunnya, pikiran, refleksi, dan nostalgia berebutan di kedalaman jiwaku. Dengan menyerupai iring-iringan laju lari yang mempertontonkan hantu malam yang telah lama mati, mereka semua menegak di hadapanku.

Namun kemudian, mereka bertebaran laksana angin yang memporak-porandakan awan-awan yang tersesat di cakrawala. Mereka mengecil dan meredup di sudut kamarku, serupa dengan tembang sungai dan lembah dan ngarai yang senyap dan terasing.

(kahlil Gibran – Ulang Tahunku)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s